Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Sidang Para Pemimpin Palestinan Di Ramallah (Foto: Anadolu Agency)
Dream – Para pemimpin Palestina pada Senin, 15 Januari 2018 mempertimbangkan kembali pengakuan kedaulatan Israel. Dewan tersebut meminta komite eskekutif memikirkan ulang sikap pengakuan kedaulatan Israel.
Dewan meminta agar pengakuan Israel ditinjau kembali sampai negara yang dipimpin Benjamin Netanyahu tersebut mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Palestina.
Dewan tersebut juga meminta Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) menarik pengakuan terhadap kedaulatan Israel menyusul perkembangan status Yerusalem.
Untuk diketahui, mengutip laman Wikipedia, proses perumusan perjanjian Oslo dimulai setelah adanya negosiasi rahasia yang menghasilkan butir kesepakatan bahwa PLO akan mengakui kedaulatan Israel sebagai negara. Disepakati juga jika Israel mengakui PLO sebagai perwakilan dari rakyat Palestina dalam proses negosiasi tersebut.
Dilaporkan Anadolu Agency, Anggota Dewan Pusat Palestina, organisasi tinggi di PLO, mengambil suara untuk penangguhan status itu dalam sebuah pertemuan di Ramallah.
Pertemuan dua hari itu digelar mulai Minggu dengan tema "Yerusalem, ibu kota abadi Negara Palestina" untuk membahas sikap kolektif terhadap keputusan AS untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Resolusi yang dibacakan Presiden Dewan Pusat Salim Al-Za'noun itu mengatakan periode transisi yang termaktub di perjanjian Oslo pada 1993 tidak lagi berlaku.
Dewan juga bertekad "mengecam dan menolak keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan memindahkan kedutaan negaranya dari Tel Aviv ke Yerusalem".
"Dewan juga menimbang bahwa pemerintah AS, menyusul keputusan mereka, tidak lagi layak dalam perannya sebagai mediator dan sponsor proses perdamaian serta tidak akan menjadi mitra dalam proses ini bila tidak menarik keputusan mereka," terang Al-Za'noun.
Mereka juga meminta komunitas internasional terus membantu kebebasan dan kemerdekaan Palestina agar bisa menjadi negara yang berdaulat.
(Sah)
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari