Jurus KH Ma'ruf dan Sandiaga Uno Tingkatkan SDM, Pilih Mana?

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 18 Maret 2019 14:42
Jurus KH Ma'ruf dan Sandiaga Uno Tingkatkan SDM, Pilih Mana?
Apa strategi mereka untuk meningkatkan SDM di Indonesia?

Dream - Semalam digelar debat calon wakil presiden (cawapres). Materi tentang peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) turut ditanyakan.

Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 01, KH Ma'ruf Amin, mengatakan, akan memberikan pelatihan dan kursus gratis kalau terpilih menjadi wakil presiden periode 2019-2024.

Bersama capres nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi), dia juga akan melakukan revitalisasi SMK dan Politeknik untuk meningkatkan kualitas SDM Indonesia.

" Kami akan melakukan revitalisasi SMK, Politeknik. Kami akan perkuat, kami perbesar, kami sempurnakan," kata Ma'ruf di Jakarta, dikutip dari Liputan6.com, Senin 18 Maret 2019.

Menurut dia, kursus gratis akan diberikan untuk meningkatkan keterampilan. Dengan begitu, SDM Indonesia tak hanya siap untuk menjadi pekerja, tetapi juga untuk membuka usaha sendiri.

" Ini janji pemerintah yang akan datang untuk memberikan kesempatan keterampilan, kepada tenaga kerja, bukan hanya untuk kerja tapi juga untuk bisa mandiri," kata dia.

Maruf juga akan melakukan pergeseran, dari yang tadi fokus kepada infrastruktur menjadi pembangunan SDM.

" Oleh karena itu, kami mohon doa kepada rakyat Indonesia agar cita-cita, niat kami itu dapat terwujud," kata dia.

1 dari 1 halaman

Bagaimana dengan Sandiaga Uno?

Sementara, Cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno, mengatakan, Rumah Siap Kerja disiapkan untuk menekan angka pengangguran di Indonesia. Dia mengatakan SDM Indonesia memiliki potensi besar untuk berkembang.

" Indonesia negara kaya-raya, SDA melimpah, SDM hebat-hebat, pintar-pintar, rajin-rajin. Saya bertemu dengan SDM di seluruh wilayah Indonesia, mereka memancarkan wajah yang optimis," kata dia.

Menurut Sandiaga, Rumah Siap Kerja yang baru saja diluncurkan akan menawarkan link and match antara pendidikan dengan dunia kerja. Dikatakan bahwa lulusan SMK mendomunasi pengangguran. Ada 61 persen pengangguran di Indonesia yang berasal dari lulusan SMK.

" Mereka masuk SMK karena ingin cepat kerja, tapi justru susah mencari lapangan kerja. Oleh karena itu, kami launching Rumah Siap Kerja," kata dia.

Sandiaga mengatakan, layanan ini berasal dari berbagai kebutuhan dari generasi muda untuk mendapatkan pekerjaan, mulai dari pendidikan sampai menyambungkannya dengan kebutuhan kerja.

" One stop service, meningkatkan keterampilan mereka, me-link and match apa yang dibutuhkan, penyedia lapangan kerja, apa yang dihasilkan oleh sistem pendidikan kita," kata dia.

(Sumber: Liputan6.com/Septian Deny)

Beri Komentar
Tutorial Ikuti Audisi LIDA 2020 Indosiar di KapanLagi Lewat Handphone