Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Menag Lukman Hakim Saifuddin Berpidato Di Forum Internasional Di Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir (Foto: Istimewa)
Dream - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengajak umat Islam dunia bersatu membela kemerdekaan Palestina. Ajakan itu disampaikan Lukman saat menjadi pembicara kunci di Konferensi Internasional Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir, Rabu, 17 Januari 2017.
“ Melalui forum ini, kita harus mampu menunjukkan persatuan dan kesatuan umat Islam. Kita harus berada dalam satu barisan yang kokoh. Mari kita kesampingkan segala perbedaan yang ada di antara kita," ucap Lukman melalui keterangan resmi yang diterima Dream, Kamis, 18 Januari 2018.
Lukman mengatakan Masjidil Aqsa dan al-Quds al-Syarif harus tertanam di dalam ingatan dan pikiran umat Muslim. Sebab, kedudukan dua lokasi itu sangat penting bagi generasi Muslim mendatang.
Institusi keagamaan, lanjut Lukman, berkewajiban untuk memperkenalkannya di setiap kesempatan, melalui kurikulum di sekolah, materi pengajian, buku-buku dan selebaran, serta media-media lainnya.
“ Langkah-langkah strategis dan konkret untuk membantu saudara-saudara kita di Palestina perlu dilakukan secara serius dan berkesinambungan, baik dalam bentuk material maupun moril,” ujar dia.
“ Energi ‘kemarahan’ umat Islam harus bisa disalurkan ke arah yang positif, bukan sebaliknya dimanfaatkan untuk melakukan tindakan-tindakan yang justru akan mengganggu proses perdamaian dan mencoreng citra Islam dan umat Islam,” ucap dia menambahkan.
Di hadapan sivitas akademika Al Azhar dan tokoh agama dunia, Lukman menegaskan bahwa Indonesia berjuang untuk Palestina. Baik dalam bentuk dukungan politik, juga dukungan peningkatan kapasitas dan dukungan kepada perekonomian Palestina.
“ Bersama dunia Islam, Indonesia siap berpartisipasi dalam memperkuat institusi keagamaan di Palestina, dalam kerangka kerja sama internasional. Melalui mimbar ini saya tegaskan, Palestina selalu ada dalam hati, bahkan dalam setiap helaan nafas warga Indonesia,” tegasnya.
Konferensi internasional ini akan berlangsung dua hari, 17 hingga 18 Januari 2018. Pada kesempatan itu Lukman juga mengapresiasi dan memberi penghargaan kepada Al-Azhar al-Syarif dan Majelis Hukama al-Muslimin yang dipimpin Grand Syeikh Prof. Dr. Ahmad Tahyyib, atas inisiatif menyelenggarakan konferensi internasional dalam rangka membela al-Quds al-Syarif.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang