Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta para menteri dan kepala badan serta lembaga untuk melakukan pegecekan anggaran milik instansinya. Hal ini guna menekan anggaran untuk keperluan yang tidak jelas atau tidak penting.
“ Satu persatu cek. Mana yang benar, mana yang tidak benar, mana yang menghamburkan, mana yang memboroskan, hilangkan, pastikan kalau memang anggaran itu memang bermanfaat,” tegasnya.
Seperti dikutip dari laman situs Sekretariat Kabinet, Selasa, 15 Desember 2015, Jokowi ingin anggaran yang disediakan dananya dari uang negara tersebut bisa tepat sasaran dan memberikan manfaat kepada masyarakat. Dia juga menegaskan agar para pihak yang mengurusi masalah anggaran instansi tidak menggunakan kata `bersayap` yang menyebabkan multitafsir karena artinya yang luas.
Jokowi mencontohkan tindakan yang dilakukan Menteri Kelautan dan Perikan Susi Pudjiastuti yang menghapuskan kalimat-kalimat tidak jelas dalam program kementerian, seperti pemberdayaan nelayan dengan kalimat langsung seperti pembelian kapal, pembelian benih, pembelian jaring, dan lain-lain.
Menurut Jokowi, pola-pola lama harus betul-betul pangkas, semua dalam anggaran harus jelas. Dengan cara itu, lanjutnya, pemerintah akan bisa menggunakan uang rakyat lebih optimal, lebih konkrit, lebih terukur, dan lebih tepat sasaran.
“ Jika anggaran setiap kementerian lembaga dirumuskan dengan lebih jelas dan lebih konkrit maka hal itu penting juga membantu para menteri, kepala lembaga non kementerian, gubernur, bupati dan walikota lebih mudah mengendalikan serta memonitor di kementerian dan lembaga masing-masing,” pungkasnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya