Lapisan Ozon Fungsinya Sangat Vital Bagi Makhluk Bumi/ Foto: Pexels
DREAM.CO.ID - Banyak orang yang tak menyadari kalau kehidupan di bumi sangat bergantung pada gas-gas dan lapisan ozon di yang ada di atmosfer. Saat kondisi gas ozon sangat rendah dan lapisannya tidak dalam kondisi baik atau dikenal dengan istilah “ lubang ozon”, bumi seperti tak punya pelindung dari panas dan bahayanya sinar ultraviolet.
Lapisan ozon fungsinya sangat vital bagi makhluk bumi. Sayangnya, kebiasaan kita sehari-hari malah sering memperburuk kondisi gas dan lapisan ozon. Pada 16 September 2026 kemarin, diperingati sebagai Hari Ozon Sedunia, untuk mengingatkan kembali agar semua pihak ikut menjaga lapisan ozon dengan cara-cara sederhana yang bisa dilakukan.
Seperti Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang berusaha ikut melakukan aksi penghematan energi dan pengurangan emisi karbon di wilayah Jakarta dengan melakukan pemadaman di sejumlah kawasan protokol Ibukota.
Pemadaman dilakukan pada Sabtu, 23 September 2023, pukul 20.30 – 21.30 WIB di Gedung Kantor Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kecuali Rumah Sakit, Puskemas, Klinik, dan fasilitas medis.
Mengapa langkah ini penting dilakukan? Sebelum membahas lebih lanjut, penting untuk mengingat kembali pengertian soal gas ozon dan lapisan ozon ini.
Ozon (O3) adalah gas yang tidak berwarna untuk kebiruan yang dibentuk oleh radiasi ultraviolet matahari (sinar matahari) dan molekul oksigen. Sementara lapisan ozon, dikutip dari BMKG.go.id, adalah bagian dari atmosfer bumi yang tepatnya berada di lapisan stratosfer (ketinggian sekitar 15–35 km di atas permukaan bumi) yang mengandung konsentrasi gas ozon (O₃) tinggi.

Sekitar 90 persen ozon berada di stratosfer dan dikenal sebagai good ozone. Di lapisan inilah ozon membantu melindungi bumi dari radiasi ultraviolet. Sementara itu, sekitar 10 persen berada di troposfer sebagai bad ozone, yang terbentuk akibat proses pencemaran udara.
Dikutip dari EPA United States Environmental Protection Agency , ozon tergantung pada lokasinya, memengaruhi kehidupan di bumi baik secara positif maupun negatif. Ozon di stratosfer terbentuk secara alami melalui interaksi radiasi ultraviolet (UV) matahari dengan molekul oksigen (O2). Lalu " Lapisan ozon," yang berada sekitar 6 hingga 30 mil di atas permukaan Bumi, mengurangi jumlah radiasi UV berbahaya yang mencapai permukaan Bumi.
Selain ozon yang ada di stratosfer, ada juga ozon troposfer atau ozon permukaan tanah, yang kita hirup sehari-hari, terbentuk terutama dari reaksi fotokimia antara dua kelompok utama polutan udara yaitu senyawa organik yang mudah menguap (*volatile organic compounds* atau VOC) dan nitrogen oksida (NOx).
Pembentuk reaksi senyawa tersebut secara tradisional dianggap bergantung pada adanya panas dan sinar matahari, sehingga menghasilkan konsentrasi ozon ambien yang lebih tinggi pada bulan-bulan musim panas.

