ATM Setor Tarik BCA Sabet Rekor MURI

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 18 November 2019 16:36
ATM Setor Tarik BCA Sabet Rekor MURI
Kehadiran teknologi ini memang bertujuan mempermudah nasabah untuk setor uang.

Dream - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menyabet penghargaan sebagai Bank Swasta Nasional yang Memiliki Jumlah Mesin ATM Setor Tarik Terbanyak di Indonesia dari Museum Rekor Indonesia (MURI).

Jumlah ATM setor tarik BCA Per 18 November 2019 telah mencapai 6.888 unit yang tersebar se-Indonesia. Penyebarannya terbagi atas wilayah Jabodetabek 49 persen dan luar Jabodetabek 51 persen.

Wakil Presiden Direktur BCA, Armand W. Hartono, mengapresiasi penghargaan yang diberikan MURI. Armand mengatakan kehadiran ATM setor tarik selain mempermudah nasabah yang sibuk juga bisa menekan jumlah antrean.

“ Serta memberikan nasabah kemudahan untuk setor dan tarik tunai selama 24 jam tanpa mengisi formulir,” kata dia di Bekasi, Jawa Barat, Senin 18 November 2019.

Rekor MURI diserahkan oleh Wakil Direktur MURI Osman Semesta Soesilo kepada Wakil Presiden Direktur BCA Armand W Hartono, didampingi Direktur BCA Erwan Yuris, Kepala BCA Kanwil IX Djoko R. Mijaata, dan EVP Network Management BCA Weminto Suryadi.

Sekadar informasi, sejak tahun 2016, BCA telah melakukan upaya pengembangan jaringan ATM terhadap penambahan Cash Recycle Machine (CRM) untuk pelayanan setor dan penarikan uang tunai dalam satu mesin.

“ MURI berharap BCA bisa berinovasi lagi dalam membantu meningkatkan ekonomi Indonesia,” kata Wakil Direktur MURI, Osman Semesta Soesilo.

(Sah, Laporan: Diah Tama Yanti)

1 dari 6 halaman

Laba BCA Mekar 13%, Raih Rp20,9 Triliun di Kuartal III-2019

Dream – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mencatat laba perusahaan hingga kuartal III-2019 naik 13 persen menjadi Rp20,9 triliun. Setahun sebelumnya, bank swasta terbesar di Indonesia ini mencatat laba senilai Rp18,5 triliun.

Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja mengatakan, peningkatan laba di BCA berkat dukungan kinerja operasional yang baik, seperti pendapatan bunga bersih yang naik 12,3 persen menjadi Rp37,4 triliun.

Sumber penghasilan BCA lainnya datang dari pendapatan operasional yang naik 19,3 persen atau Rp15 triliun.

" BCA terus menciptakan inovasi-inovasi untuk memenuhi kebutuhan nasabah yang semakin berkembang," kata Jahja di Jakarta, Senin 28 Oktober 2019.

 

 

Hingga September 2019, BCA melaporkan total penyaluran perusahaan telah mencapai Rp585 triliun, atau naik 10,9 persen dibandingkan kuartal III-2018. Dengan rasio pembiayaan bersama, NPL berada di level 1,6 persen.

Pertumbuhan kredit BCA ditopang dari bisnis korporasi yang mencapai Rp232 triliun (Naik 16,5%), kredit konsumer Rp156,3 triliun (4,1%).

2 dari 6 halaman

DPK BCA Naik Berkat Berkal e-Channel

Untuk dana murah, BCA mencatat dana pihak ketiga (DPK) perusahaan tumbuh 10,4 persen menjadi Rp683,1 triliun. Jahja mengatakan, CASA BCA sejatinya ditopang dari transaksi di e-channel.

Sementara deposito berjangka pada meningkat 19,7 persen atau sebesar Rp169,2 triliun.

" Kami fokus dalam menjaga likuiditas dan permodalan yang solid serta kualitas kredit yang sehat akan menopang kinerja bisnis BCA segera berlanjut," kata Jahja.

