Jokowi Heran Instagramnya 'Diserbu' Iklan Penggemuk Badan

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 28 Februari 2020 09:46
Jokowi Heran Instagramnya 'Diserbu' Iklan Penggemuk Badan
Kok bisa, ya?

Dream - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku sering menemukan iklan bersliwera di media sosial. Misalnya, kebutuhan sehari-hari sampai krim pemutih kulit.

“ Kadang-kadang saya membaca unggahan-unggahan yang berseliweran di media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, juga grup WhatsApp,” tulis Jokowi di akun Instagramnya, @jokowi, Jumat 28 Februari 2020.

“ Banyak juga lapak penjual produk kebutuhan sehari-hari, dari pakaian, makanan, obat peninggi badan, sampai krim pemutih kulit,” tambah dia.

Jokowi sampai bertanya-tanya mengapa ada banyak yang menawarkan iklan tersebut. “ Di Instagram saya sendiri banyak yang menawarkan obat penggemuk badan. Ditujukan kepada saya atau ke siapa? Ini kok gencar sekali?” lanjut Jokowi.

1 dari 5 halaman

Ternyata

Melihat ini, Jokowi menilai “ serangan fajar” iklan di media sosial sebagai kreativitas masyarakat Indonesia di era digital. Makanya, tak heran Indonesia menjadi negara dengan nilai ekonomi terbesar.

“ Tidak heran jika saat ini, Indonesia adalah negara dengan nilai ekonomi digital terbesar, dengan pertumbuhan paling cepat, di kawasan ASEAN,” kata mantan gubernur DKI Jakarta.

Dikatakan pada 2015, nilai ekonominya mencapai US$8 miliar (Rp110 triliun). Nilainya melesat jadi US$40 miliar (Rp560 trliun).

“ Diperkirakan tahun 2025, nilai ekonomi digital menjadi US$133 miliar. Silakan kalikan sendiri dalam rupiah,” kata Jokowi.

Ditambah lagi Indonesia punya ekosistem startup paling aktif di Asia Tenggara. Saat ini, ada 2.193 startup.

“ Itu belum cukup. Potensi pasar digital kita masih sangat besar. Pada tahun 2018, ada 171 juta pengguna internet di Indonesia,” kata dia.

 Jokowi mengaku akun medsosnya diserbu iklan.© Akun Instagram @jokowi

2 dari 5 halaman

Ibukota Baru Diminati Negara Asing, Jokowi Ingin Draft RUU Secepatnya Dikirim

Dream - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan draf Undang-Undang pemindahan ibu kota negara sudah selesai. Jokowi mendesak menterinya untuk segera menyampaikan payung hukum tersebut pekan ini.

Pemerintah kemungkinan masih harus bersabar menyerahkan payung hukum yang akan melancarkan ambisinya membangun ibukota baru itu di Kalimantan Timur. 

“ Menteri Bappenas (Suharso Monoarfa) menyampaikan draf UUD sudah selesai dan akan disampaikan kepada DPR setelah reses. Minggu ini akan disampaikan,” kata Jokowi di Jakarta, dikutip dari siaran Sekretariat Kabinet, dikutip dari akun Twitter @setkabgoid, Rabu 26 Februari 2020.

Tak hanya draft RUU Ibukota Baru, presiden juga meminta jajaran menterinya untuk merampungkan berbagai payung hukum yang dibutuhkan dalam memindahkan ibu kota negara.

Dikatakan bahwa rencana pemindahan ibu kota menarik perhatian dari negara-negara lain, seperti Korea Selatan. Dikatakan bahwa kemarin Jokowi menerima tamu dari Menteri Lingkungan Hidup Korea Selatan, Cho Myung Rae di Istana Kepresidenan.

Korea Selatan ini dinilai berpengalaman dalam membangun ibu kota yang baru dan ramah lingkungan.

“ Itu sebuah sinyal yang bagus,” kata mantan gubernur DKI Jakarta itu.

3 dari 5 halaman

Minta Ini Dari Menteri

Selain meminta para menterinya untuk menyelesaikan payung hukum yang diperlukan, Jokowi meminta Bappenas memaparkan hasil pra masterplan dan kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS), termasuk penentuan area kawasan inti pemerintahan. Dari sini bisa terlihat peta pembangunan infrastruktur dasar yang bisa dilakukan pada 2020.

Dia juga meminta pembiayaan ibu kota baru diselesaikan. Harus ada pemetaan proyek mana yang akan dibiayai oleh APBN dan mana okeh swasta melalui KPBU. Mana pula yang akan dikerjakan oleh investasi langsung.

“ Tangan swasta nasional dan berbagai negara yang ingin bekerja sama dan sudah memiliki keinginan besar. Kita bisa memberikan penjelasan secara jelas dan gamlang di mana mereka akan terlibat, di wilayah yang mana,” kata Jokowi.

4 dari 5 halaman

Jokowi Janji Ibu Kota Baru Indonesia Bebas Banjir dan Macet

Dream - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjamin ibu kota baru di Kalimantan Timur akan bebas dari masalah banjir dan kemacetan. Transportasi massal yang akan dipakai pun hanya menggunakan kendaraan energi listrik.

Klaim itu disampaikan Jokowi saat pidato dalam acara Pencanangan Sensus Penduduk 2020 bersama Badan Pusat Statistik di Istana Negara, Jakarta Pusat, Jumat, 24 Januari 2020.

 

 © Dream

 

" Tidak ada ibu kota seluruh dunia seperti ini nanti, nggak ada. Itu diferensiasinya ada di situ. Semuanya energi baru terbarukan. Transportasi massal semuanya electric vehicle, autonomous vehicle, kendaraan pribadi juga autonomous, juga elektrik," kata Jokowi, dilaporkan Liputan6.com.

" Banyak orang jalan kaki banyak orang bersepeda. Nggak ada banjir, nggak ada macet," sambung dia.

 

5 dari 5 halaman

Mau Bangun Peradaban Baru

Jokowi ingin, pemerintah membangun peradaban baru. Dia ingin penggunaan transportasi massal sebanyak-banyaknya menggunakan kendaraan pribadi energi listrik dan autonomous.

" Tetapi kita pindah ke sana bukan ingin pindah gedung dan lokasi. Terpenting kita bangun sebuah sistem, pindah pola kerja, kultur, karena ke depan persaingan akan semakin berat. Negara yang cepat akan kalahkan yang lambat," ucap Jokowi.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menyebut masalah besar di Jakarta adalah banjir dan macet. Dia mengatakan, persoalan ini dapat diminimalisasi dengan pemindahan Ibu Kota.

" Kalau tidak pindah Ibu Kota ya memang tetap akan sulit," kata Jokowi di Balikpapan, Kalimantan Timur, pertengahan Desember 2019.

Dia mengatakan, jika tidak pindah Ibu Kota, Jakarta akan semakin padat penduduk.

(Sah, Sumber: Liputan6.com)

Beri Komentar
Potret Aktifitas Prisia Nasution Saat Jelajahi Alam