Rupanya, dalam satu dekade terakhir, konsentrasi ozon yang tinggi juga teramati dalam kondisi tertentu pada bulan-bulan yang dingin. Meskipun sebagian ozon stratosfer berpindah ke troposfer dan sebagian VOC serta NOx terbentuk secara alami, sebagian besar ozon permukaan tanah merupakan hasil reaksi VOC dan NOx buatan manusia.
Sumber utama VOC meliputi pabrik kimia, pompa bensin, cat berbahan dasar minyak, bengkel bodi mobil, dan percetakan. Nitrogen oksida terutama dihasilkan dari pembakaran bersuhu tinggi. Sumber utamanya meliputi pembangkit listrik, tungku serta ketel uap industri, dan kendaraan bermotor.
Dikutip dari Kementerian Lingkungan Hidup sinar ultraviolet merupakan bentuk energi radiasi yang dipancarkan matahari. Sementara intensitas radiasi ultraviolet yang mencapai permukaan bumi dapat diukur menggunakan UV Index, dengan skala mulai dari 0 atau rendah hingga 11+ atau ekstrem.
Ketika lapisan ozon menipis, lebih banyak radiasi UV dapat mencapai permukaan bumi. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko terhadap kesehatan manusia. Paparan UV-B yang meningkat dapat menyebabkan kanker kulit, mempercepat penuaan kulit, serta merusak kornea dan lensa mata. Dampaknya juga dapat dirasakan oleh makhluk hidup lainnya.
Pada tanaman, paparan UV-B yang tinggi dapat menghambat pertumbuhan karena mengganggu distribusi nutrien. Gangguan tersebut dapat berdampak pada keberlangsungan spesies tanaman dan persediaan pangan.
Lapisan ozon secara alami terus mengalami proses pembentukan dan penguraian. Masalah muncul ketika keseimbangan tersebut terganggu. Salah satu penyebabnya adalah keberadaan bahan kimia buatan manusia yang mengandung klorin dan/atau bromin, yang dikenal sebagai Bahan Perusak Ozon (BPO). Senyawa halokarbon tertentu dapat bertahan sangat lama di atmosfer, bahkan selama 20–120 tahun, sebelum mencapai stratosfer.

Di stratosfer, energi ultraviolet dapat memecah molekul tertentu dan melepaskan atom klorin. Atom tersebut kemudian dapat bereaksi dengan ozon dan memicu rangkaian reaksi kimia yang menguraikan molekul ozon. Klorin yang dilepaskan kembali dapat mengulangi siklus tersebut.
Langkah yang Bisa Dilakukan untuk Melindungi Ozon
Untuk melindungi lapisan ozon, kita perlu mengurangi dan menghentikan penggunaan bahan perusak ozon, terutama CFC dan halon yang termasuk BPO (Bahan Perusak Ozon).. Bahan-bahan tersebut dapat melepaskan klorin dan bromin di stratosfer yang menghancurkan ozon dan menyebabkan terbentuknya lubang ozon, istilah untuk wilayah dengan konsentrasi ozon yang sangat menipis, terutama di atas Antarktika.
Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan untuk aktif menjaga lapisan ozon:
Perlu dicatat, lubang ozon bukanlah lubang kosong, melainkan wilayah lapisan ozon yang sangat menipis. Berbagai upaya dilakukan oleh banyak pihak, baik nasional maupuan internasional untuk mengurangi bahan perusak ozon di atmosfer, sehingga lapisan ozon menunjukkan tanda-tanda pemulihan.
Advertisement
Sosok Low Tuck Kwong, Dulu Perantau Kini Raja Batu Bara Indonesia

Tenteng Tumbler Hits, Bisa Bantu Kurangi Sampah Plastik

Mirwan Suwarso, Orang Madiun Dibalik Melejitnya Klub Sepak Bola Eropa Como-1907

AI Kini Jadi Penasihat Kecantikan Baru, Ungkap Studi Maverick Indonesia

Thrifting Favorit Gen Z, Tonjolkan Personal Style dan Ekonomi Sirkular



10 Mitos Kesehatan yang Masih Banyak Dipercaya, Padahal Tidak Sepenuhnya Benar

Mengapa Media Sosial Bisa Membuat Anda Sedih? Ini 5 Alasannya


Apakah Bahasa Baru atau Sekadar Dialek Berbeda? Mengungkap Fakta Mengenai Bahasa Betawi


Teh Hijau vs Teh Chamomile, Mana yang Lebih Baik untuk Menjaga Tekanan Darah?