Ketika Bisnis Kembang Gula Tak Semanis Kala Ramadan

Reporter : Syahid Latif
Senin, 18 Agustus 2014 08:31
Ketika Bisnis Kembang Gula Tak Semanis Kala Ramadan
Pasar makanan penutup saat ini sedang mengalami penurunan penjualan lebih dari 50 persen sejak akhir Ramadhan dan Idul Fitri lalu.

Dream - Berlalunya Ramadan yang ditutup dengan Idul Fitri menjadi penanda berakhirnya bisnis-bisnis yang meraup untung selama bulan suci tersebut. Penurunan permintaan terus berlangsung di toko manisan dan permen di Jeddah, Arab Saudi. 

Laman Arab News melaporkan kesibukan saat Ramadhan dan Idul Fitri telah " menguras energi toko-toko" tersebut karena penjualan yang tinggi dan usaha untuk meraih margin keuntungan yang melimpah.

Kesibukan tersebut akan kembali terulang karena mendekati akhir pekan di mana aktivitas pasar cenderung meningkat.

Ezziddine Ahmed, yang bekerja di salah satu toko permen populer di Jeddah, mengatakan pasar makanan penutup saat ini sedang mengalami penurunan penjualan lebih dari 50 persen sejak akhir Ramadhan dan Idul Fitri lalu. Saat itu perusahaan menjual dalam volume besar-besaran dibandingkan dengan hari-hari lainnya.

Namun untuk penjualan tahun ini, Ezziddine melaporkan peningkatan 80 persen dibanding tahun lalu. Diharapkan aktivitas pasar meningkat sekali lagi dalam minggu-minggu ke depan.

Jenis makanan penutup yang banyak dicari adalah semua jenis cokelat, kue basah, dan French pastry. Makanan ini sangat populer karena banyak yang ingin menikmati makanan lezat ini dengan kopi Arab.

Disebutkan pula 'permen' Timur Tengah, seperti kunafa, juga populer. Kunafa dikonsumsi sebagian besar selama bulan Ramadhan.

Sementara itu, harga makanan penutup telah meningkat, menurut manajer toko Mohanned Al-Arnabout. " Harga meningkat selama dua tahun terakhir sebesar 15 sampai 20 persen. Harga ma" moul meningkat dari SR40 ke SR50 per kilo sedangkan baklava naik dari SR60 ke SR70 per kilo."

Beri Komentar
Babak Baru Daus Mini Vs Daus Mini ‘KW'