Hore! THR dan Gaji ke-13 PNS Tahun Depan Dijamin Tetap Ada

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 16 Agustus 2019 15:48
Hore! THR dan Gaji ke-13 PNS Tahun Depan Dijamin Tetap Ada
Belanja pegawai yang memberatkan APBN harus dipangkas.

Dream - Pegawai Negeri Sipil (PNS) bisa bernapas lega usai mendengar Pidato Nota Keuangan yang disampaikan Presiden Joko Widodo di Gedung DPR/MPR, Jumat, 16 Agustus 2019. Presiden memastikan para abdi negara akan mendapat Tunjangan Hari Raya (THR) dan tunjangan ke-13 di tahun 2020. 

Menurut Jokowi, sapaan Joko Widodo, pemerintah tetap akan memperhatikan kesejahteraan para Pegawai Negeri Sipil. Dalam

" Pemerintah tetap memperhatikan kesejahteraan aparatur negara, dengan mempertahankan kebijakan penggajian yang sudah ada melalui pemberian gaji dan pensiun ke-13 serta Tunjangan Hari Raya (THR)," ujar Jokowi dalam penyampaian Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2020, Jumat 16 Agustus 2019.

Tak hanya itu, pemerintah juga tengah menyiapkan reformasi skema program pensiun serta Jaminan Hati Tua (JHT) untuk PNS.

Namun demikian, Jokowi mengatakan belanja pegawai yang meningkat harus dikaitkan dengan reformasi birokasi. Dia menegaskan birokrasi yang tidak melayani, menghambat investasi serta tidak responsif terhadap kebutuhan rakyat akan dipangkas.

" Anggaran belanja barang yang boros dan membebani APBN juga harus dihapus," kata Jokowi.

Lebih lanjut, Jokowi optimistis hal itu dapat mendorong tercapainya sasaran pembangunan pada 2020. Seperti penurunan pengangguran ke tingkat 4,8 persen sampai 5,1 persen.

" Selain itu, kemiskinan diharapkan dapat terus diturunkan di kisaran 8,5 persen sampai 9,0 persen dan ketimpangan menurun di kisaran 0,375 sampai 0,380," ucap Jokowi.

1 dari 5 halaman

Jokowi Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 5,3% di 2020

Dream - Pemerintah menetapkan target pertumbuhan ekonomi nasionl di tahun 2020 mencapai 5,3 persen 2020. Sejumlah asumsi ekonomi makro disusun untuk mencapai target.

" Pada tahun 2020, Pemerintah menyusun asumsi ekonomi makro sebagai berikut: Pertama, pertumbuhan ekonomi akan berada pada tingkat 5,3 persen," ujar Jokowi membacakan Nota Keuangan Negara di Sidang Tahunan MPR, Jumat 16 Agustus 2019.

Pertumbuhan tersebut akan ditopang dari lini konsumsi dan investasi. Dua lini ini menjadi motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional.

" Inflasi akan tetap dijaga rendah pada tingkat 3,1 persen untuk mendukung daya beli masyarakat," kata Jokowi.

Asumsi kedua, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat diperkirakan berada di level 14.400. Pemerintah yakin investasi tetap mengalir ke dalam negeri seiring persepsi positif dan perbaikan iklim investasi di Indonesia.

" Dengan demikian, suku bunga SPN 3 bulan diperkirakan berada di tingkat 5,4 persen," ucap Jokowi.

Selain itu, harga minyak mentah Indonesia diasumsikan sebesar US$65 per barel. Pemerintah akan terus melakukan pemantauan pergerakan harga minyak dan komoditas global.

Sedangkan lifting minyak pada 2020 diasumsikan sebesar 734 ribu barel per hari. Sementara lifting gas diasumsikan sebesar 1,19 juta barel setara minyak per hari.

" Seluruh gambaran perkiraan indikator ekonomi makro di atas menjadi dasar dalam penyusunan RAPBN tahun 2020," kata Jokowi.

