© 2026 Sherly Tjoanda (Inatagram @s_tjo)
DREAM.CO.ID - Sherly Tjoanda memang pendatang baru. Belum genap dua tahun naik panggung politik. Namun, namanya sudah muncul dalam sejumlah survei calon presiden untuk Pilpres 2029. Angkanya memang belum besar. Tapi berulang kali masuk daftar. Gubernur Maluku Utara itu mulai dikenali di luar basis politiknya di kawasan timur Indonesia.
Februari lalu, Sherly masuk sepuluh besar survei Indonesia Public Institute (IPI). Dia menjadi salah satu tokoh yang disebut dalam survei calon presiden untuk Pilpres 2029 dengan elektabilitas 3,8 persen. Namanya juga muncul pada jajak pendapat SMRC yang digelar 5-19 Juli. Elektabilitasnya 1,2 persen.
Dalam polling Median yang dilaksanakan pada waktu berdekatan, 21 Juli-2 Agustus, elektabilitasnya 4,1 persen. Sedangkan dalam survei Tempo Data Science yang dihelat pada 31 Juli–11 Agustus elektabilitas gubernur yang menjabat sejak 2025 itu mencapai 4 persen.
Angka-angka itu memang tidak bisa dibaca sebagai tren. Metode survei yang merilis hasil itu tidak sama. Waktu pengambilan sampel, jumlah kandidat dalam simulasi, serta bangunan pertanyaan masing-masing jajak pendapat mungkin juga berbeda pula.

Namun, angka-angka itu bisa dibaca lewat perspektif lain. Yang lebih penting kini bukan angka elektabilitas, melainkan konsistensi kemunculan nama Sherly dalam bursa tokoh yang dianggap layak bersaing dalam Pilpres 2029.
***
Sherly tidak berangkat dari partai politik. Kariernya sebagai politisi justru dimulai dari sebuah tragedi. Pada Pilkada Maluku Utara 2024, suaminya, Benny Laos, jadi calon gubernur. Namun pada 12 Oktober 2024, Benny meninggal dunia dalam kecelakaan speedboat di Kabupaten Pulau Taliabu.
Sherly, yang saat itu merupakan pebisnis dan ibu rumah tangga, menggantikan posisi Benny sebagai calon gubernur dan berpasangan dengan Sarbin Sehe. Perubahan calon dari Benny ke Sherly ditetapkan oleh KPU Maluku Utara pada 23 Oktober 2024.
Jalan masuk Sherly ke dunia politik itu betul-betul tidak direncanakan. Namun cara yang tidak lazim itu justru membawanya pada kemenangan. Sherly dan Sarbin Sehe unggul dari tiga pasangan lainnya. Mereka meraup 359.416 suara. Setara 51,68 persen. Sherly dan Sarbin dilantik pada 20 Februari 2025.
Sherly memang menang di Maluku Utara. Sudah memerintah hampir dua tahun. Tapi menerobos ke gelanggang politik nasional sungguh tidak mudah. Di sana bercokol politisi kawak. Bukan cuma satu, tapi sangat banyak. Sudah begitu bertahun-tahun menjadi elite partai.

Apalagi provinsi tempat Sherly memimpin itu hanya menyumbang sebagian kecil dari pemilih nasional. Pulau Maluku Utara memang hampir seribu. Namun hanya dihuni kurang dari sejuta pemilih. Karena itu, suara 359.416 dalam Pilkada 2024 tidak otomatis berubah menjadi dukungan nasional untuk Pilpres 2029.
Justru dalam konteks itulah hasil sejumlah survei nasional itu jadi penting. Bagaimana wajah baru seperti Sherly tertangkap radar oleh berbagai survei nasional.
***
Saat merilis hasil survei Februari lalu, peneliti IPI Abdan Sakura mengatakan bahwa munculnya figur bari, seperti Sherly, dalam bursa capres datang karena sejumlah faktor. Ada faktor kepemimpinan, ketokohan, rekam jejak, integritas personal, hingga eksposur media sosial.
Sherly rupanya memenuhi beberapa di antara faktor itu. Jika kita melihat survei kinerjanya pada setahun pertama menjabat, mayoritas masyarakat Maluku Utara mengaku puas. Survei Indikator Politik yang dirilis 4 Maret 2026 menunjukkan 85,1 persen warga Maluku Utara paus dengan kinerja Sherly.
Wanita 44 tahun ini juga jadi alternatif bagi pemilih muda. Jika menyelam lebih dalam survei Indikator Politik yang merilis skor approval rating 85,1 persen itu, maka kita menemukan bahwa generasi muda sebagai pendukung loyal Sherly. Tingkat kepuasan Gen Z pada kinerja Sherly 91.6 persen.

Survei lain yang memotret kinerja Sherly datang dari Muda Berbicara ID. Dalam laporan berjudul “ 10 Gubernur dengan Kinerja Terbaik Versi Anak Muda Awal 2026” dia berada di puncak. Sherly dipilih 18,50 persen responden. Dia mengalahkan Gubernur Jakarta Pramono Anung yang mendapat 17,30 persen dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di posisi tiga dengan 17,10 persen.
Sherly juga dekat dengan masyarakat, Maklum, dia sering terjun ke lapangan. Dalam foto dan video yang viral di media sosial, dia lebih sering berada di tengah banyak orang ketimbang mendekam di kantor. Di media sosialnya pun juga bertaburan konten dari lapangan.
Faktor media sosial juga menjadi pendorong popularitas Sherly. Banyak video yang berseliweran di lini masa menunjukkan Sherly sedang turun ke lapangan. Lihat saja akun Instagramnya. Kini ada 3,6 juta pengikut. Di sana pula dia memajang berbagai aktivitasnya. Dia sering terjun ke lapangan.
Sebaran media sosial memanglah luas. Tidak seperti majalah pemerintah yang hanya dipajang di kantor-kantor. Jangkauan itu memungkinkan kinerja Sherly tak hanya diketahui oleh masyarakat Maluku Utara. Lewat berbagai platform media sosial lah kinerjanya terlihat sampai ke daerah lain.
Bagaimanapun, Pilpres 2029 masih jauh. Masih tiga tahun lagi. Angka-angka dalam survei itu tidak lantas menjadi tolok ukur Sherly layak melaju dalam kontestasi RI 1. Selain waktu masih jauh, banyak faktor untuk menuju arah itu. Tapi yang jelas, paling tidak survei itu bisa menunjukkan bahwa pintu nya sudah terbuka.
Advertisement
Sosok Low Tuck Kwong, Dulu Perantau Kini Raja Batu Bara Indonesia

Tenteng Tumbler Hits, Bisa Bantu Kurangi Sampah Plastik

Mirwan Suwarso, Orang Madiun Dibalik Melejitnya Klub Sepak Bola Eropa Como-1907

AI Kini Jadi Penasihat Kecantikan Baru, Ungkap Studi Maverick Indonesia

Thrifting Favorit Gen Z, Tonjolkan Personal Style dan Ekonomi Sirkular



10 Mitos Kesehatan yang Masih Banyak Dipercaya, Padahal Tidak Sepenuhnya Benar

Mengapa Media Sosial Bisa Membuat Anda Sedih? Ini 5 Alasannya


Teh Hijau vs Teh Chamomile, Mana yang Lebih Baik untuk Menjaga Tekanan Darah?

Mengapa Banyak Orang Suka Menonton Konten Misteri? Ternyata Bisa Membantu Mengelola Rasa Cemas

Otak Manusia Ternyata Dirancang untuk Terhubung dengan Orang Lain, Ini Penjelasannya