Respons Jokowi Soal Dugaan Eksploitasi Pramugari Garuda Indonesia

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 12 Desember 2019 18:30
Respons Jokowi Soal Dugaan Eksploitasi Pramugari Garuda Indonesia
Jokowi memberikan jawaban singkat dan tegas.

Dream - Presiden Joko Widodo rupanya sudah mendengar kabar soal isu eksploitasi para pramugari di maskapai penerbangan nasional, PT Garuda Indonesia Tbk. Isu itu santer beredar di laman Twitter oleh akun @digeeembok.

Ditemui di sela peninjauan proyek LRT Jabodebek, Kamis, 12 Desember 2019, Jokowi menegaskan kasus eksploitasi pramugari yang diduga terjadi di Garuda Indonesia bukan lagi ranah Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Menurut Jokowi, kasus dugaan eksploitasi pramugari sudah menjadi ranah polisi.

" Itu bukan urusannya BUMN lagi. Udah, seperti itu urusannya polisi," ujar Jokowi, dikutip dari Liputan6.com.

Terkait dugaan eksploitasi pegawai Garuda Indonesia, Jokowi tak mau memberikan komentar lebih jauh. Dia kembali menegaskan masalah pelecehan seksual bukan lagi urusan BUMN.

Sebelumnya, Menteri BUMN, Erick Thohir, menyatakan bakal menindak tegas pejabat perusahaan pelat merah yang terbukti melakukan pelecehan seksual kepada bawahan. Tidak terkecuali di maskapai pelat merah, Garuda Indonesia.

Erick juga menyiapkan sanksi tegas berupa pemecatan jika ada pejabat BUMN melakukan pelecehan seksual. Secara tegas, Erick menyatakan kaum wanita di seluruh BUMN harus mendapat jaminan keamanan dari tindak pelecehan seksual.

" Kita ke depan, saya rasa nanti awal tahun, kita juga akan memastikan (pencegahan) seksual harrasment kepada pegawai perempuan di BUMN itu, harus benar-benar kita tingkatkan," kata Erick.

(Sah, Sumber: Liputan6.com/Lizsa Egeham)

1 dari 5 halaman

Isu Skandal Seksual Pramugari Garuda, Erick Thohir Ancam Pecat Pelaku

Dream - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, bereaksi atas isu pelecehan seksual yang diduga dialami para karyawan di lingkungan perusahaan pelat merah. Termasuk pula para pramugari Garuda Indonesia, Erick memastikan akan ada perlindungan kepada mereka.

" Kita ke depan, saya rasa nanti awal tahun, kita akan memastikan (pencegahan) sexual harrasment kepada pegawai perempuan di BUMN itu, harus benar-benar kita tingkatkan," ujar Erick, dikutip dari Liputan6.com.

Erick mengakui lingkungan kerja BUMN memang didominasi kaum pria. Dia menilai sudah seharusnya kaum wanita mendapat perlindungan.

" Sudah seyogyanya kaum wanita ini harus mendapatkan proteksi yang jelas, apalagi dari pimpinan-pimpinan yang tidak baik lah," kata dia.

Selanjutnya, Erick berencana mempelajari kemungkinan penjatuhan sanksi tegas berupa pemecatan kepada para pelaku pelecehan seksual. Dia menyadari belum ada payung hukum yang kuat untuk mencegah terjadinya pelecehan dan kekerasan seksual di Indonesia.

" Kalau di Amerika itu nanti saya pelajari, bisa diberhentikan. Apalagi kalau ada pegawai wanita yang jelas-jelas sudah ada sexual harrasment itu," kata dia.

 

2 dari 5 halaman

Serahkan ke Polisi

Terkait soal dugaan adanya pejabat Garuda Indonesia yang menjadi " germo" , Erick menyatakan itu bukan merupakan kewenangan dari kementerian yang dipimpinnya. Dia menyerahkan kasus itu ditangani kepolisian.

" Gini lah, kalau amoral seperti itu kan pasti nanti prosesnya nanti bukan di saya, tapi itu mungkin hukum yang lain, yaitu mungkin di kepolisian," kata Erick.

Kasus dugaan pelecehan seksual yang dialami sejumlah pramugari Garuda Indonesia viral di media sosial setelah muncul cuitan dari akun @digeeembok.

Dalam salah satu cuitannya, akun itu menyebut salah satu pejabat maskapai pelat merah itu punya sampingan sebagai " germo" .

Cuitan itu menyebut satu nama yaitu Roni Eka Mirsa. Diketahui, Roni menjabat sebagai Vice President Cabin Crew Garuda Indonesia.

Tidak terima atas cuitan itu, Roni melaporkan pemilik akun ke Polresta Bandara Soekarno-Hatta. Saat ini, polisi masih memproses laporan tersebut.

Sumber: Liputan6.com/Lisza Egeham

3 dari 5 halaman

Cuit 'Borok' Petinggi Garuda, Akun @digeeembok Dipolisikan

Dream - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. diterpa konflik internal menyusul beredarnya kabar miring seputar perilaku buruk sejumlah pejabat di dalamnya. Kabar tersebut disebarkan lewat akun Twitter @digeeembok, yang diduga memiliki kaitan dengan internal maskapai pelat merah tersebut.

Bereaksi atas kabar miring itu, Vice President Cabin Crew Garuda Indonesia, Roni Eka Mirsa, melaporkan akun @digeeembok ke Polresta Bandara Soekarno-Hatta. Laporan tersebut dilayangkan pada 6 Desember 2019.

" Benar, sudah dilaporkan oleh yang bersangkutan ke Polresta Bandara Soekarno-Hatta," ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Asep Adi Saputra, dikutip dari Merdeka.com.

