© Pexels.com/Chen Te
DREAM.CO.ID - Di tengah tren olahraga yang semakin bergeser dari sekadar membentuk tubuh menjadi aktivitas yang memiliki target dan tantangan, nama HYROX semakin sering muncul. Orang-orang yang sebelumnya rutin berlari, berlatih angkat beban, atau menghabiskan waktu di pusat kebugaran kini mulai mengenal format latihan yang menggabungkan keduanya. Lantas, HYROX sebenarnya olahraga seperti apa?
HYROX merupakan kompetisi kebugaran yang memadukan lari dengan latihan fungsional dalam satu perlombaan. Formatnya dibuat seragam di berbagai negara sehingga peserta tidak hanya mengejar pengalaman berolahraga, tetapi juga dapat membandingkan catatan waktunya dengan peserta lain secara global. Dilansir dari situs resmi HYROX, olahraga ini diluncurkan di Jerman pada 2017 dan kini berkembang menjadi seri perlombaan kebugaran internasional. Pada 2026, HYROX menjadwalkan lebih dari 100 event di seluruh dunia.
Yang membuat HYROX berbeda adalah format perlombaannya yang relatif mudah dipahami. Peserta berlari sejauh 1 kilometer, kemudian menyelesaikan satu stasiun latihan fungsional, lalu kembali berlari 1 kilometer. Pola tersebut diulang sebanyak delapan kali sehingga total terdapat delapan kilometer lari dan delapan stasiun latihan.
Delapan stasiun itu terdiri atas SkiErg sejauh 1.000 meter, sled push sejauh 50 meter, sled pull 50 meter, burpee broad jumps 80 meter, rowing 1.000 meter, farmers carry 200 meter, sandbag lunges 100 meter, dan ditutup dengan 100 wall balls. Dengan demikian, peserta tidak cukup hanya memiliki kemampuan berlari atau kekuatan otot. Mereka harus mampu mempertahankan performa ketika tubuh sudah mengalami kelelahan dari aktivitas sebelumnya.
Di sinilah karakter HYROX menjadi menarik. Lari menguji daya tahan kardiovaskular, sedangkan stasiun latihan menuntut kekuatan, daya tahan otot, koordinasi, dan kemampuan menggunakan tubuh secara efisien. Seseorang yang kuat mengangkat beban tetapi tidak terbiasa berlari akan menghadapi tantangan berbeda dibanding pelari yang memiliki daya tahan bagus tetapi kurang terbiasa mendorong sled atau membawa beban.
HYROX juga tidak hanya ditujukan bagi atlet profesional. Ada kategori Open untuk peserta yang ingin menghadapi tantangan standar, sementara kategori Pro menggunakan beban yang lebih berat. Peserta juga dapat mengikuti kategori Doubles bersama satu pasangan atau Relay bersama tim berisi empat orang. Dalam kategori Doubles, pasangan berlari bersama tetapi dapat membagi pekerjaan di stasiun latihan sesuai strategi mereka.
Format yang seragam membuat HYROX sekaligus menjadi olahraga yang sangat terukur. Peserta mendapatkan catatan waktu keseluruhan dan waktu pada setiap bagian perlombaan. Hasil tersebut dapat dibandingkan dengan peserta lain melalui sistem peringkat global. Artinya, latihan di gym memiliki tujuan yang lebih konkret: seseorang dapat berlatih untuk memperbaiki waktu lari, meningkatkan kemampuan pada sled push, atau memangkas waktu di wall balls pada perlombaan berikutnya.
Pertumbuhan HYROX juga menunjukkan bagaimana batas antara olahraga rekreasional dan kompetisi semakin kabur. Sejak dimulai di Hamburg, Jerman, olahraga ini berkembang ke berbagai negara dan kota. Penyelenggara menyebut lebih dari 90.000 atlet mengikuti musim 2022/2023, sementara sejumlah event besar telah menarik puluhan ribu peserta dan penonton.
Karena itu, HYROX sebenarnya bukan sekadar jenis latihan baru di gym. Ia merupakan format fitness racing yang mengubah latihan kebugaran menjadi perlombaan dengan aturan, jarak, beban, waktu, dan peringkat yang terukur. Bagi orang yang merasa lari jarak jauh terlalu monoton tetapi latihan beban saja kurang menantang, kombinasi keduanya mungkin menjadi alasan mengapa HYROX sedang menemukan banyak penggemar baru.
Advertisement
AI Kini Jadi Penasihat Kecantikan Baru, Ungkap Studi Maverick Indonesia

Thrifting Favorit Gen Z, Tonjolkan Personal Style dan Ekonomi Sirkular

Sraya Nusa Buka Babak Baru Diadona.id, Bangun Ruang Kolaborasi Untuk Perempuan Indonesia

Sehari dalam Kehidupan Purbaya

XLSMART Raih Apresiasi Perempuan Berpengaruh 2026 Kategori Future Forward Lewat Sisternet


Lebih Sehat Mana antara Susu Full Cream atau Susu Skim untuk Kesehatan Jantung?

AI Kini Jadi Penasihat Kecantikan Baru, Ungkap Studi Maverick Indonesia

Apa Sih Artinya Incel? Ketika Istilah Jomblo Berkembang Menjadi Subkultur di Internet

Memasuki Usia 50 Tahun, Ini Pemeriksaan dan Vaksin yang Sebaiknya Tidak Dilewatkan


Kisah Elisabeth dan 5 Anaknya Tinggal di Huntara Usai Gempa NTT, Menanti Rumah Baru

Skaer Clinic Resmi Buka Cabang di Tebet, Hadirkan Layanan Estetik hingga Bedah Minor