Kinerja Perbankan Syariah Hingga Juli 2020 Ungguli Bank Konvensional

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 25 September 2020 15:12
Kinerja Perbankan Syariah Hingga Juli 2020 Ungguli Bank Konvensional
Namun ada satu indikator yang mesti jadi perhatian bank syariah, apa itu?

Dream - Kinerja perbankan syariah sukses mengungguli bank konvensional. Pertumbuhan ini terlihat dari perbandingan bank syariah dengan bank konvensional dari sisi aset, dana pihak ketiga (DPK), dan pembiayaan.

Ketua Umum Asosiasi Bank Syariah Indonesia (ASBISINDO), Toni E. B. Subari, melaporkan aset perbankan syariah hingga Juli 2020 aset perbankan syariah tumbuh 9,88 persen (yoy), pembiayaan 10,23 persen, dan dana pihak ketiga (DPK) 8,78 persen.

Pencapaian bank syariah itu lebih baik dari perbankan konvensional yang mencatat pertumbuhan aset 5,37 persen, kredit 1,04 persen, dan DPK 8,44 persen.

" Ini artinya perbankan syariah semakin diminati masyarakat. Masyarakat semakin percaya kepada bank syariah," kata Toni dalam webinar " Media Workshop Literasi dan Inklusi Perbankan Syariah: Ekonomi & Perbankan Syariah Energi Baru untuk Pemulihan Ekonomi Nasional" , Jumat 25 September 2020.

Namun diakui Toni, kinerja perbankan syariah di indikator lain masih harus menjadi perhatian pelaku keuangan halal.

 

1 dari 1 halaman

Tantangan yang Dihadapi

ASBISINDO mencatat angka pembiayaan bermasalah (non performing financing/NPF) gross perbankan syariah 3,50 persen. Angka ini lebih tinggi daripada NPL perbankan konvensional yang sebesar 3,33 persen dan nasional 3,1 persen.

" Namun, angkanya masih berada di bawah 5 persen. Ini masih di posisi aman," kata dia.

Selain pertumbuhan, Toni mencatat ada tantangan yang dihadapi perbankan syariah. Misalnya, jumlah jaringan bank konvensional yang lebih banyak daripada syariah. Tercatat jumlah jaringan konvensional ada 28.775, sedangkan syariah ada 2.333 jaringan.

" Satu cabang konvensional melayani 9.297 nasabah, sedangkan 1 cabang syariah melayani 115.780. Alhamdulillah ada solusi di bagian perkembangan digital," kata dia.

Tantangan berikutnya adalah indeks literasi dan Inklusi masyarakat. Toni menyebut indeks inkusi perbankan konvensional sebesar 67,82 persen dan literasi 29,66 persen.

" Di syariah, angka literasi masyarakat sebesar 8,11 persen dan inklusi 11,06 persen," kata dia.

Beri Komentar