© Pexels.com/Аня Кринцер
DREAM.CO.ID - Secangkir teh kerap menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari, baik untuk menemani sarapan maupun diminum menjelang waktu istirahat. Bagi orang yang memperhatikan tekanan darah, pilihan jenis teh ternyata dapat dipertimbangkan berdasarkan efek yang berbeda pada tubuh. Teh hijau dan teh chamomile sama-sama berpotensi memberikan manfaat, tetapi bekerja melalui mekanisme yang tidak sama.
Teh hijau memiliki pengaruh yang lebih langsung terhadap tekanan darah. Minuman ini mengandung senyawa tumbuhan bernama katekin yang berpotensi membantu menurunkan tekanan darah sistolik maupun diastolik. Katekin, termasuk epigallocatechin gallate (EGCG), disebut dapat membantu membuat pembuluh darah lebih fleksibel dan memperbaiki sirkulasi. Senyawa tersebut juga berpotensi mengurangi peradangan, yang dalam jangka panjang dapat berkontribusi terhadap kekakuan dan penyempitan pembuluh darah.
Temuan tersebut didukung oleh meta-analisis terhadap 24 uji klinis terkontrol secara acak. Penelitian itu menemukan bahwa konsumsi teh hijau berkaitan dengan penurunan tekanan darah sistolik rata-rata sebesar 1,17 mmHg dan tekanan darah diastolik sebesar 1,24 mmHg. Dilansir dari Verywell Health, ahli jantung Nieca Goldberg mengatakan bukti yang tersedia menunjukkan teh hijau memang dapat memberikan efek penurunan tekanan darah, meski pengaruhnya tergolong kecil.
Namun, teh hijau juga mengandung kafein. Pada sebagian orang, terutama mereka yang tidak terbiasa mengonsumsi kafein atau sensitif terhadapnya, kafein dapat menyebabkan tekanan darah meningkat untuk sementara. Karena itu, jumlah konsumsi perlu disesuaikan dengan toleransi tubuh. Orang yang sensitif terhadap kafein dapat membatasi konsumsi hingga satu cangkir sehari atau memilih teh hijau tanpa kafein yang tetap mengandung senyawa tumbuhan bermanfaat.
Berbeda dari teh hijau, chamomile tidak diketahui memberikan pengaruh langsung terhadap tekanan darah. Potensi manfaatnya lebih berkaitan dengan kemampuan minuman ini membantu tubuh rileks dan tidur lebih baik. Chamomile memiliki efek sedatif ringan yang dapat membantu mengurangi stres dan meningkatkan kualitas tidur. Kondisi tersebut secara tidak langsung dapat mendukung tekanan darah yang lebih sehat, terutama ketika kecemasan atau kurang tidur menjadi salah satu faktor yang membuat tekanan darah meningkat.
Penelitian mengenai hubungan chamomile dengan tekanan darah masih tergolong awal. Beberapa studi menunjukkan potensi chamomile dalam membantu mengurangi kecemasan dan memperbaiki kualitas tidur, tetapi bukti yang tersedia belum cukup untuk menyimpulkan bahwa teh chamomile secara langsung menurunkan tekanan darah.
Keunggulan lain chamomile adalah sifatnya yang bebas kafein. Karena itu, minuman ini dapat menjadi pilihan yang lebih sesuai untuk diminum pada sore atau malam hari tanpa khawatir kafein mengganggu tidur. Meski demikian, chamomile dapat berinteraksi dengan obat tertentu, termasuk warfarin dan kemungkinan obat penenang. Orang yang memiliki alergi terhadap ragweed atau tanaman yang berkerabat dengannya juga perlu berhati-hati karena berisiko mengalami reaksi alergi.
Dengan demikian, pilihan antara teh hijau dan chamomile bergantung pada kebutuhan. Teh hijau lebih tepat jika yang dicari adalah minuman dengan bukti yang mendukung pengaruh langsung meski kecil terhadap tekanan darah. Sementara itu, chamomile dapat dipilih bagi mereka yang sensitif terhadap kafein atau ingin minum teh menjelang tidur. Keduanya bahkan dapat dikonsumsi pada waktu berbeda, misalnya teh hijau pada pagi atau siang hari dan chamomile pada malam hari.
Namun, teh bukan solusi utama untuk mengendalikan hipertensi. Pola makan sehat untuk jantung, olahraga teratur, tidur berkualitas, pengelolaan stres, serta konsumsi obat sesuai resep tetap menjadi bagian yang lebih penting. Mengandalkan satu jenis minuman saja tidak akan menghasilkan perubahan drastis pada tekanan darah.
Advertisement
Sosok Low Tuck Kwong, Dulu Perantau Kini Raja Batu Bara Indonesia

Tenteng Tumbler Hits, Bisa Bantu Kurangi Sampah Plastik

Mirwan Suwarso, Orang Madiun Dibalik Melejitnya Klub Sepak Bola Eropa Como-1907

AI Kini Jadi Penasihat Kecantikan Baru, Ungkap Studi Maverick Indonesia

Thrifting Favorit Gen Z, Tonjolkan Personal Style dan Ekonomi Sirkular



10 Mitos Kesehatan yang Masih Banyak Dipercaya, Padahal Tidak Sepenuhnya Benar

Mengapa Media Sosial Bisa Membuat Anda Sedih? Ini 5 Alasannya


Mengapa Banyak Orang Suka Menonton Konten Misteri? Ternyata Bisa Membantu Mengelola Rasa Cemas

Otak Manusia Ternyata Dirancang untuk Terhubung dengan Orang Lain, Ini Penjelasannya

12 Tanda Anda Perlu Segera Periksa ke Dokter Kulit, Jangan Tunggu Parah