Potret Warga Shibuya yang Tidur di Sembarang Tempat

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Minggu, 10 Februari 2019 11:02
Potret Warga Shibuya yang Tidur di Sembarang Tempat
Foto-foto ini menunjukkan bahwa orang-orang Shibuya menyukai kerja keras dan pesta.

Dream – Ketika bekerja terlalu keras, tak jarang orang akan merasa lelah. Saat lelah yang dirasakan itu teramat sangat, mereka akan tertidur.

Pekerja yang kecapekan acapkali tertidur di sembarang tempat, seperti di angkutan umum atau di restoran. Malah ada yang tertidur di tengah jalan.

Dikutip dari Next Shark, Minggu 11 Februari 2019, sebuah akun Twitter @SHIBUYAMELTDOWN menjadi terkenal dan viral karena mengunggah foto-foto orang-orang Jepang di Shibuya yang tertidur, baik yang kecapekan atau karena terlalu mabuk.

 

 Duh, ada yang orang ketiduran dan berbaring di lantai kereta.

(Foto: Next Shark)

 

Beberapa foto menunjukkan perilaku mereka memalukan, tapi juga membahayakan. Sebab, ada, lho, yang ketiduran sampai di tengah jalan.

 

 Ada juga yang ketiduran dengan pose seperti ini.

 

Malah,ada juga yang tidur di parkiran mobil atau tempat sampah.

 

 Malah ada yang tidurnya seperti ini.

(Foto: Next Shark)

 

Setelah dibuat pada Juli 2006, kini, akun medsos itu sudah diikuti oleh 60 ribu pengikut. Foto-foto ini menunjukkan bahwa orang-orang Shibuya menyukai kerja keras dan pesta, tulis Next Shark.

 Tidur di tengah jalan.

(Foto: Next Shark)

1 dari 3 halaman

Orang Kayu Rela Keluar Duit Rp1,2 Miliar Demi Tidur Nyenyak

Dream – Orang kaya-raya rela mengeluarkan uang berapapun asal keinginan mereka terpenuhi. Dalam urusan tidur pulas pun mereka mau membayar berapapun. 

Permintaan tidur nyenyak inilah yag dipenuhi sebuah perusahaan pesawat pribadi saat menawarkan fasilitas pada klien jetset-nya. 

Dikutip dari Liputan6.com, Rabu 23 Januari 2019, para penyewa jet pribadi dari Amerika Serikat yang terbang dari pesisir barat ke timur, ingin tidur nyenyak agar tak terganggu.

" Zaman sekarang, istirahat dan tidur yang efektif adalah bagian dari nilai dalam menyewa pesawat," ujar CFO Alerion, Suran Wijayawardana, kepada Marketwatch.

Suran bukan satu-satunya perusahaan yang mengungkapkan keinginan para klien mahalnya. Hal senada diungkapkan pendiri PrivateFly, Adam Twidell, yang menyebut ada emphasis agar bisa tidur lebih baik sedang menjadi tren di pasar jet pribadi.

" Kami melihat para traveler memilih penerbangan harga tinggi non-stop ketimbang penerbangan yang lebih murah dan setop untuk isi bensin agar mereka bisa istirahat lebih baik dan tidur tanpa gangguan," kata dia.

Padahal, Twidell menyebut penerbangan yang lebih murah bisa menghemat US$15 ribu atau Rp213,29 juta. Contoh lainnya, orang super kaya lebih suka membayar hingga US$90 ribu (Rp1,28 miliar) demi penerbangan rute populer Miami ke London.

Pilihan mahal itu diambil agar mereka bisa tidur tanpa terganggu di dalam pesawat. Desain jet-jet pribadi pun mengikuti selera pasar dengan memberi area tidur yang lebih besar.

(Sumber: Liputan6.com/Tommy Kurnia)

2 dari 3 halaman

CEO Sampai Tidur di Lantai Pabrik, Ini Kisah Tesla yang Nyaris `Mati`

Dream – Tesla selama ini dikenal sebagai salah satu model mobil ramah lingkungan idaman semua orang. Tapi siapa sangka, jika mobil dengan logo huruf T ini pernah nyaris tamat dan hilang dari muka bumi.

" Tesla benar-benar menghadapi ancaman kematian yang parah karena jalan produksi Model 3,” kata CEO Tesla, Elon Musk dalam wawsancara bersama Axios di HBO, dikutip dari Market Watch, Senin 26 November 2018.

Menurut Musk, Tesla kala itu hampir selangkah lagi menemui akhir hayatnya. Alasannya, perusahaan kala itu jor-joran mengeluarkan uang untuk memproduksi Tesla Models seperti orang gila.

“ Kalau kami tidak menyelesaikan masalah dalam waktu yang singkat, kami akan mati. Ini sangat sulit untuk menyelesaikannya,” kata dia.

Musk menggambarkan Tesla meningkatkan produksi untuk membangun 5 ribu unit sedan Models 3 selama seminggu pada akhir Juni 2018. Selama produksi itu, dia tidur di lantai pabrik. Bahkan, Musk telah mencapai batas kemampuannya. Dia dan para pegawai bekerja 22 jam selama sehari dan tujuh hari selama seminggu.

“ Orang-orang seharusnya tidak bekerja sekeras ini. Ini sangat menyakitkan,” kata dia.

3 dari 3 halaman

Jika Tidak Dilakukan, Tesla Bisa Mati

Musk mengakui kerja keras ini sangat menyakitkannya. Namun, dia menyebut itu adalah cara untuk mengeluarkan Tesla dari “ kematian”.

Otak dan hati saya sakit. Itu menyakitkan dan tidak direkomemdasikan untuk siapa pun. Saya hanya melakukannya. Jika tidak melakukannya, ada peluang Tesla akan mati,” kata dia.

Pada akhir Oktober ini, Tesla membukukan laba mengejutkan. Dia menyebut Tesla tak lagi menatap kematian di wajah. Kemungkinan akan menjadi arus kas positif untuk semua kuartal di depan. (Sah)

Beri Komentar
(Deep Dream) Menteri PAN-RB Buka-bukaan Soal PNS Kerja dari Rumah dan Single Salary