Pegang Merek Ratusan Tahun, Dituduh Menjiplak Perusahaan Baru

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 29 Juni 2016 10:13
Pegang Merek Ratusan Tahun, Dituduh Menjiplak Perusahaan Baru
Produsen sepatu ini dituntut karena dianggap menjiplak merek dagang perusahaan Tiongkok.

Dream - Di Tiongkok kasus pelanggaran hak cipta kerap terjadi. Perusahaan yang kerap dituntut biasanya perusahaan Tiongkok yang dianggap menjiplak merek dagang perusahaan dari negara lain.

Namun, kini kebalikannya, perusahaan Tiongkok yang menggugat perusahaan asing karena menilai perusahan tersebut menggunakan merek yang sama dengan perusahaannya.

Dilansir dari situs Shanghaiist, Rabu 29 Juni 2016, seorang pengusaha bernama Zhou Lelun, menggugat New Balance karena telah menggunakan nama " Xin Bailun" (dalam bahasa Mandarin, xin bailun berarti keseimbangan baru atau new balance dalam bahasa Inggris) di Tiongkok.

Zhou mengaku telah menggunakan merek Bailun untuk merek dagangnya sejak tahun 2004.

Perusahaan sepatu asal Amerika Serikat ini pun tak mau mengalah begitu saja. New Balance yang sudah berdiri sejak tahun 1906 ini menggugat balik merek dagang Zhou. Menurut New Balance, merek dagang Zhou telah melanggar hak kekayaan intelektual. Gugatan New Balance kalah di meja hijau. Tahun lalu, Pengadilan Sipil Menengah Guangzhou meminta New Balance sebesar 98 juta rmb sebagai ganti rugi Zhou.

New Balance mengajukan banding untuk putusan ini. Kali ini mereka maju ke Pengadilan Sipil Tingkat Tinggi Guangdong. Lagi-lagi mereka kalah. Pengadilan Guangdong tetap memutuskan New Balance bersalah dan harus membayar denda 5 juta rmb. Keputusan ini keluar pada Kamis minggu lalu. Alasannya, New Balance sudah mengetahui Zhou sebagai pemilik Xin Bailun tapi mereka tetap menggunakannya.

Putusan ini membuat New Balance kecewa. " Putusan ini bertentangan dengan pemahaman dunia maju tentang hak kekayaan intelektual," kata juru bicara New Balance, Amy Dow.

Beri Komentar