Jokowi Resmikan Jalan Tol Terpanjang di Indonesia

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 15 November 2019 16:36
Jokowi Resmikan Jalan Tol Terpanjang di Indonesia
Panjang 189 km dan dibangun dalam 2,5 tahun.

Dream - Jokowi meresmikan tol terpanjang di Indonesia yang ada di Jalan Tol Trans Sumatera. Ruas yang diresmikan adalah Terbanggi Besar-Pematang Panggang Kayu Agung (Terpeka).

Presiden bernama lengkap Joko Widodo itu mengatakan, ruas tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung merupakan jalan tol terpanjang di Indonesia. Panjangnya mencapai 189 kilometer.

“ Tol sepanjang 189 kilometer adalah jalan tol terpanjang yang pernah saya resmikan. Kami harapkan akan disambung lagi dari Kayu Agung ke Palembang, dan nantinya akan lanjut sampai Betung, Banyuasin,” kata Jokowi dalam keterangan tertulis yang diterima Dream, Jumat 15 November 2019.

Menurut Jokowi, jalan tol ini punya arti yang besar, misalnya menciptakan perbaikan jaringan logistik yang lebih baik, memfasilitasi produksi perkebunan, dan menciptakan lapangan kerja baru.

1 dari 7 halaman

Sabet Rekor Muri

Kontraktor Jalan Tol Trans Sumatera, PT Hutama Karya (Persero) juga menyabet penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI).

Perusahaan pelat merah ini memecahkan rekor pembangunan tol terpanjang yang memakan waktu kurang dari 2,5 tahun. Tak hanya terpanjang, Tol Terpeka menjadi jalan tol yang tercepat di Indonesia.

“ Setelah diresmikan, jalan tol ruas Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung sudah beroperasi secara penuh serta dapat dilalui oleh masyarakat,” kata Direktur Utama Hutama Karya, Bintang Perbowo.

2 dari 7 halaman

Bisa Tampung Lebih dari 6.400 Kendaraan

Jalan Tol Trans Sumatera ruas Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung akan melengkapi jalan tol Bakauheni-Terbanggi Besar yang sudah terbangun lebih dahulu dan beroperasi sejak bulan lalu. Ruas tol ini secara keseluruhan berjarak 189 kilometer yang membentang dari Lampung hingga Sumatera Selatan. Tiga ruas tol ini sendiri terbagi terbagi atas 2 seksi dimana, Seksi I ruas Terbanggi Besar – Pematang Panggang terhampar sejauh 112km kemudian Seksi II ruas Pematang Panggang – Kayu Agung sepanjang 77km.

Tol Terpeka memiliki 17 jembatan, 6 simpang susun dan 23 underpass yang akan memperlancar aksesibilitas serta perjalanan dari dan menuju ke arah Palembang, Sumatera Selatan. Tol dengan lebar jalur utama sebesar 3.6 M untuk tiap lajur ini dilengkapi dengan 6 Gerbang Tol (GT) yaitu GT Gunung Batin di KM 26, GT Menggala yang ada di KM 43, GT Lambu Kibang di KM 61, GT Way Kenanga di KM 77, GT Simpang Pematang di KM 99, dan GT Kayu Agung di KM 188.

Tol Terpeka dapat menampung volume kendaraan sebanyak lebih dari 6.400 kendaraan setiap harinya. Para pengguna jalan nantinya bisa beristirahat di 9 tempat istirahat yang tersebar di sepanjang tol Terpeka, yang saat ini masih dalam tahap penyelesaian pembangunan. Terdapat 5 tempat istirahat di jalur yang mengarah ke Kayu Agung, dan 4 sisanya untuk arah ke Bakauheni.

3 dari 7 halaman

Fakta Sebenarnya Pembatas Jalan Tol Bergerak Sendiri Terungkap

Dream - Misteri pembatas jalan water barier yang bergerak sendiri di jalan tol akhirnya terungkap. Pengelola jalan tol, PT Jasamarga Pandaan Malang (JPM) memastikan pembatas berwarna orange itu bergerak karena hembusan angin

Lokasi kejadian dipastikan terjadi di kawasan proyek pembangunan rest area Km 65-66 Jalan Tol Pandaan-Malang pada Senin,  28 Oktober 2019 sekitar pukul 6 petang. 

