Jusuf Kalla: Ketahanan Ekonomi Bergantung pada Sinergi Pemerintah, Pengusaha, dan Masyarakat

Reporter : Kojiro Hyu
Senin, 3 Agustus 2026 17:24
Jusuf Kalla: Ketahanan Ekonomi Bergantung pada Sinergi Pemerintah, Pengusaha, dan Masyarakat
Kondisi ekonomi selalu mengalami siklus naik dan turun. Karena itu, yang dibutuhkan adalah daya tahan dan semangat untuk terus berusaha.

DREAM.CO.ID - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional di tengah berbagai tantangan global.

Hal tersebut disampaikan Jusuf Kalla saat membuka Rapat Kerja dan Konsolidasi Nasional (Rakerkonas) Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) ke-XXXV di Hotel Claro Makassar, Senin (3/8/2026).

Menurut JK, negara yang ingin maju harus memiliki tiga komponen utama yang saling mendukung, yakni pemerintahan yang baik, pengusaha yang produktif, serta masyarakat yang aktif sebagai konsumen sekaligus produsen.

“ Suatu negara yang ingin maju selalu mempunyai tiga hal pokok yang menjadi penunjang ekonomi bangsa. Pertama pemerintah, kedua pengusaha, dan ketiga masyarakat,” ujar JK.

JK menjelaskan, pemerintah memiliki peran dalam menciptakan regulasi yang baik, membangun infrastruktur, serta menyediakan layanan publik yang efektif. Sementara pengusaha berperan menciptakan lapangan kerja, membangun industri, dan memberikan kontribusi melalui pembayaran pajak.

“ Yang membangun ekonomi adalah para pengusaha, karena pengusaha membuka lapangan pekerjaan, menciptakan industri, mempekerjakan banyak orang, dan membayar pajak,” katanya.

Ia juga menyoroti pentingnya keseimbangan antara peran pemerintah dan mekanisme pasar. Menurutnya, perkembangan ekonomi dunia menunjukkan adanya perubahan pola, dari dominasi pasar bebas menuju peran negara yang kembali lebih kuat.

JK mencontohkan sejumlah negara yang menerapkan kombinasi sistem ekonomi dan pemerintahan berbeda. Menurutnya, keberhasilan ekonomi sangat bergantung pada keseimbangan antara kebijakan pemerintah dan aktivitas dunia usaha.

“ Yang penting adalah keseimbangan antara pemerintah dan dunia usaha,” jelasnya.

Tantangan Ekonomi Indonesia

Jusuf Kalla APINDO

Dalam kesempatan tersebut, JK menyebut ekonomi Indonesia saat ini menghadapi berbagai tekanan, baik dari faktor eksternal maupun internal.

Dari sisi global, konflik internasional seperti perang di Timur Tengah dan Ukraina berdampak terhadap kenaikan harga energi, biaya produksi, serta persaingan ekonomi yang semakin ketat, termasuk dengan Tiongkok.

“ Pengaruh ekonomi dunia tidak bisa kita hindari. Harga minyak naik, ongkos naik, ekspor bisa turun,” ungkap JK.

Selain faktor global, JK juga menyoroti kebijakan domestik yang berdampak terhadap kondisi ekonomi, seperti peningkatan utang dan defisit anggaran yang perlu dikelola secara hati-hati.

Ia juga mengingatkan ancaman perubahan iklim seperti fenomena El Nino yang dapat menurunkan produksi pertanian dan berdampak pada daya beli masyarakat.

“ Perubahan iklim akan menyebabkan hasil pertanian menurun. Akibatnya konsumsi masyarakat juga akan berubah,” ujarnya.

Dorong Produktivitas Daerah dan Ekspor

Jusuf Kalla APINDO

JK meminta pemerintah daerah terus mendorong produktivitas masyarakat, khususnya sektor yang memiliki potensi ekspor. Menurutnya, kondisi ekonomi setiap daerah di Indonesia berbeda-beda sehingga membutuhkan kebijakan yang sesuai dengan karakter masing-masing wilayah.

Ia mencontohkan sejumlah daerah di luar Pulau Jawa yang memiliki basis komoditas ekspor seperti kopi, kakao, dan hasil laut masih memiliki peluang pertumbuhan karena mendapatkan keuntungan dari penerimaan dolar.

“ Berikan insentif dan kemudahan kepada komunitas yang melakukan ekspor, sehingga masyarakat mendapatkan pendapatan lebih besar,” kata JK.

JK juga mengingatkan agar pemerintah menjaga belanja negara agar tetap efektif. Menurutnya, pengurangan anggaran secara berlebihan dapat berdampak pada melemahnya aktivitas ekonomi, mulai dari pembayaran pegawai hingga berkurangnya pekerjaan bagi sektor kontraktor.

Pentingnya Hubungan Pengusaha dan Buruh

Jusuf Kalla APINDO

Dalam forum pengusaha tersebut, JK juga menyinggung peran Apindo dalam menjaga hubungan harmonis antara pengusaha dan pekerja.

Menurutnya, keseimbangan hubungan industrial sangat penting agar produktivitas ekonomi tetap terjaga.

Ia mengatakan, kebijakan pengupahan harus mempertimbangkan faktor inflasi dan pertumbuhan ekonomi agar daya beli pekerja tidak menurun.

“ Kalau inflasi tidak dimasukkan dalam perhitungan gaji buruh, maka pendapatan riil buruh akan turun. Kalau pendapatan riil turun, produktivitas juga akan menurun,” jelasnya.

JK berharap Apindo terus menjadi wadah yang memperkuat kerja sama antara pengusaha, pekerja, dan pemerintah dalam menghadapi tantangan ekonomi.

Ia menegaskan bahwa kondisi ekonomi selalu mengalami siklus naik dan turun. Karena itu, yang dibutuhkan adalah daya tahan dan semangat untuk terus berusaha.

“ Tidak ada ekonomi yang turun terus menerus atau naik terus menerus. Selalu ada siklus. Karena itu yang dibutuhkan adalah daya tahan,” pungkas JK.

Beri Komentar