Menurut Asep, laporan tersebut sudah dalam penanganan. Polisi akan meminta keterangan pemilik akun @digeeembok.

" Saat ini sudah dalam upaya-upaya penyelidikan untuk memastikan tindak pidana yang dilakukan oleh akun tersebut," kata dia.

Terpisah, Kasat Reskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta, AKP Alexander Yurikho, mengatakan pihaknya telah meminta keterangan Roni sebagai tindak lanjut laporan yang dilayangkan.

" Betul, sudah kami mintai klarifikasi," ujar Alex.

Alex mengatakan pemeriksaan terhadap Roni berlangsung pada Senin, 9 Desember 2019. " Dalam ranah penyidikan dulu, kami periksa dulu dari sisi pelapornya," kata dia.

Hingga saat ini, pemeriksaan masih berjalan. Tidak menutup kemungkinan polisi akan memanggil sejumlah saksi.

" Laporan kan tentang pencemaran nama baik," kata Alex.

4 dari 5 halaman

Ari Askhara Sering Masuk Kelas Pramugari Garuda Indonesia & Minta Nomor Telepon?

Dream - Awak kabin PT Garuda Indonesia Airlines Tbk (Persero) mengungkap keanehan yang sering dilakukan oleh mantan direktur utama, I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra. Pria yang tenar disapa Ari Askhara dituding sering masuk ke kelas pramugari. 

“ Sekelas direksi yang sudah dicopot itu bisa keliling-keliling Garuda Training Center untuk masuk ke kelas pramugari,” ungkap pramugari senior Garuda Indonesia, Yosephine Chrisan Ecclesia, dikutip Dream dari tayangan Indonesia Lawyer Club: Garuda Diserempet Moge, Rabu 11 Desember 2019.

Tak hanya meninjau langsung ke kelas, Yosephine mengatakan eks dirut juga mencari tahu ada tidaknya para pramugari yang sudah mengenyam pendidikan untuk menjadi awak kabin pesawat Boeing 777 dan business class.

Yang paling ganjil, ungkap Yosephine adalah Ari meminta nomor telepon masing-masing pramugari. “ Habis itu diminta nomor kontaknya,” kata dia.

(Baca: Awak Garuda Bongkar Masa Kelam Kepemimpinan Ari Askhara)

Yosephine mengatakan perlakuan mantan Dirut ini telah membuat para pramugari menjadi terkotak-kotakan. Kelompok-kelompok di kalangan awak kabin pun terbentuk. Kelompok yang istimewa ini bisa bertugas di pesawat Boeing 777 dan terbang ke Eropa. 

“ Sampai buka kelas khusus 777 untuk kelas-kelasnya dia saja. Itu tercipta, ‘Oh, ternyata direksi kita gini’,” kata dia.

Hingga saat ini Ari Askhara belum memberikan komentar terkait isu tak sedap yang tengah menjadi perhatian publik. Pernyataan resmi datang dari jajaran komisaris Garuda Indonesia. 

Komisaris Utama Garuda Indonesia, Sahala Lumban Gaol mengatakan jajaran direksi pernah mendapat teguran terkait informasi miring soal kinerja perusahaan. Meski baru spekulasi, teguran itu tetap ditanyakan kepada direksi. 

Dalam penjelasannya kepada komisaris, direksi mengatakan jika tidak ada persoalan serius dalam perusahaan. 

(Baca: Direksi Garuda Sudah Pernah Kena Tegur, Ini Jawaban ke Komisaris)

5 dari 5 halaman

Direksi Garuda Sudah Pernah Kena Tegur, Ini Jawaban ke Komisaris

Dream - Dewan komisaris PT Garuda Indonesia Tbk menegaskan telah menegur jajaran direksi setelah mendengar informasi tentang isu tak sedap terkait kondisi perusahaan dan para pramugari. 

Dalam beberapa hari terakhir publik disuguhkan informasi tentang kondisi internal maskapai penerbangan nasional ini. Isu tak sedap ini muncul setelah Kementerian BUMN memberhentikan I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra (Ari Askhara) sebagai direktur utama PT Garuda Indonesia Airlines (Persero).

Penonaktifan Ari Askhara dilakukan setelah muncul kasus penyelundupan onderdil motro Harley dan sepeda mahal Brompton di pesawat Airbus yang baru dibeli Garuda. 

 

 

Dalam tayangan Indonesia Lawyer Club: Garuda Diserempet Moge, Komisaris Utama Garuda Indonesia, Sahala Lumban Gaol, menegaskan jajaran komisaris telah mendengar rumor tersebut. Sahala mengatakan dewan komisaris belum mendapatkan laporan tersebut secara tertulis.

“ Di rapat-rapat direksi dan komisaris kami memberikan teguran kepada direksi dan mempertanyakan hal tersebut,” kata Sahala di Jakarta, dikutip Dream, Rabu 11 Desember 2019.

Menurut Sahala, jajaran komisaris telah melayangkan teguran lisan kepada direksi maskapai BUMN ini dan sempat mempertanyakan kebenarannya. Komisaris meminta direksi untuk membenahi pengelolaannya.

“ Walaupun rumor, kami menanggapi positif. Dia menjawab tidak ada. Kami minta lakukan perbaikan dan kami tinjau kembali,” kata dia.

Sahala mengatakan jajaran komisaris terus meneliti rumor-rumor seputar kepimpinan Ari Askhara di Garuda. “ Komite audit tetap melakukan pengamatan,” kata dia.

Beri Komentar
Ria Irawan Larang Rano Karno Jenguk Dirinya, Kenapa?