Belajar dari SBY, Begini Cara Ubah Janji Kampanye Menjadi Program Nyata Pemerintahan
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Peserta Seleksi Imam, Muazin, Dan Pengkhutbah Untuk Masjid Di UEA (Foto: Dream/Muhammad Ilman Nafi'an)
Hafiz merupakan profesi yang mulia, untuk itu Kementerian Agama berharap tahfiz bisa sejajar dengan pekerjaan profesional lain.
Dream - Kementerian Agama (Kemenag) saat ini tengah menyeleksi 500 hafiz Indonesia untuk dikirim menjadi imam besar di Uni Emirat Arab (UEA). Seleksi itu dilaksanakan dari Kamis, 25 Januari hingga Sabtu, 27 Januari 2018.
Direktur Penerangan agama Islam, Ditjen Bimas Islam Kemenag Khoiruddin mengatakan, hafiz merupakan kegiatan mulia terlebih jika dijadikan sebagai profesi. Untuk itu, dia berharap agar hafiz ini bisa disejajarkan dengan profesi dokter, engineer dan pekerjaan profesional lain.
"Hafiz itu mulia, kita contoh saja, dalam ayat Alquran kan bumi tidak tega memakan jasad hafiz Quran. Makanya kita harus memuliakan hafiz," kata Khoiruddin di Kantor Kemenag, Jakarta, Kamis, 25 Januari 2018.
Para hafiz yang menjalani seleksi itu akan disaring menjadi 100 orang dan dikirim ke UEA sebagai imam masjid. Mereka akan dikontrak selama dua tahun.
"Kalau memang bagus, bisa diperpanjang," ucap dia.
Para hafiz yang terpilih menjadi imam besar nantinya akan mendapat honor Rp23 juta yang diberikan oleh pemerintah UEA. Selain itu, kebutuhan logistik dan tempat tinggal juga sudah terjamin.
"Rp23 juta itu sudah bersih," ujar dia.
(Sah)