Jokowi: ISEF 2020 Jadi Akselerator Ekonomi Syariah Indonesia

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 28 Oktober 2020 15:51
Jokowi: ISEF 2020 Jadi Akselerator Ekonomi Syariah Indonesia
Jokowi resmi membuka acara ini bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda.

Dream – Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) tahun ini resmi dibuka Presiden Joko Widodo. Jokowi berharap acara ini bisa menjadi momen untuk mengembangkan perekonomian syariah.

“ Dengan mengucapkan ‘Bismillahirrahmanirrahim’, ISEF ke-7 tahun 2020 saya nyatakan resmi dibuka,” kata Jokowi dalam peresmian Opening Ceremony ISEF 2020 bertema " Membangun Negeri Menuju Indonesia Maju” secara virtual, Rabu 28 Oktober 2020.

Jokowi menyebut, acara bertaraf internasional ini bisa menjadi momentum untuk membuat peta jalan yang jelas dan konkret, demi mengembangkan industri halal serta ekonomi dan keuangan syariah.

 

Presiden Joko Widodo membuka resmi ISEF 2020.© Akun Youtube ISEF Indonesia

 

Apalagi, kata dia, ekonomi syariah tak hanya diminati masyarakat Muslim, tapi juga negara-negara dengan mayoritas penduduknya non-Muslim, seperti Thailand, Jepang, dan Amerika Serikat. Ditambah, Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia.

Untuk itu, lanjut Jokowi, Indonesia harus memanfaatkan peluang ini untuk mempercepat pengembangan industri dan ekonomi syariah di Indonesia sebagai transformasi Indonesia maju. “ (Dan) menjadikan Indonesia sebagai pusat rujukan ekonomi syariah global,” kata dia.

1 dari 2 halaman

Diakui `Tahan Banting`, Ekonomi Syariah Hadapi Kendala Literasi Masih Minim

Dream – Sistem ekonomi syariah bisa menjadi salah satu solusi untuk memulihkan perekonomian nasional yang terdampak pandemi Covid-19. Ekonomi syariah memiliki sistem yang lebih stabil dan tahan banting, serta memegang prinsip berkelanjutan dan berkeadilan.

“ Sistem ekonomi syariah diharapkan bisa menjadi salah satu solusi karena telah membuktikan diri sebagai sistem ekonomi yang mampu bertahan dalam keadaan pandemi Covid-19,” kata Direktur Utama BRIsyariah, Ngatari, dalam “ Workshop Perbankan Syariah: Memacu Literasi Keuangan Syariah Mendorong Pemulihan Ekonomi Nasional”, Senin 5 Oktober 2020.

 

© Dream

 

Meski terbukti ampuh, Ngatari mengatakan perbankan syariah masih menghadapi tantangan dari masih rendahanya pemahaman masyarakat terhadap ekonomi syariah. Dia mendorong kegiatan literasi ekonomi dan keuangan syariah dimaksimalkan. Tujuannya agar masyarakat bisa memahami kekuatan dan keuntungan sistem perekonomian ini.

“ Masih banyak ruang yang harus bersama-sama diisi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai ekonomi dan keuangan syariah,” kata dia.

2 dari 2 halaman

Perlu Inovasi?

Chief Investment Strategies&Direktur PT Bahana TCW Investment Management, Budi Hikmat, mengatakan upaya dari berbagai pihak diperlukan untuk meningkatkan literasi masyarakat. Terutama, berkaitan dengan pilihan instrumen investasi berbasis syariah. Pilihan instrumen investasi yang beragam bisa mendorong masyarakat agar berinvestasi, terutama generasi milenial.

“ Masih banyak masyarakat yang bertanya soal halal-haram,” kata Budi.

Dia menyarankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) membuat terobosan untuk menggenjot angka literasi keuangan syariah.

“ Mungkin ke depannya OJK, BEI, atau dewan syariah bisa menyarankan masjid-masjid untuk mencontohkan di sukuk dan instrumen syariah lainnya,” kata dia. 

Beri Komentar