3 dari 6 halaman

Mobile Banking BCA Tak Bisa Diakses, Ini Penyebabnya?

Dream – Aplikasi mobile banking BCA menjadi sorotan para penggunanya. Sebab, aplikasi ini tak bisa diakses sedari pagi.

Kendala akses ini menjadi perbincangan warganet Twitter, menurut pantauan Dream. Mereka mengaku sinyal mobile banking BCA “ merah” alias tak bisa diakses.

 

 

“ @HaloBCA M-Banking errorkah? Merah teruuuuuuss,” cuit @fiidyatama.

“ Apakah BCA Mobile hari ini gangguan? Kok, notifnya merah terus?” tulis @mirzatjendra.

“ Mbanking BCA lampunya merah mulu, lama banget kayak perempatan Tomang,” cuit @antoinetteshann.

4 dari 6 halaman

Ternyata, Ini Biang Keroknya

Pihak BCA ini menyebut ada kendala yang membuat akses mobile banking terganggu.

“ Kami infokan kepada Bapak/Ibu pelanggan sebelumnya ada kendala, namun saat ini sudah normal kembali. Kami sarankan Bapak/Ibu mencoba kembali,” cuit @HaloBCA.

Dikutip dari Liputan6.com, Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja, mengatakan aplikasi ini sulit diakses karena masalah IP Adrees BCA.

" Problemnya IP Address BCA tidak bisa diakses dari dunia internet,"  ujar dia kepada Liputan6.com.

Saat ini, BCA masih berkoordinasi dengan penyedia layanan internet untuk mengetahui lebih lanjut sumber dari masalah ini.

" Kami sedang koordinasi dgn internet provider untuk mencari tau sumber masalahnya. Kami tidak menemukan adanya kerusakan hardware atau system di BCA," kata dia.

(Sumber: Liputan6.com/Septian Deny)

5 dari 6 halaman

Bank Royal Akan Digabung dengan BCA Syariah, Ini Kata Dirut BCA

Dream – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) belum lama ini mengakuisisi PT Bank Royal Indonesia. Aksi korporasi itu rencananya akan disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) pada 20 Juni 2019.

Pada Rabu 12 Juni 2019, Direktur Utama BCA, Jahja Setiaatmadja, mengatakan salah satu agendanya adalah meminta persetujuan para pemegang saham terhadap akuisisi Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU) I.

Santer terdengar kabar Bank Royal selanjutnya akan digabungkan dengan BCA Syariah.

Menanggapi kabar ini, Jahja mengatakan peleburan ini tak bisa dilakukan secara singkat. Hal ini disebabkan oleh Bank Royal belum punya fokus bisnis.

 

 

Perusahaan rencananya akan memperbaiki dahulu kinerja keuangan Bank Royal.

“ Tunggu harus distabilkan dulu Bank Royal sampai profit, baru kemudian di-merger. Saya rasa tidak bisa tahun ini,” kata dia.

Sekadar informasi, BCA dan BCA Finance mencaplok semua saham Bank Royal senilai Rp1 triliun. Angka ini belum termasuk transaksi material. Tentang rencana akuisisi berikutnya terhadap bank lain, Jahja masih tidak memberikan keterangan lebih lanjut.

" Nanti deh," kata dia.

6 dari 6 halaman

Suntik Rp800 Miliar

Jahja mengatakan perusahaan akan menyuntikkan dana kepada BCA Syariah senilai ratusan miliar. Rencananya, dana ini akan disuntikkan akhir tahun ini.

“ Ada sekitar Rp800 miliar. Kalau bisa, tahun ini pada semester II 2019,” kata dia.

Jahja mengatakan suntikan modal ini akan digunakan untuk ekspansi BCA Syariah salah satunya pembukaan cabang di Aceh.

" Mereka (BCA Syariah) bagus perkembangan kredit dan profitabilitynya. Kita siapkan lah, kapan inject tinggal tunggu kebutuhannya," kata dia.(Sah)

Beri Komentar
Yenny Wahid Rilis Produk Kecantikan Halal