Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi
Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah
Berhenti Makan Gula Bikin Pusing dan Mudah Marah? Ini Cara Meredakan Gejalanya
Mengapa Sulawesi Dikenal dengan Nama Celebes? Begini Asal-usul Nama yang Dipakai Bangsa Eropa
Kebiasaan Sederhana Ini Disebut Bisa Bikin Pernikahan Lebih Kuat, Tak Perlu ke Gym
IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor
8 Tanda Tubuh Kebanyakan Kafein, dari Jantung Berdebar hingga Sulit Tidur
© Pexels.com/Darina Belonogova
DREAM.CO.ID - Secangkir teh hangat dengan sedikit susu menjadi minuman yang umum dikonsumsi di berbagai negara. Bagi sebagian orang, tambahan susu membuat rasa teh menjadi lebih lembut dan tidak terlalu pahit. Namun, jika tujuan utama minum teh adalah mendapatkan manfaat antioksidan, muncul pertanyaan: apakah susu justru mengurangi khasiat tersebut?
Dilansir dari Verywell Health, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa menambahkan susu ke dalam teh dapat menurunkan aktivitas antioksidan. Penurunannya bahkan berkisar antara 11 hingga 75 persen, tergantung jenis teh, susu, serta cara penyeduhannya. Meski demikian, bukan berarti teh dengan susu kehilangan seluruh antioksidannya.
Protein Susu Dapat Mengikat Antioksidan Teh
Teh yang berasal dari tanaman Camellia sinensis, seperti teh hitam dan teh hijau, dikenal sebagai sumber polifenol. Senyawa ini memiliki aktivitas antioksidan yang membantu melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas.
Ketika susu ditambahkan ke dalam teh, protein bernama kasein dapat berikatan dengan polifenol tersebut. Interaksi ini dapat menurunkan aktivitas antioksidan dan membuat sebagian senyawa lebih sulit diserap tubuh.
Namun, penting untuk tidak menarik kesimpulan bahwa susu membuat teh menjadi tidak sehat. Sebagian antioksidan tetap terdapat dalam teh setelah susu ditambahkan. Dengan kata lain, susu dapat mengurangi aktivitas antioksidan, tetapi tidak menghilangkannya secara keseluruhan.
Menariknya, kandungan lemak dalam susu tampaknya ikut memengaruhi seberapa besar penurunan aktivitas antioksidan. Penelitian yang membandingkan susu sapi utuh, semi-skim, dan skim pada beberapa jenis teh hitam menemukan bahwa seluruh jenis susu menurunkan kadar antioksidan.
Namun, susu skim justru memberikan penurunan yang lebih besar dibandingkan susu utuh dan semi-skim. Temuan tersebut menunjukkan bahwa hubungan antara susu dan antioksidan teh tidak hanya berkaitan dengan keberadaan protein, tetapi juga komponen lain dalam susu.
Karena penelitian mengenai hal ini masih berkembang, temuan tersebut belum berarti bahwa seseorang harus memilih susu tinggi lemak ketika ingin minum teh. Jenis susu tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan gizi dan kondisi kesehatan masing-masing.
Susu nabati seperti susu kedelai, almond, oat, dan kelapa juga dapat memengaruhi antioksidan dalam teh. Namun, penelitian mengenai hubungan tersebut masih lebih terbatas dibandingkan penelitian terhadap susu sapi.
Dalam sebuah penelitian yang menguji berbagai jenis susu pada matcha, seluruh jenis susu menurunkan aktivitas antioksidan dibandingkan matcha tanpa tambahan susu. Susu sapi memberikan pengaruh paling besar, disusul susu kedelai.
Sementara itu, susu almond, oat, dan kelapa memberikan pengaruh yang lebih kecil. Secara umum, susu nabati dengan kandungan protein lebih rendah cenderung memiliki dampak lebih kecil terhadap aktivitas antioksidan teh.
Susu bukan satu-satunya faktor yang menentukan jumlah antioksidan dalam secangkir teh. Lama penyeduhan juga berpengaruh. Penelitian menunjukkan bahwa teh yang diseduh selama sekitar 15 menit dapat menghasilkan kadar antioksidan lebih tinggi dibandingkan teh yang diseduh dalam waktu lebih singkat.
Jenis teh juga perlu diperhatikan. Teh hijau umumnya mengandung lebih banyak antioksidan dibandingkan teh hitam. Matcha bahkan dapat menyediakan antioksidan jauh lebih tinggi per cangkir dibandingkan teh hijau biasa karena seluruh bagian daun yang telah dihaluskan ikut dikonsumsi.
Menariknya, orang juga cenderung lebih sering menambahkan susu ke teh hitam dibandingkan teh hijau. Karena itu, pilihan jenis teh dan cara penyajiannya dapat ikut menentukan jumlah antioksidan yang diperoleh.
Tidak perlu. Jika menyukai teh dengan susu, kebiasaan tersebut tidak otomatis membuat minuman menjadi buruk bagi kesehatan. Teh tetap mengandung antioksidan meskipun ditambahkan susu.
Namun, bagi orang yang secara khusus ingin memaksimalkan asupan antioksidan dari teh, pilihan paling sederhana adalah meminumnya tanpa susu. Memilih teh hijau atau matcha juga dapat menjadi alternatif karena keduanya umumnya memiliki kandungan antioksidan lebih tinggi.
Pada akhirnya, manfaat teh tidak hanya ditentukan oleh satu komponen. Jenis teh, lama penyeduhan, jenis susu, dan pola konsumsi secara keseluruhan turut berperan. Jadi, menikmati teh dengan susu tetap boleh dilakukan, selama ditempatkan sebagai bagian dari pola makan yang seimbang.
Advertisement
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan


Jalan Kaki Bisa Bantu Turunkan Berat Badan, Ini 5 Cara Membuatnya Lebih Efektif

8 Tanda Tubuh Kebanyakan Kafein, dari Jantung Berdebar hingga Sulit Tidur

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor

Kebiasaan Sederhana Ini Disebut Bisa Bikin Pernikahan Lebih Kuat, Tak Perlu ke Gym

Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi

Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah