Penampakan 8 Karung Uang Bernilai Rp30 M dari KM Lestari Maju

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 4 Juli 2018 11:42
Penampakan 8 Karung Uang Bernilai Rp30 M dari KM Lestari Maju
Uang ini sempat tenggelam bersama dengan KM Lestari Maju.

Dream – Para Pegawai Negeri Sipil di Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan bisa bernapas lega. Uang Rp30 miliar yang ikut tenggelam dalam peristiwa tenggelamnya Kapal Motor Lestari Maju di Perairan Bira, Bulukumba berhasil dievakuasi  tim SAR. 

Uang miliaran tersebut dibungkus dalam delapan karung dengan berat sekitar 18 kilogram. 

“ Iya. Alhamdulillah uang untuk gaji ke-13 dan bulan Juli 2018 PNS jajaran Pemkab Selayar sudah dievakuasi semalam, tepatnya sekitar pukul 21.00 WITA,” kata Kepala Cabang Bank Sulselbar Selayar, Nusjam Amstrong dikutip dari Liputan6.com, Rabu 4 Juli 2018.

Menurut Nursjam, uang tersebut telah diamankan di Kantor Cabang Bank Sulselbar Selayar untuk dibuka dan dilihat dilihat kondisinya.

“ Jika ada yang basah, segera ditukarkan ke Bank Indonesia (BI),” kata Nursjam.

Dengan ditemukannya uang ini, pembayaran gaji PNS untuk bulan ini dipastikan akan dilakukan tepat waktu. Dia juga tak lupa mengucapkan apresiasi kepada pihak yang terlibat dalam proses evakuasi, terutama tim SAR gabungan yang terdiri atas Basarnas, polisi, TNI, pegawai bank, komunitas diving, dan masyarakat Selayar.

“ Insya Allah kami komitmen dan Alhamdulillah berkat doa dan upaya maksimal semuanya berhasil terselamatkan,” kata Nusjam.

Sebelumnya, Direktur Utama Bank Sulselbar, Andi Muhammad Rahmat mengatakan uang yang hilang tersebut sebetulnya sudah di-cover asuransi. Selama ini proses pengiriman uang tunai untuk gaji PNS sudah sesuai prosedur dan mengikuti mekanisme yang ada.

Dia mengatakan, mengirimkan gaji PNS dalam bentuk uang tunai karena masih ada masyarakat yang membutuhkan pembayaran dalam bentuh cash. Padahal pihaknya telah bekerja sama dengan bank yang ada di kabupaten tersebut untuk pembayaran melalui fasilitas transfer.

Ya, proses kirimnya memang harus via cash, sebab masyarakat perlu uang tunai meski sebelumnya ada kerja sama dengan bank yang ada di sana," kata Rahmat.

(Sumber: Liputan6.com/Eka Hakim)

 

Beri Komentar