Kisah 'Seram' Pramugari Saat Bekerja di Jet Pribadi Orang Kaya dan Terkenal

Reporter : Sugiono
Kamis, 10 Juni 2021 10:13
Kisah 'Seram' Pramugari Saat Bekerja di Jet Pribadi Orang Kaya dan Terkenal
Di balik gaji tinggi dan hadiah mewah yang diterimanya, Swann juga harus melakukan pekerjaan 'tambahan' untuk mereka.

Dream - Seorang pensiunan pramugari cerita blak-blakan tentang kehidupannya saat masih bekerja di penerbangan pribadi yang khusus melayani orang-orang kaya dan terkenal.

Berbagai pengalaman 'mengerikan' wanita 45 tahun asal London, Inggris, ini kemudian ditulis dalam buku berjudul Above and Beyond: Secrets of a Private Flight Attendant.

Bekerja sama dengan jurnalis Nicola Stow dan menggunakan nama samaran Saskia Swann, wanita itu menceritakan pekerjaannya sebagai pramugari jet pribadi.

1 dari 6 halaman

Kisah Mengerikan Pramugari Saat Bekerja di Jet Pribadi

Dalam buku memoar tersebut, Swann mengaku normalnya dia akan menerima gaji sekitar US$100 (sekitar Rp1,4 juta) per hari dari para kliennya.

Namun, di balik gaji tinggi dan hadiah-hadiah mewah yang diterimanya, Swann juga harus melakukan pekerjaan 'tambahan' untuk mereka.

Selama bekerja enam tahun di industri penerbangan pribadi yang bobrok, Swann mengatakan dia melayani pangeran Arab, elite Rusia, dan miliarder Jerman.

2 dari 6 halaman

Hubungan Terlarang Selama Tiga Tahun

Swann menceritakan masing-masing kebiasaan unik para kliennya tersebut yang tidak jauh-jauh dari urusan seks dan kelakuan tak lazim lainnya.

Dengan elite Rusia, Swann mendapatkan tekanan untuk merahasiakan hubungan istimewanya yang berlangsung selama tiga tahun.

" Dia penakluk wanita, dan selalu mengharapkan layanan lebih dari para pramugari yang bekerja di jet pribadinya," kata Swann.

3 dari 6 halaman

Merahasiakan Semuanya dari Istri dan Wanita Simpanan Lainnya

Ketika tidak sedang minum, makan malam atau berhubungan intim dengannya, Swann diminta menunggu di pesawat, sementara si elite Rusia bertemu istri dan gundik-gundiknya.

Swann juga dipaksa untuk merahasiakan segala hal dari istri dan para wanita yang pernah berhubungan dengan klien dari Rusia tersebut.

Setelah bekerja untuk elit Rusia, Swann diterima menjadi pramugari di jet pribadi pangeran Arab yang dianggapnya sangat licik.

4 dari 6 halaman

Diminta Tes HIV Setiap Satu Bulan Sekali

Menurut Swann, pangeran Arab ini punya kebiasaan 'menyimpan' pelayan wanita di sebuah 'istana' selama berada di Jeddah.

Di istana itu, para pelayan wanita akan diberi banyak uang dan hadiah. Namun mereka harus memberikan pelayanan ekstra kepadanya dan anggota kerajaan lainnya.

" Dia meminta para pelayan wanita melakukan tes HIV (AIDS), mungkin setiap sebulan sekali," kata Swann.

5 dari 6 halaman

Pengalaman Unik Melayani Miliarder dari Jerman

Swann kemudian menceritakan kisah uniknya saat bekerja untuk sang miliarder asal Jerman.

Ternyata orang kaya terkadang memberikan pelayanan secara berlebihan kepada binatang peliharaannya.

Hal itu terlihat ketika Swann harus ikut menjaga dan melayani burung beo bernama Felix yang sangat dimanjakan oleh pemiliknya.

" Felix memiliki tempat sendiri yang menempel di kursi, sehingga dia bisa mencapai meja ketika makan malam tiba," kata Swann.

6 dari 6 halaman

Burung Beo yang Suka Kentang

Ada kejadian lucu yang cukup membuat Swann kebingungan ketika burung beo itu berulang-ulang mengucapkan kata-kata mirip 'car, toffee, dolphin'.

Karena tidak mengerti maksudnya, Swann terpaksa menemui asisten pribadi miliarder Jerman tersebut untuk menanyakan artinya.

Ternyata yang dimaksud oleh Felix adalah makanan favoritnya yang terbuat dari kentang bernama Kartoffel dauphinoise.

" Ini bahasa Jerman untuk kentang dauphinoise – hidangan favoritnya. Tapi kentang dari Mastro juga bisa. Anda tinggal menyajikannya di salah satu tempat makan favoritnya," jelas si asisten pribadi.

Tidak hanya burung beo, Swann juga harus merawat kucing kesayangan kliennya yang lebih menyukai daging kalkun dan ham.

Sumber: NYPost

Beri Komentar