#BBM Satu Harga Viral di Sosmed, Ada Apa?

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 27 April 2017 17:44
#BBM Satu Harga Viral di Sosmed, Ada Apa?
Pemerintah mencanangkan program BBM Satu Harga untuk mewujudkan keadilan energi.

Dream – Warganet khususnya pengguna Twitter, dibuat heboh dengan munculnya tanda pagar (Hashtag) BBM Satu Harga. Hashtag yang terus disebut di sejumlah akun resmi milik pemerintah itu menjadi trending topic sejak siang tadi. 

Beberapa bulan lalu Presiden Joko Widodo (Jokowi) memang sudah meresmikan kebijakan Bahan Bakar Minyak (BBM) Satu Harga di Papua. Di beberapa kota di pulau paling Indonesia itu, harga BBM sudah sama sama dengan masyarakat di Pulau Jawa.

Namun ada kehebohan apa di balik BBM Satu Harga kali ini? 

Dari hasil penelisikan Dream, laman esdm.go.id, Kamis 27 April 2017, mengunggah artikel yang membahas tentang BBM Satu Harga. Kebijakan ini dilatarbelakangi oleh mahalnya harga BBM di beberapa daerah, terutama di Indonesia Bagian Timur, daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Daerah-daerah ini menjadi fokus pemerintah dalam mengimplementasikan program BBM Satu Harga.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), I. G. N. Wiratmaja Pudja, mengatakan program ini menemui tantangan berupa pendistribusian, wilayah yang jauh, dan konsumsi yang sedikit.

“ Pulau yang kecil-kecil dan sangat jauh dari jangkauan adalah kendala yang cukup rumit sehingga membutuhkan waktu untuk membangun (lembaga penyalur),” kata Wiratmaja di Jakarta.

Dia mencontohkan, Kepulauan Anambas, Riau. Wiratmaja mengatakan lembaga penyalur BBM akan dibangun di daerah Anambas, Jemaja, Riau.

Progress-nya saat ini sedang dilakukan survei moda angkutan dan telah ada calon investornya,” kata Wiratmaja.

Dia berkata dukungan dari berbagai pihak sangat diperlukan untuk menyukseskan program BBM Satu Harga. Kebijakan ini diharapkan bisa membantu pertumbuhan ekonomi dan memperbaiki kesejahteraan rakyat.

“ Jelas biaya transportasi akan lebih murah, biaya logisitik akan lebih murah sehingga harga juga bisa akan bisa diturunkan. Dengan demikian, diperlukan kerja sama yang solid dari seluruh pihak yang terlibat,” kata Wiratmaja.

Sekadar informasi, untuk mendukung kebijakan tersebut, Kementerian ESDM telah menetapkan Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 36 Tahun 2016 tentang Percepatan Pemberlakuan Satu Harga Jenis BBM Tertentu dan Jenis BBM Khusus Penugasan Secara Nasional. Permen ini mengamanatkan agar Badan Usaha penyalur BBM mendirikan penyalur di Lokasi Tertentu yaitu lokasi-lokasi yang belum terdapat Penyalur Jenis BBM Tertentu dan Jenis BBM Khusus penugasan, sehingga masyarakat dapat membeli BBM dengan harga jual eceran yang ditetapkan pemerintah. Target Kebijakan BBM satu harga yaitu pembangunan sekitar 150 lembaga penyalur hingga tahun 2019.

Untuk tahun 2017 ditargetkan terdapat 54 lembaga penyalur yang selesai dibangun. Dari target tersebut, saat ini telah beroperasi 10 penyalur yaitu di Provinsi Sumatera Utara (Nias Selatan), Sumatera Barat (Kepulauan Mentawai), Jawa Tengah (Jepara), Jawa Timur (Sumenep), Nusa Tenggara Barat (Sumbawa), Nusa Tenggara Timur (Sumba Timur), Sulawesi Tenggara (Wakatobi), Kalimantan Timur (Mahakam Hulu), Papua Barat (Sorong Selatan) dan Maluku Utara (Pulau Morotai).

Dengan kebijakan ini, maka BBM satu harga di provinsi Papua dan Papua Barat sekarang sudah siap diwujudkan dengan harga jual premium Rp6.450 rupiah per liter dan solar Rp5.150 rupiah per liter. Harga tersebut tidak hanya di SPBU, tapi juga di titik serah terima yang lebih rendah seperti di tingkat penyalur atau Agen Premium dan Minyak Solar (APMS).

Untuk mendorong implementasinya, Kementerian ESDM juga menerbitkan regulasi turunan yaitu Surat Keputusan (SK) Direktur Jenderal Migas terkait lokasi untuk pendistribusian jenis BBM tertentu dan BBM khusus penugasan secara bertahap dari tahun 2017 hingga 2019. SK Dirjen Migas dengan Nomor 09.K/10/DJM.O/2017 tersebut mengatur 148 lokasi yang penugasannya diberikan kepada PT Pertamina (Persero) dan PT AKR Corporindo Tbk.

1 dari 1 halaman

Sambutan Hangat Netizen

Program kebijakan ini menyedot perhatian netizen. Kebijakan BBM Satu Harga sempat menjadi trending topic di Twitter. Netizen menyambut baik program pemerintah ini. Seorang netizen berakun @herubiru03 menyambut baik kebijakan BBM Satu Harga.

“ Kebijakan apa pun jika itu baik dan membawa manfaat bagi bangsa sebaiknya di dukung. #BBMBerkeadilan,” tulis @herubiru03.

Netizen berakun @dekrifin pun menuturkan hal serupa. Menurut dia sudah seharusnya harga BBM harus sama di seluruh Indonesia.

“ Satu negara, Satu Indonesia. Yah, seharusnya harga BBM juga harus sama, jika itu masih di Indonesia #BBMBerkeadilan,” tulis @dekrifin.

Lembaga pemerintah pun turut mencuit kebijakan program BBM Satu Harga. “ Demi wujudkan keadilan energi di seluruh wilayah Indonesia, Pemerintah canangkan BBM satu harga #BBMBerkeadilan,” tulis Kementerian Pertanian lewat akun Twitternya, @kementan.

“ BBM Satu Harga. Wujud nyata pemerataan energi di Indonesia #BBMBerkeadilan,” tulis Kementerian Dalam Negeri dengan akun Twitter @Kemendagri_RI.

Beri Komentar