Keluarga Korban Sriwijaya Air SJ-182 Dapat Santunan BP Jamsostek

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 11 Januari 2021 14:34
Keluarga Korban Sriwijaya Air SJ-182 Dapat Santunan BP Jamsostek
BP Jamsostek menyiapkan saluran pelaporan yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

Dream - Keluarga korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 akan mendapatkan santunan dari BP Jamsostek atau Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan. Santunan bisa didapat dengan cara mengajukan klaim melalui beberapa cara.

Direktur Pelayanan BPJH Ketenagakerjaan, Krishna Syarif, meminta keluarga atau kolega memberi informasi tentang korban. BPJH Ketenagakerjaan telah menyiapkan kanal informasi yang bisa dimanfaatkan untuk melayangkan laporan yaitu Contact Center 175, akun Facebook BPJS Ketenagakerjaan, dan akun Twitter @bpjstkinfo.

" Seluruh insan BP Jamsostek siap membantu menerima laporan atau informasi dari keluarga korban SJ182," ujar Krishna, dikutip dari Liputan6.com.

Selain itu, pihak keluarga juga bisa datang secara langsung ke kantor cabang BP Jamsostek terdekat. Krishna menjamin santunan akan diberikan kepada keluarga korban.

" Kami pastikan santunan yang akan diberikan sampai ke ahli waris para korban," ucap Krishna.

1 dari 1 halaman

Rincian Dana Santunan

Pesawat Sriwijaya Air SJ182 dilaporkan hilang kontak pada Sabtu, 11 Januari 2021 sekitar pukul 14.40 WIB. Pesawat rute Jakarta-Pontianak tersebut diawaki 6 kru dan membawa 40 penumpang dewasa, 7 anak-anak dan 3 bayi dan 6 kru tambahan.

Peserta Jamsostek yang menjadi korban kecelakaan pesawat tersebut dan sedang dalam keadaan bertugas akan mendapat santunan dari program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) sebesar 48 kali dari upah terakhir yang dilaporkan ke BP Jamsostek.

Selain itu, pihak keluarga berhak atas beasiswa pendidikan dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi untuk dua anak dengan besaran maksimal Rp174 juta.

Untuk korban yang tidak sedang dalam dinas, pihak keluarga akan mendapatkan Jaminan Kematian senilai Rp42 juta. Santunan diberikan kepada ahli waris sah, juga beasiswa untuk dua anak pekerja.

Selain itu, keluarga pekerja yang meninggal dalam peristiwa ini juga mendapatkan Jaminan Hari Tua secara otomatis. Dana santunan tersebut merupakan tabungan pekerja yang bersangkutan semasa hidup.

Sumber: Liputan6.com/Andina Librianty

Beri Komentar