Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Sidang Tahunan IDB Ke-41 Digelar Di Jakarta (ANTARA FOTO/M Agung Raja)
Dream - Keuangan syariah diyakini punya peran penting dalam target pembangunan yang berkelanjutan (sustainable development goal/SDG's). Apalagi model keuangan syariah memiliki karakter khusus yang bisa menyokong target tersebut.
" Banyak aspek dalam SDG's yang dimiliki oleh keuangan syariah, termasuk masyarakat yang inklusif, kesetaraan, kemitraan, dan keadilan sosial," kata Menteri Keuangan, Bambang P. S. Brodjonegoro dalam acara " 41th Annual Meeting Islamic Development Bank Group" di Jakarta, Senin 16 Mei 2016.
Dengan karater tersebut, lanjut dia, keuangan syariah bisa menekan ketimpangan yang terjadi di negara-negara.
Menurut Bambang, keuangan mikro syariah, seperti Sukuk, pun juga masuk ke dalam semangat SDG's. Karakter utama institusi lembaga keuangan mikro syariah adalah kepercayaan bisnis antara kreditur dengan debitur. Mayoritas nasabah keuangan mikro syariah adalah masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah yang tidak terjangkau oleh sistem keuangan, tapi ingin berpartisipasi dalam ekonomi.

" Lembaga keuangan mikro syariah punya dua misi, yaitu sosial religus, seperti mendukung pemenuhan kebutuhan, dan ekonomi, yaitu untuk meningkatkan profit dan membantu mereka untuk pengoperasian jangka panjang dan keberlanjutan finansial," kata dia.
Selain itu, Bambang mengatakan ada juga sektor keuangan syariah yang bergerak di bidang sosial, yaitu zakat, sedekah, dan wakaf. Misalnya, wakaf. Wakaf memainkan peran yang penting sebagai sebuah mekanisme lembaga pendonor. Wakaf ditujukan untuk membentuk sebuah lembaga sektor non profit.
" Dengan membentuk aset masyarakat, wakaf punya potensi untuk membentu entitas non profit yang bisa digunakan untuk pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan sosial di komunitas muslim," kata dia.

Bambang mengatakan total tanah wakaf di Indonesia saat ini sebesar 1.400 km persegi dengan nilai kurang lebih US$60 juta, tapi mayoritas dari mereka masih menganggur.
" Kalau lahan wakaf ini bisa diatur secara optimal, kami yakin, itu bisa berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat," kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya