Tak Siap Mental Investasi `Boncos`, Pria Ngebut dan Tabrak Pejalan Kaki

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 27 Mei 2021 15:35
Tak Siap Mental Investasi `Boncos`, Pria Ngebut dan Tabrak Pejalan Kaki
Pria yang mengalami kerugian karena investasinya itu berusaha lari setelah menabrak pejalan kaki. Yakin sudah siap tanggung risiko investasi?

Dream – Investasi menjadi hal baru yang dilakukan banyak orang untuk mengembangbiakkan uang yang mereka miliki. Harapanya uang diinvestasikan bisa memberikan keuntungan yang lebih tinggi dari produk-produk konvensional.

Sayangnya kebanyakan orang lebih banyak memilikirkan keuntungan yang didapat dan tak peduli dengan risiko yang mereka akan hadapi. Hati remuk ketika melihat kenyataan tak semanis ekspektasi.

Ketidaksiapan ini sepertinya dialami seorang pria bermarga Liu kala ngebut dengan mobil mewahnya, BMW. Dikutip dari World of Buzz, Kamis 27 Mei 2021, dengan kecepatan 108 km per jam, Liu tetap melajukan kendaraan saat lampu lalu linta berwarna merah.

Kendaraan yang dikemudikannya lalu menabrak pejalan kaki di jalan. Kejadian ini berlangsung pada 22 Mei 2021 pukul 11.40, seperti yang dikabarkan Global Times.

1 dari 2 halaman

Gara-gara Investasi yang Gagal

South China Morning Post mengabarkan BMW Liu juga menabrak mobil van di perempatan. Setelah menabrak kerumunan, dia berusaha kabur dengan berjalan kaki. Namun, aksinya digagalkan polisi.

Wakil Kepala Biro Keamanan Umum Dalian, Tiongkok, Qu Bo, mengatakan Liu tidak terima investasi pribadinya gagal. Dia juga merasa minder karena gagal berinvestasi.

“ Jadi, dia balas dendam pada masyarakat,” kata Qu Bo.

2 dari 2 halaman

Empat Orang Meninggal di Lokasi

Tabrakan ini menewaskan empat orang di tempat. Satu orang dinyatakan meninggal setelah dilarikan ke rumah sakit. Lima orang lainnya luka-luka dan mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Sejak ditangkap, Liu ditahan karena telah melakukan aksi yang membahayakan keselamatan publik.

Investigasi memutuskan mengemudi dalam keadaan mabuk atau mengemudi saat mabuk dan mengalami gangguan jiwa, bukan alasan tindakannya. Investigasi menyebut Liu masih punya pikiran yang jernih saat melancarkan aksinya.

Beri Komentar