Jokowi Larang Pejabat Terima Oleh-oleh saat Kunker

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 1 Desember 2016 15:02
Jokowi Larang Pejabat Terima Oleh-oleh saat Kunker
Tak hanya itu, mereka juga mendapat sambutan meriah di tempat yang dikunjunginya.

Dream – Presiden Joko Widodo alias Jokowi mengaku masih menerima aduan tentang pejabat yang berlebihan saat melakukan kunjungan kerja. Salah satunya penggunaan sirine dan pengawalan yang berlebihan.

“ Presiden cerita, ‘Saya masih suka (dengar) kalau ada menteri pakai vojrider, sirine yang berlebihan’,” kata Kepala Staf Kepresidenan, Teten Masduki, di Jakarta.

Dia mengatakan, pejabat yang berkunjung ke daerah juga disambut dengan meriah. Mereka membawa banyak ajudan dan meminta fasilitas mewah. Masalah oleh-oleh pun juga disampaikan.

Bahkan, ada klaim yang mengatasnamakan Presiden, relawan, dan staf Istana Negara, pun disampaikan dalam sidang Kabinet pada 2 November 2016,

“ Saya dan Bu Sri Mulyani (Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati) berbisik-bisik. ‘Waduh, Presiden sampai hal kecil saja, oleh-oleh itu diingatkan’,” kata dia.

Semua ini disampaikan Jokowi dalam sidang kabinet pada tanggal 2 November 2016. “ Kami ini terus-menerus diingatkan oleh Presiden sampai hal-hal yang kecil, sampai urusan penyambutan. Presiden mengingatkan jangan membuat kemacetan, kebisingan,” kata dia.

1 dari 1 halaman

Berikut Surat Edaran Jokowi

Berikut ini adalah isi surat edaran yang mengimbau menteri atau pejabat untuk tidak berlebihan saat melakukan kunjungan kerja.

“ Bersama ini, dengan hormat kami sampaikan bahwa Presiden dalam sidang kabinet paripurna tanggal 2 November 2016 memberikan arahan kepada menteri atau pejabat sebagai berikut ini.

*Tidak menerima pihak-pihak yang memperkenalkan diri sebagai saudara, keluarga, teman dari Presiden atau mengatasnamakan Presiden, kecuali Presiden sendiri yang menyampaikan pesan kepada menteri atau pejabat yang bersangkutan.

*Menteri atau pejabat harus selektif dalam melakukan kunjungan kerja atau perjalanan dinas ke luar negeri dan fokus pada hal-hal yang penting, tidak membeli barang-barang mewah di negara yang dikunjungi, serta tidak terlalu banyak membawa rombongan.

*Menteri atau pejabat yang melakukan kunjungan kerja atau perjalanan dinas ke daerah, tidak perlu disambut secara berlebihan yang dapat membebani pejabat di daerah yang dikunjungi.

*Menteri atau pejabat yang melaksanakan tugas atau kunjungan kerja, tidak menggunakan patroli pengawalan yang panjang dan sirene yang berlebihan, yang dapat mengganggu masyarakat pengguna lalu lintas lain.

*Menyampaikan kepada pasangan (istri/suami) untuk tidak menerima pemberian/cinderamata dari pejabat atau pihak-pihak di negara/daerah yang dikunjungi untuk menghindari potensi persoalan gratifikasi dan tidak membebani pejabat di negara/daeah yang dikunjungi.

Arahan Presiden tersebut agar dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dan atas perhatiannya, kami sampaikan terima kasih.”

[crosslink_1]

Beri Komentar