Berikut adalah target perekonomian nasional Indonesia di tahun 2020:

Pertumbuhan ekonomi: 5,3 persen
Nilai tukar dollar AS: Rp14.400
Inflasi: 31 persen
Tingkat Suku bunga SPN 3 Bulan: 5,4 persen
Harga minyak: US$65 per barel

2 dari 5 halaman

Jokowi: Kita Bangun Mobil Listrik Sendiri

Dream - Jokowi menyinggung industri mobil lstrik dalam pidato kenegaraan di Gedung MPR/ DPR, Jumat 16 Agustus 2019. Menurut dia, ruang pengembangan mobil listrik telah dibuka.

" Kita sudah mulai membuka ruang pengembangan mobil listrik tapi kita ingin lebih dari itu," ujar Jokowi dalam Sidang Tahunan MPR, Jumat 16 Agustus 2019.

Pemerintah telah menerbitkan sejumlah regulasi untuk mendorong pembangunan mobil listrik. Sejumlah insentif telah disiapkan agar industri otomotif terpacu untuk terjun membangun mobil listrik.

" Kita ingin membangun industri mobil listrik sendiri," kata presiden bernama lengkap Joko Widodo tersebut.

3 dari 5 halaman

Dorong Ekspansi Industri

Jokowi juga mendorong industri Tanah Air melakukan ekspansi. Sehingga industri tidak melulu mengandalkan pasar dalam negeri.

" Produk-produk kita harus mampu membanjiri pasar regional dan global, itu yang harus kita wujudkan," ucap dia.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga memacu para pengusaha dan perusahaan BUMN berani menjadi pemain global. Talenta Indonesia, kata dia, harus dipersiapkan agar diperhitungkan dunia.

" Sekali lagi, kita harus semakin ekspansif, from local to global," tegas Jokowi.

4 dari 5 halaman

Jokowi: Data Digital Kekayaan Bangsa, Lebih Berharga dari Minyak

Dream - Jokowi meminta masyarakat dan aparat penegak hukum bersiap menghadapi ancaman kejahatan siber dan penyalahgunaan data digital.

" Data adalah jenis kekayaan baru bangsa kita, kini data lebih berharga dari minyak," ujar Jokowi saat menyampaikan pidato kenegaraan di Gedung DPR/ MPR, Jakarta, Jumat 16 Agustus 2019.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini meminta aparat penegak hukum melindungi data pribadi masyarakat. Menurut dia, perlindungan data pribadi merupakan hak rakyat Indonesia.

" Regulasinya harus segera disiapkan tidak boleh ada kompromi," ucap presiden bernama lengkap Joko Widodo ini.

Dengan adanya regulasi tersebut, kata dia, akan membuat masyarakat menjadi aman.

" Sekali lagi, inti dari regulasi adalah melindungi kepentingan rakyat, serta melindungi kepentingan bangsa dan negara. Regulasi harus mempermudah rakyat mencapai cita-citanya," kata mantan Walikota Solo itu.

Apabila regulasi dibuat bertujuan untuk memudahkan masyarakat, niscaya rakyat Indonesia akan terus melakukan inovasi untuk kemajuan bangsa.

5 dari 5 halaman

Jokowi Sindir Anggota DPR yang Studi Banding ke Luar Negeri

Dream - Di atas mimbar, Jokowi menunjukkan layar ponsel. Di tengah pidato kenegaraan tersebut, presiden bernama lengkap Joko Widodo itu menyentuh gambar.

" Mau ke Amerika? Di sini ada komplit semuanya. Mau ke Rusia? Juga ada semuanya. Mau ke Jerman? Di sini juga ada semuanya. Dan saya kira ini juga relevan untuk Bapak Ibu anggota Dewan," kata Jokowi.

Sebelum menunjukkan ponsel pada pidato kenegaraan dalam Sidang Bersama Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia, Jumat 16 Agustus 2019 itu, Jokowi meminta anggota dewan agar bekerja lebih efisien.

" Saya ingatkan kepada jajaran eksekutif agar lebih efisien. Untuk apa studi banding jauh-jauh sampai ke luar negeri padahal yang kita butuhkan bisa diperoleh dari smart phone kita," ujar dia.

Beri Komentar
Pengakuan Mencengangkan Aulia Kesuma, Dibalik Rencana Pembunuhan Suami dan Anak Tirinya