Kabinet Baru Sudah Terbentuk, Ada Menteri Berusia di Bawah 30 Tahun

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 14 Agustus 2019 16:55
Kabinet Baru Sudah Terbentuk, Ada Menteri Berusia di Bawah 30 Tahun
Jokowi mengisyaratkan susunan menteri baru hanya berupa reshuffle kabinet biasa

Dream - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan sinyal susunan kabinet baru dalam pemerintahannya lima tahun ke depan sudah terbentuk. Tetapi, Jokowi belum akan membuka daftar nama yang menduduki jabatan menteri di periode kepemimpinannya bersama KH Maruf Amin tersebut.

" (Kabinet baru) sudah siap dan bisa segera saya umumkan," ujar Jokowi saat pertemuan dengan sejumlah pimpinan media massa di Istana Negara, dikutip dari Liputan6.com pada Rabu, 14 Agustus 2019.

Jokowi juga tidak menyebut kapan kabinet baru akan diumumkan. Dia hanya menyebut bisa sebelum atau sesudah pelantikan dirinya sebagai Presiden RI periode 2019-2024.

" Sebelum atau sesudah (pelantikan) tidak masalah, ini bentuknya reshuffle kabinet biasa," kata Jokowi.

 

1 dari 5 halaman

`Tunggu Sajalah`

Di antara susunan menteri, Jokowi mengatakan ada yang tergolong berusia masih sangat muda. Menteri ini berasal dari kalangan profesional.

" Yang jelas di bawah 30 tahun ada, di bawah 35 tahun juga ada," kata Jokowi.

Menteri yang dipilih Jokowi adalah mereka yang bisa mengeksekusi ide dan gagasan sesuai tugas pokok dan fungsi lembaga yang dipimpinnya. Jokowi berharap pekerjaan pemerintah bisa lebih cepat dijalankan.

" Kabinet ini menggambarkan rencana kami untuk bekerja lebih cepat," kata dia.

Jokowi kembali menyatakan kabinet baru akan segera diumumkan. Tetapi, dia tidak menyebut kapan itu.

" Tunggu sajalah," ucap dia.

(Sah, Sumber: Liputan6.com/Andry Haryanto)

2 dari 5 halaman

Jokowi: `Ibu Kota Negara Kita Akan Pindah`

Dream - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan sinyal telah memiliki salah satu kota yang akan ditunjuk sebagai ibu kota baru Indonesia. Kota tersebut terletak di tiga provinsi yang disodorkan.

Seperti diketahui, Menteri PPN/Kepala Bappenas mengaku telah mempresentasikan potensi calon ibu kota baru yang terletak di Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan.

" Ibu kota negara kita akan pindah," tulis Jokowi dalam pernyataannya di akun Instagram @Jokowi, Kamis, 8 Agustus 2019.

Menurut Jokowi sejauh ini pilihan tentang lokasi ibu kota baru Indonesia itu telah mengerucut ke salah satu provinsi yang diajukan Bappenas.

" Bisa di Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan," ujarnya.

Dalam pembahasan di kabinet, penentuan calon ibu kota baru itu akan mempertimbangkan berbagai aspek dalam proses pemindahannya. Mulai dari skema pembiayaan, desain kelembagaan, serta payung hukumnya.

Seluruh aspek tersebut terus dikaji secara mendalam dan detail oleh lembaga terkait.

Dengan pembahasan mendalam tersebut, Jokowi berharap akan dihasilkan keputusan yang benar sesuai visi Indonesia ke depan.

 

3 dari 5 halaman

Jokowi Ambil Keputusan Sebagai Kepala Negara

Tak hanya faktor dari dalam negeri, pemindahan ibu kota juga akan diputuskan dengan terlebih dahulu mempelajari pengalaman dari negara lain. Diharapkan akan diketahui apa hambatan yang bisa ditemui pemerintah.

" Sebaliknya, faktor-faktor kunci keberhasilan yang bisa kita adopsi, kita adaptasi," ujar Jokowi.

Presiden menegaskan jika keputusannya memindahkan ibu kota Indonesia dari Jakarta diambilnya dalam kapasitas sebagai kepala negara, bukan kepala pemerintahan.

" Kita harus melihat visi besar berbangsa dan bernegara untuk 10 tahun, 50 tahun, 100 tahun yang akan datang," ujarnya.

4 dari 5 halaman

Ini Konsep Desain Ibu Kota Baru Indonesia

Dream - Satu daerah di pulau Kalimantan dipastikan akan menjadi ibu kota baru Indonesia menggantikan DKI Jakarta. Paparan potensi ketiga kota tersebut sudah disampaikan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) ke Presiden Joko Widodo.

Selain lokasi ibu kota baru, Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro juga sudah memiliki konsep desain ibu kota yang akan dibangun tersebut.

Mengutip laman Setkab, Rabu, 7 Agustus 2019, Bambang mengungkapkan tiga daerah yang diusulkan menjadi ibu kota itu terletak di Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah.

Dalam paparannya di Sidang Terbatas di Kantor Presiden tersebut, Bappenas menyampaikan berbagai analisa dari masing-masing kandidat calon ibukota tersebut. " Kami sampaikan kelebihan dan kekurangannya," ujar Bambang.

 

5 dari 5 halaman

Konsep Ibu Kota yang Akan Dibangun

Selain soal lokasi, rapat juga mulai membahas mengenai konsep kota yang akan menjadi pusat pemerintahan baru tersebut. Dalam arahannya, presiden meminta agar ibu kota baru itu memenuhi standar sebagai kota internasional.

Presiden ingin ibu kota baru nantinya menjadi rujukan dari pengembangan kota-kota lain di Indonesia.

“ Tentunya semua prinsip yang modern, prinsip yang bisa menjaga keberlangsungan kota, dan juga misalkan kehidupan kota yang lebih nyaman itu akan menjadi fokus dari desain ibu kota baru yang akan disampaikan,” terang Bambang.

Sementara terkait pembiayaan, pemerintah akan mengupayakan pembangunan ibu kota baru menggunakan 3 sumber biaya. Selain APBN, biaya lain adalah kerjasama pemerintah-BUMN, dan partisipasi swasta.

Bambang juga menilai ada potensi penerimaan negara cukup besar dari aset-aset pemerintah yang saat ini banyak berada di Jakarta. Jika kepindahan ibu kota sudah berjalan, aset-aset di Jakarta nantinya bisa dikerjasamakan. 

Beri Komentar