Dulu Preman dan Doyan Judi, Setelah Tobat Sukses Punya Lahan 26 Hektare

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Selasa, 19 Januari 2021 16:34
Dulu Preman dan Doyan Judi, Setelah Tobat Sukses Punya Lahan 26 Hektare
Mata batin Bagas terbuka menjadi lebih baik usai mengalami satu momen di dalam hidupnya.

Dream - Manusia memang tak luput dari kesalahan. Namun, banyak orang menemukan jalan untuk menjadi manusia yang lebih baik.

Seperti kisah perjuangan hidup Bagas Suratman. Dulu, Bagas merupakan preman yang hobi berjudi dan mabuk.

Mata batin Bagas terbuka menjadi lebih baik usai mengalami satu momen di dalam hidupnya.

1 dari 4 halaman

Mantan Preman

Kini dia menjadi seorang petani sukses dengan nilai omzet fantastis. " Ya, kira-kira begitu lah. Ya itu lah perjalanan hidup ya," kata Bagas, dikutip dari video YouTube Trans7 Official.

Bagas di Hitam Putih

Kehidupan Bagas berubah saat sang buah hati lahir dan mulai bersekolah. Dia harus memutar otak untuk menghidupi sang istri dan anak yang mulai membutuhkan biaya yang tak sedikit.

" Ya, ada momennya. Itu waktu saya mau punya anak, saya tinggal di Jakarta. Nah, di situ anak sudah mulai sekolah. Dan kita harus memikirkan biaya sekolah, nah kita baru nyadar oh ya ternyata hidup memang seperti ini. Jadi mulai fokus sama keluarga. Seperti itu," tambah dia.

2 dari 4 halaman

Kerja Serabutan

Ia sempat bekerja menjadi buruh di banyak tempat, salah satunya di pabrik cat. " Tapi endingnya dipecat mulu. Haha," kata Bagas.

Meski kurang mujur dalam pekerjaan, dia tak patah arang. Bagas lantas menemukan cara untuk mendapatkan uang dengan berjualan sayuran segar.

Mahalnya modal untuk berjualan membuatnya melangkah mantap untuk memproduksi sendiri. Sejak saat itu, ia terus menekuni usaha miliknya sendiri.

" Tadinya itu kita jualan sayur. Jualan sayur itu kalau lagi mahal kita enggak bisa belanja. Bisa belanja, enggak bisa jual. Nah, jalan satu-satunya ya kita harus produksi sendiri," ucapnya.

3 dari 4 halaman

Kunci Sukses

Berawal dari lahan 3 ribu meter persegi. Pada 2004 itu, harga sewanya mencapai Rp3 juta. Bagas bersama pekerjanya lantas terus mengembangkan usaha.

" Jadi selama tujuh sampai delapan tahun itu kita enggak memikirkan hasil. Dalam arti apa? Itu kembangkan lagi, memperluas lagi. Lapangan kerja kita buka, toh kalau produksi kita bagus pasti orang mencari kita. Dan Alhamdulillah," ujarnya.

Jika terus ada upaya untuk berkembang, maka hasil tersebut akan terus mengikuti. Hingga saat ini, Bagas pumya lahan sendiri. " Saat ini ada kurang lebih 26 hektare," ungkapnya.

4 dari 4 halaman

Video

Berikut video kisah perjalanan seorang mantan preman sukses:

Beri Komentar