Lebih Sehat Mana antara Susu Full Cream atau Susu Skim untuk Kesehatan Jantung?

Reporter : Abidah
Rabu, 16 September 2026 06:00
Lebih Sehat Mana antara Susu Full Cream atau Susu Skim untuk Kesehatan Jantung?
Produk susu, baik yang rendah lemak maupun tinggi lemak, tidak secara konsisten menunjukkan pengaruh positif ataupun negatif yang signifikan terhadap risiko penyakit jantung.

DREAM.CO.ID - Segelas susu sering dianggap sebagai pilihan sederhana untuk memenuhi kebutuhan kalsium dan protein sehari-hari. Namun, ketika memilih susu di rak supermarket, muncul pertanyaan yang cukup umum: apakah susu full cream lebih buruk untuk jantung dibandingkan susu skim yang hampir tidak mengandung lemak?

Pertanyaan ini kembali menarik perhatian setelah pedoman pola makan Amerika Serikat yang diperbarui pada 2025 memasukkan susu full cream sebagai bagian dari pola makan sehat. Susu jenis ini memang mengandung lebih banyak lemak jenuh dan kalori dibandingkan susu skim, tetapi keduanya menyediakan protein, kalsium, vitamin, serta sejumlah nutrisi penting lainnya dalam jumlah yang relatif serupa.

Selama bertahun-tahun, lemak jenuh mendapat perhatian khusus dalam kaitannya dengan kesehatan jantung. Lemak ini dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL atau yang sering disebut sebagai kolesterol " jahat" . Kadar LDL yang tinggi berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit jantung dan stroke.

Namun, penelitian yang lebih baru menunjukkan bahwa hubungan antara lemak susu dan kesehatan jantung tidak sesederhana anggapan sebelumnya. Produk susu, baik yang rendah lemak maupun tinggi lemak, tidak secara konsisten menunjukkan pengaruh positif ataupun negatif yang signifikan terhadap risiko penyakit jantung.

Kandungan Lemak Memang Berbeda

Perbedaan paling jelas antara susu full cream dan susu skim terletak pada kandungan lemak dan kalorinya. Dalam satu cangkir susu full cream terdapat sekitar 5 gram lemak jenuh, sedangkan susu skim hampir tidak mengandung lemak jenuh.

Pedoman diet Amerika Serikat menyarankan agar konsumsi lemak jenuh tidak melebihi 10 persen dari total kalori harian. Sementara itu, American Heart Association memberikan target yang lebih ketat, yakni sekitar 6 persen dari total kalori.

Meski demikian, tidak semua lemak jenuh memberikan dampak yang sama bagi tubuh. Susu dan produk olahan susu mengandung berbagai jenis asam lemak, termasuk asam lemak rantai pendek dan menengah. Komposisinya berbeda dari lemak jenuh yang banyak ditemukan pada daging berlemak dan sejumlah makanan olahan.

Caroline West Passerrello, ahli diet terdaftar sekaligus juru bicara Academy of Nutrition and Dietetics, menjelaskan bahwa bukti yang berkembang menunjukkan produk susu tinggi lemak seperti susu, yoghurt, dan keju tidak meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular dalam tingkat yang sama seperti mentega dan daging berlemak.

Artinya, bukan berarti susu full cream otomatis lebih sehat daripada susu rendah lemak. Namun, dampak lemak dari produk susu terhadap jantung tampaknya tidak bisa disamakan begitu saja dengan semua sumber lemak jenuh lainnya.

1 dari 2 halaman

Susu Skim Lebih Rendah Kalori

Jika pertimbangannya adalah jumlah kalori, susu skim memiliki keunggulan. Satu cangkir susu full cream mengandung sekitar 149 kalori, sedangkan susu skim sekitar 91 kalori.

Perbedaan sekitar 58 kalori per cangkir mungkin terlihat kecil. Namun, jumlah tersebut dapat menjadi berarti bagi seseorang yang minum susu beberapa kali sehari atau mengonsumsi susu bersama makanan dan minuman lain yang tinggi kalori.

Di luar kandungan lemak dan kalori, kedua jenis susu tersebut memiliki nilai gizi yang cukup mirip. Satu cangkir susu full cream maupun susu skim sama-sama menyediakan sekitar 300 miligram kalsium dan 8 gram protein.

Karena itu, pilihan tidak harus selalu didasarkan pada anggapan bahwa salah satunya " baik" dan yang lain " buruk" . Kebutuhan kalori, pola makan secara keseluruhan, serta preferensi rasa dapat menjadi pertimbangan yang lebih relevan.

 

2 dari 2 halaman

Perhatikan Keseluruhan Pola Makan

Bagi seseorang yang membutuhkan asupan kalori lebih tinggi, susu full cream dapat menjadi pilihan praktis. Sebaliknya, orang yang sedang membatasi kalori dapat memilih susu skim atau rendah lemak tanpa kehilangan manfaat utama seperti protein dan kalsium.

Yang lebih penting adalah melihat konsumsi susu sebagai bagian dari keseluruhan pola makan. Produk susu bukan hanya sumber lemak, tetapi juga menyediakan protein, kalsium, fosfor, dan sejumlah nutrisi lain yang berperan dalam menjaga fungsi tubuh, termasuk membantu pengaturan tekanan darah.

Jika ingin mengurangi lemak jenuh dari produk susu tinggi lemak, langkah yang juga penting adalah menggantinya dengan sumber lemak tak jenuh. Minyak zaitun, ikan, alpukat, dan biji labu merupakan beberapa contoh makanan yang dapat menjadi alternatif.

Dengan demikian, memilih susu full cream atau skim tidak perlu menjadi keputusan yang terlalu hitam-putih. Bagi kesehatan jantung, kualitas keseluruhan pola makan kemungkinan jauh lebih penting daripada terpaku pada satu jenis susu. Selama porsinya sesuai kebutuhan dan pola makan tetap seimbang, kedua jenis susu dapat menjadi bagian dari menu sehari-hari.

Beri Komentar