© Pexels.com/Yare Andrades
DREAM.CO.ID - Di pasar buah, kata “ jeruk” bisa merujuk pada banyak buah dengan bentuk, warna, rasa, bahkan cara konsumsi yang berbeda. Ada jeruk yang enak dimakan langsung karena manis dan mudah dikupas, ada yang lebih cocok diperas menjadi minuman, sementara lemon dan jeruk nipis hampir selalu digunakan sebagai pemberi rasa pada makanan. Bahkan kulit beberapa jenis jeruk justru lebih berharga untuk aroma dan bumbu daripada daging buahnya.
Keragaman tersebut bukan kebetulan. Keluarga jeruk atau Citrus memiliki sejarah evolusi yang kompleks. Penelitian genetika menunjukkan bahwa keragaman jeruk modern banyak berkaitan dengan tiga kelompok utama, yakni citron, mandarin, dan pomelo. Berbagai persilangan alami maupun hasil budidaya kemudian menghasilkan banyak kelompok dan varietas baru.
Dari Tiga Kelompok Menjadi Banyak Jenis
Dalam keluarga Citrus terdapat jeruk manis, jeruk mandarin, lemon, jeruk nipis, pomelo, grapefruit, citron, kumquat, serta berbagai hasil persilangan. Jeruk manis sendiri memiliki beberapa kelompok, termasuk navel, Valencia, dan blood orange. Sementara itu, kelompok mandarin sangat beragam dan mencakup sejumlah varietas yang dikenal dengan nama seperti clementine dan satsuma.
Keragaman genetik tersebut membuat karakter setiap buah berbeda. Ada varietas dengan kulit tebal dan sulit dikupas, tetapi memiliki daging buah yang besar. Ada pula yang kulitnya tipis dan mudah dilepaskan sehingga lebih cocok menjadi buah meja.
Perbedaan tersebut kemudian diperkuat oleh manusia melalui pemuliaan dan seleksi tanaman. Petani memilih tanaman dengan karakter yang dianggap menguntungkan, misalnya rasa lebih manis, jumlah biji lebih sedikit, ukuran lebih besar, atau lebih mudah dipanen. Proses panjang tersebut menghasilkan varietas yang memiliki karakter khusus sesuai kebutuhan konsumen.
Perbedaan cara konsumsi terutama berkaitan dengan keseimbangan rasa, tekstur, jumlah air, biji, dan ketebalan kulit. Jeruk navel, misalnya, banyak dikonsumsi sebagai buah segar karena relatif mudah dikupas dan memiliki karakter yang sesuai untuk dimakan langsung. Sebaliknya, kelompok jeruk seperti Valencia dikenal luas sebagai jeruk yang cocok untuk menghasilkan jus.
Mandarin dan turunannya juga terkenal sebagai buah meja karena ukurannya relatif kecil dan kulitnya mudah dikupas. Karakter seperti ini membuat buah lebih praktis dikonsumsi tanpa perlu alat tambahan.
Sementara itu, lemon dan jeruk nipis memiliki tingkat keasaman yang jauh lebih kuat. Karena rasanya terlalu asam untuk sebagian besar orang jika dimakan seperti jeruk manis, keduanya lebih sering dimanfaatkan untuk diambil airnya sebagai pemberi rasa pada makanan dan minuman. Lemon juga banyak digunakan dalam pengolahan pangan.
Menariknya, perbedaan fungsi tidak hanya terjadi pada daging buah. Pada beberapa jenis jeruk, kulit justru menjadi bagian yang bernilai tinggi.
Citron, misalnya, memiliki daging buah yang tidak menjadi bagian utama dalam konsumsi. Buah ini banyak dimanfaatkan kulitnya untuk dibuat manisan. Jeruk pahit atau Seville orange juga dikenal sebagai bahan pembuatan marmalade karena karakter rasa dan kulitnya yang khas.
Ada pula jeruk yang terkenal karena aromanya. Kulit jeruk mengandung minyak atsiri yang memberikan aroma khas, sehingga dapat digunakan untuk memasak, membuat minuman, hingga berbagai produk pangan dan pewangi.
Perbedaan warna pada jeruk bukan sekadar persoalan penampilan. Faktor genetik dan lingkungan memengaruhi pigmen pada kulit serta daging buah. Warna daging jeruk dapat berkisar dari kuning dan oranye hingga merah muda dan merah.
Blood orange, misalnya, memiliki warna merah akibat keberadaan antosianin. Varietas ini memiliki karakter visual dan komposisi senyawa yang berbeda dibandingkan jeruk manis biasa.
Dari sisi rasa, jeruk juga memiliki kombinasi rasa manis, asam, pahit, serta aroma yang berbeda. Kombinasi inilah yang menentukan apakah suatu varietas lebih sesuai untuk dimakan langsung, diperas, dijadikan campuran masakan, atau digunakan bagian kulitnya.
Jadi, banyaknya varian jeruk merupakan hasil dari perjalanan evolusi, persilangan, mutasi, lingkungan, dan seleksi manusia selama waktu yang panjang. Itulah sebabnya istilah “ jeruk” sebenarnya mencakup kelompok buah yang sangat beragam, bukan satu jenis buah dengan bentuk berbeda.
Perbedaan karakter tersebut akhirnya membuat cara konsumsinya ikut beragam. Jeruk manis dan mandarin cenderung menjadi buah meja, Valencia lebih dikenal untuk jus, lemon dan jeruk nipis berperan sebagai pemberi rasa, sedangkan citron dan jeruk pahit dapat dimanfaatkan terutama bagian kulitnya. Dengan kata lain, keberagaman jeruk bukan hanya memperbanyak pilihan di pasar, tetapi juga membuat keluarga Citrus memiliki tempat yang luas dalam budaya makan manusia.
Advertisement

Membaca Buku Sebelum Tidur Ternyata Bisa Membantu Tidur Lebih Nyenyak, Ini Alasannya


Bisakah Kesehatan Kulit Kepala Memprediksi Proses Penuaan Tubuh Secara Keseluruhan?


Cara Sukses di Tempat Kerja sebagai Introvert Tanpa Harus Berubah Menjadi Ekstrovert

Sering Nyeri Sendi Saat Menua? Terlalu Jarang Bergerak Bisa Memperburuk Kondisinya

Gujarat, Jejak Jalur Dagang yang Ikut Membentuk Islam di Nusantara