Nasib Pilu Pramugari Korban PHK, Mimpi Nikah Kandas, Hidup dari Jualan Tahu

Reporter : Sugiono
Rabu, 23 September 2020 07:33
Nasib Pilu Pramugari Korban PHK, Mimpi Nikah Kandas, Hidup dari Jualan Tahu
Padahal dia juga jadi tulang punggung keluarganya.

Dream - Rindu bertugas di atas awan biru. Begitulah perasaan yang membuncah di hati seorang pramugari cantik Malaysia ini.

Pandemi Covid-19 memberi tamparan hebat buat gadis bernama Maliah Md Noor. Semua rencana yang sudah dirancang berubah.

Bukan sekadar pekerjaannya sebagai pramugari, wabah Covid-19 telah menangguhnya impiannya menikah pada  tahun ini.

1 dari 5 halaman

Kontrak Tak Diperpanjang, Gagal Pulang Kampung

Gadis yang akrab disapa Maliah ini mulai bertugas menjadi pramugari pada Juli 2018. Namun pandemi virus corona yang terjadi dua tahun kemudian memporakporandakan semuanya.

Perusahaan maskapai penerbangan tempatnya bekerja mengalami masalah sehingga kontrak Maliah untuk dua tahun berikutnya tak diperpanjang lagi.

Wanita berusia 27 tahun itu mengakui pada mulanya sulit untuk menerima keadaan yang menimpanya secara tiba-tiba itu pada awal Juni lalu.

" Saya dapat panggilan mengenai berita mengejutkan itu pada Hari Raya (Idul Fitri) saat di rumah di Subang, Selangor. Waktu itu saya memang sudah menduganya.

" Apalagi saya tak bisa pulang kampung untuk lebaran di Johor karena pembatasan lintas negeri ketika itu. Air mata langsung meleleh," katanya mengenang.

2 dari 5 halaman

Tulang Punggung Keluarga, Batal Menikah

Walaupun sudah memperkirakan PHK pasti terjadi berdasarkan situasi saat itu, namun Maliah tetap sedih saat mengingat nasib keluarganya.

Maliah yang merupakan anak sulung dari empat bersaudara mengatakan dia adalah tulang punggung keluarga. Jadi PHK itu merupakan tamparan buat dirinya.

Untuk membantu keluarganya, Maliah berjualan secara kecil-kecilan bersama ibunya yang saat ini merupakan single parent.

" Saya punya banyak tanggungan. Adik masih kecil-kecil dan semuanya bersekolah. Ibu juga single parent. Jujur, saya sedih sebab tak bisa membantu keluarga waktu itu.

" Saya dan tunangan juga seharusnya menikah pada awal Agustus tahun ini. Tapi karena sama-sama kehilangan pekerjaan, maka rencana itu terpaksa ditangguhkan dulu," kata Maliah.

3 dari 5 halaman

Jualan Kecil-kecilan dan Terima Jahit

Sepanjang bulan Juni dan Juli lalu, gadis dari Senai, Johor, itu melakukan pelbagai pekerjaan untuk meneruskan kelangsungan hidup bersama keluarga.

" Saya bantu Ibu jualan sambal ikan bilis. Setelah itu saya juga jualan tahu goreng dan menerima jahit. Kebetulan saat masih sekolah saya beli mesin jahit.

" Saya angkut mesin jahit itu dari Johor ke Subang, dan terima jahit," katanya yang mempunyai ijazah S1 Seni Desain Fesyen dan Tekstil di Universiti Malaysia Sarawak (Unimas).

4 dari 5 halaman

Rambut Rontok, Wajah Berjerawat

Maliah bercerita dia juga pernah dua kali menghadiri wawancara kerja. Tapi mereka semua ternyata hanya penipuan belaka.

" Pernah hadiri wawancara kerja jadi Personal Asistant (PA) tapi rupanya kerja bidang lain. Semacam MLM (multi-level marketing) dan forex (jual beli mata uang asing)," katanya.

Menurut Maliah, sepanjang dua bulan itu memang sangat membuat dirinya stres. Rambutnya malah banyak yang rontok dan wajahnya berjerawat.

5 dari 5 halaman

Bangkit Setelah Jadi Agen Penjual Mobil

" Namun saya percaya rejeki itu pasti akan datang dari Allah. Saya akhirnya diterima bekerja jadi agen penjualan mobil pada Agustus lalu meski tak punya pengalaman di bidang otomotif," katanya.

Maliah sendiri tidak menyangka dengan perjalanan kariernya yang penuh kejutan. Dari fesyen dan tekstil, pramugari, berjualan kecil-kecil dan kemudian jadi agen penjualan mobil.

" Saya bersyukur, Allah sudah rancang apa yang terbaik untuk kita. Saat dapat pelanggan pertama yang beli mobil bulan lalu, ya Allah saya sangat bersyukur. Saya sampai melompat sebab sangat gembira," pungkas Maliah.

Sumber: mStar.com.my

Beri Komentar