Sebelumnya informasi yang beredar di media sosial menyebutkan lokasi kejadian berlangsung di Tol Cipularang.

Dalam video rekaman CCTV itu terlihat dua pembatas jalan atau barrier di ruas jalan tol bergerak sendiri. Satu barier bahkan bergerak sampai ke tengah ruas jalan tol tersebut. 

 

 

PT JPM memastikan tak ada unsur mistis dari kejadian itu. Perusahaan  mengungkapkan pembatas jalan itu bergerak karena tekanan angin kencang.

" Faktor penyebab kejadian tersebut adalah bocornya water barrier yang sebelumnya telah diisi air sesuai aturan," dikutip dari pernyataan tertulis JPM.

Dari hasil penyelidikan di lapangan, kedua barrier yang bergerak tersebut dikabarkan bocor mengakibatkan water barrier tersebut kosong. Alhasil, saat terjadi hembusan angin yang cukup kuat, water barrier kosong tersebut terdorong mengikuti arah tengah.

4 dari 7 halaman

Terjadi di Jalan Tol Pandaan-Malang

Kejadian tersebut dipastikan terjadi di proyek pembangunan rest area Km 65-66 Jalan Tol Pandaan-Malang pada hari Senin 28 Oktober 2019 pukul 18.00 WIB.

lokasi Rest Area tersebut merupakan daerah bukit yang digali serta di sisi selatan terdapat lembah yang terbuka yang kerap terjadi hembusan angin kencang.

 Water Barrier

PT JPM memastikan water barrier yang bocor tersebut saat ini telah diganti dengan yang baru serta memastikan seluruh water barrier yang ada di sepanjang Jalan Tol Pandaan-Malang juga terisi air.

5 dari 7 halaman

Diganti Pembatas Jalan Baru

Langkah ini dilakukan agar water barrier tidak bergerak sehingga dapat menghalangi kendaraan yang melintas dan menimbulkan bahaya untuk pengguna jalan.

 Water Barrier

Selain di lajur, water barrier yang terpasang di lokasi Proyek Pembangunan Rest Area juga dimaksudkan untuk mengamankan pengguna jalan dan pekerja proyek agar tidak terjadi kecelakaan.

PT JPM juga mengimbau pengguna jalan untuk dapat berkendara dengan mematuhi aturan lalu lintas, memperhatikan rambu dan arahan petugas di lapangan untuk agar keselamatan pengguna jalan.

" Kami imbau agar masyarakat dapat melakukan verifikasi terhadap informasi sebelum mempercayai hal-hal yang sebenarnya dapat dijelaskan secara ilmiah dan bahkan menghubungkan kejadian tersebut dengan ruas jalan tol lainnya di luar Jalan Tol Pandaan-Malang," ujar perusahaan.

(Sah)

6 dari 7 halaman

Banyak yang Sudah Menduga Karena Agin

Sebelumnya akun instagram @_infocegatansolo sempat mengunggah sebuah rekaman CCTV yang menunjukkan sejumlah pembatas jalan (water barier) bergerak sendiri.

Ya, Barier yang diketahui memiliki berat sepuluh kilogram itu terlihat bergeser sendiri hingga berada di tengah lajur pertama.

" Penampakan pembatas jalan bergerak sendiri di tol km 69 cipularang," tulis akun @_infocegatansolo.

Tak ayal peristiwa ini banyak mendapat atensi warganet. Sebagian besar masih berpikir positif dengan mengatakan pergerakan pembatas jalan itu disebabkan oleh angin.

" Angin gaksi? Km 69-71 kan emang anginya kenceng biangeeet," tulis akun @realabon.

" Mungkin angin min,kadang bisa penyebab kecelakaan. So hati² dan selalu fokus klo lewat jalan tol," tulis akun @indigo.story.

Seperti apa videonya? Yuk intip dibawah ini:

7 dari 7 halaman

Ini Videonya

      View this post on Instagram

Penampakan pembatas jalan bergerak sendiri di tol km 69 cipularang

A post shared by infocegatansolo (@_infocegatansolo) on

Beri Komentar
Anak Millenial Wajib Tahu, Ini Tips Umroh Tenang Tanpa Utang