Sehari dalam Kehidupan Purbaya

Reporter : Eko
Selasa, 15 September 2026 15:24
Sehari dalam Kehidupan Purbaya
Datang ke DPD sebagai Menteri Keuangan RI. Ketika pulang sore hari, sudah bukan menteri lagi.

DREAM.CO.ID - Pagi itu belum ada yang berubah. Purbaya Yudhi datang ke DPD RI sebagai menteri. Dia bahkan memimpin jajaran Kementerian Keuangan dalam rapat yang membahas anggaran negara tahun depan.

Seperti rapat yang sudah-sudah, Purbaya memaparkan materi. Dia menjelaskan angka-angka di bahan presentasi. Semua dirinci, dijabarkan dari mana uang negara datang dan kemana pergi. Dia juga menjawab tanya para senator di ruangan itu.

Yang dibahas memang angka, anggaran negara. Namun bukan berarti semua peserta rapat mengernyitkan dahi. Rapat soal isi brankas negara itu sesekali diselipi intermezzo. Gelak tawa pun mewarnai presentasi Purbaya, yang kadang blak-blakan.

Dalam satu sesi, Purbaya membeberkan upaya penanganan pajak yang bocor. Pabrik baja asal China jadi contoh. Dia menyebut ada 40 pabrik baja dari Negeri Panda yang tidak membayar pajak penuh. Petugas pajak sudah diperintah mengaudit. Tapi tak dilaksanakan juga. Dia mencium ada permainan.

Gaya Santai Menkeu Purbaya Makan di Kantin Sederhana, Semringah Sapa Warga

Karena itulah dia sidak. Terjun ke Pulogadung. Tahulah dia pekerja pabrik itu sebagian besar dari China. Banyak uang mengalir ke luar negeri. Tidak fair, kata dia. Industri lokal bayar pajak penuh, pabrik baja yang disidak itu hanya sebagian. Purbaya menyisir laporan pajaknya.

“ Setelah kita periksa pajaknya, mereka punya utang ke saya minimal Rp200 miliar, kalau ditekan lagi mendekati Rp1 triliun,” tutur Purbaya dalam rapat yang dimulai pukul sepuluh pagi itu.

Purbaya berjanji memperbaiki kinerja pajak. Selain mengerek kas negara, juga menciptakan iklim usaha yang adil. Jika sama-sama bayar pajak, dia yakin industri baja dalam negeri bakal hidup dan membuka banyak pekerjaan. “ Ada keributan sedikit-sedikit tapi nggak apa-apa,” tutur dia.

Menkeu Purbaya Lapor Kinerja APBN Triwulan III 2025, Pendapatan Negara Capai Rp1,8 Triliun

Keributan itu terjadi karena Purbaya merasa terhina. Perusahaan China itu, kata dia, menyepelekan aturan Indonesia. Mereka bilang tak ada gunanya patuh dan orang Indonesia tak akan bisa berubah, karena semua bisa diselesaikan dengan uang.

“ Itu kan menghina kita. Kita akan antem yang begitu-begitu, walaupun saya kelihatan ketawa-ketawa, ini kurang ajar,” tegas Purbaya sambil menghantamkan kepalan tangan kanan ke meja.

Pada bagian lain, Purbaya memaparkan dana pusat ke daerah. Isu ini memang lagi memanas. Pada topik yang sensitif tersebut, dia sempat melempar candaan tentang Dirjen Anggaran di kementeriannya.

“ Ini Dirjen (anggaran) saya pelit sekali. Kalau nggak masuk akal, kalau bilang nggak mau, habis itu nggak masuk kantor dia. Pokoknya susah dicari,” seloroh Purbaya, disambut gelak tawa.

***
Purbaya kerap blak-blakan. Dalam serah terima jabatan Menteri Keuangan, di samping Sri Mulyani yang digantikan, dia menyebut dirinya sebagai “ menteri kagetan”. Bergaya koboi.

Dalam kebijakan, geraknya juga cepat. Belum genap seminggu menjadi menteri, Purbaya memindahkan Rp200 triliun dana pemerintah di Bank Indonesia ke lima bank Himbara.

Momen Menkeu Purbaya Nilai Inflasi Singapura-Malaysia Lebih Jelek Dibanding RI

Tujuannya sederhana: membuat uang “ nganggur” itu bergerak menjadi kredit dan mendorong sektor riil.

Purbaya memberi keleluasaan pada bank untuk menyalurkan uang itu sesuai mekanisme bisnis. Pesan dia hanya satu, dana itu jangan diparkir di surat berharga. Jika bank bingung mencari proyek, pemerintah siap menyuplai daftar proyek yang bisa dibiayai.

Dia juga tak gusar saat Didik J Rachbini, yang menyebut kebijakan itu melanggar tiga undang-undang: UUD 1945 Pasal 23, UU No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, dan UU APBN.

Dia justru menjawab, “ Pak Didik salah undang-undangnya. Ini bukan perubahan anggaran, hanya uang kita dipindahkan saja. Saya sudah konsultasi dengan ahli-ahli hukum di Kemenkeu.”

Ia juga pernah menelepon sendiri Kring Pajak. Purbaya ingin tahu langsung bagaimana layanan Coretax bekerja. Dia ingin tahu sendiri, bukan sekadar mendapat laporan anak buahnya.

Pada 28 Agustus 2026, dia menyebut Rp120 triliun keuntungan Danantara akan masuk kas negara sebagai cadangan anggaran pemerintah.

“ Sudah dipastikan. Tinggal ditentukan kapan dia mau kirim, itu saja,” katanya.

Purbaya tak segan mengakui Danantara protes dengan kebijakan itu. Namun, kata dia, kebijakan itu sudah jadi keputusan Presiden Prabowo. Dia juga menyebut Danantara sudah berjanji pada Prabowo.

“ Saya terima aja, kan enak.” tutur Purbaya.

Semua itu terjadi dalam rentang setahun. Dan pada 14 September 2026, gaya kerja itu masih terlihat di ruang rapat DPD.

***
Namun, rapat di DPD RI itu terpaksa dijeda. Paparan Purbaya terhenti, disela oleh panggilan telepon dari Istana. Menteri Sekretaris Negara memanggil.

Setelah jeda usai, Purbaya tak terlihat di ruang rapat. Tayangan langsung di kanal YouTube DPD RI menampilkan paparan oleh Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Febrian Alphyanto Ruddyard.

Mantan Menteri Keuangan Purbaya

Sementara itu, stasiun televisi dan kanal YouTube berbagai media menyiarkan pelantikan Suahasil Nazara dari Istana Kepresidenan. Saat Purbaya masih bekerja, penggantinya sudah siap disumpah di gedung yang jaraknya tak sampai sepuluh kilometer dari tempatnya memaparkan program kerja tersebut.

Pagi hari Purbaya datang ke tempat itu masih sebagai Menteri Keuangan. Ia masih duduk di ruang rapat, menjalankan agenda, membicarakan keuangan negara. Saat pulang beberapa jam kemudian, Purbaya bukan lagi menteri.

Beri Komentar