Aset Bertambah, Laba Kuartal III-2018 BNI Syariah Rp306 Miliar

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 26 Oktober 2018 17:44
Aset Bertambah, Laba Kuartal III-2018 BNI Syariah Rp306 Miliar
Bisnis pembiayaan BNI Syariah juga meningkat.

Dream – PT BNI Syariah membukukan laba bersih sebesar Rp306,6 miliar pada September 2018. Laba bersih ini naik 24,3 persen dari periode yang sama setahun lalu sebesar Rp246,6 miliar.

“ Pencapaian kinerja perusahaan yang positif ditunjang oleh pertumbuhan pembiayaan yang berkualitas, ekspansi dana murah, serta efisiensi operasional sehingga menghasilkan profitabilitas yang optimal,” kata Direktur Utama BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo, di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Jumat 26 Oktober 2018.

Firman mengatakan pertumbuhan laba bersih ini seiring asset perusahaan yang naik 21,5 persen pada kuartal III 2018 menjadi Rp38,9 triliun. Pertumbuhan ini di atas rata-rata pertumbuhan industri yang hanya mencapai 14,2 persen.

Dari sisi pembiayaan, anak usaha PT Bank Negara Indonesia Tbk (Persero) ini menyalurkan dana hingga sebesar Rp26,9 triliun atau naik 19,3 persen. Kontribusi pembiayaan terbesar berasal dari konsumer sebesar Rp13,6 triliun (50,8 persen), mikro Rp1 triliun (3,8 persen), dan Hasanah Card Rp394 miliar (1,5 persen).

Sementara perolehan Dana Pihak Ketiga (DPK) BNI Syariah tercatat naik 21,4 persen menjadi Rp33,5 triliun. Angka tersebut lebih tinggi dari pertumbuhan industri sebesar 9,6 persen.

Komposisi dana murah BNI Syariah per September 2018 masih didominasi giro dan tabungan yang mencapai 54,19 persen, tumbuh dari tahun lalu sebesar 48,70 persen.

Per September tahun 2018 rasio Non Performing Financing (NPF) BNI Syariah sebesar 3,08 persen membaik lebih rendah dibanding posisi yang sama tahun lalu sebesar 3,29 persen.

“ Alhamdulillah, secara umum kinerja BNI Syariah terus tumbuh secara konsisten di atas rata-rata industri,” kata dia.

1 dari 2 halaman

BNI Syariah Sabet Penghargaan Bank Syariah Terbaik

Dream – PT BNI Syariah kembali mendapatkan penghargaan sebagai bank syariah terbaik. Anak usaha PT Bank Negara Indonesia Tbk (Persero) ini mendapatkan dua penghargaan yang diberikan Tempo Media Group bekerja sama dengan Indonesia Banking School.

Anak usaha PT Bank Negara Indonesia Tbk ini mendapatkan penghargaan dalam kategori The Most Reliable Bank dan The Most Efficient Bank kategori Bank Syariah Aset di Atas Rp10 Triliun.

Dengan penghargaan itu, BNI Syariah menjadi bank syariah terbaik selama lima kali berturut-turut.

“ Penghargaan ini menjadi spirit bagi BNI Syariah untuk menjaga kepercayaan dan amanah yang diberikan masyarakat,” kata Direktur Utama BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo, di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Kamis 27 September 2018.

Penghargaan untuk berbagai kategori ini diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada institusi perbankan yang mampu menampilkan kinerja handal karena memiliki konsistensi baik di tengah kondisi perekonomian yang belum stabil.

Para finalis dinilai berdasarkan kepada laporan keuangan tahun 2017 dari berbagai aspek yaitu rasio permodalan, kualitas aset, efisiensi operasional perusahaan (BOPO), likuiditas, pendapatan serta keuntungan bank.

2 dari 2 halaman

Tumbuh di Atas Rata-rata Industri

Kinerja BNI Syariah sepanjang 2017 memang cukup menggembirakan. Laba perusahaan naik 10,6 persen menjadi Rp306,68 miliar di Desember 2017. Kenaikan laba ini disokong oleh ekspansi pembiayaan, serta peningkatan fee based income dan rasio dana murah.

Aset perusahaan juga tumbuh di atas rata-rata industri dengan nilai mencapai Rp34,82 triliun atau naik sebesar 23,0 persen dari setahun sebelummya. 

Sementara dari sisi bisnis, BNI Syariah menyalurkan pembiayaan Rp23,60 triliun atau naik 15,14 persen (yoy). Kenaikan ini sejalan dengan pertumbuhan industri sebesar 15,16 persen. Sedangkan rasio Non Performing Financing (NPF) terjaga di kisaran 2,89 persen, di bawah rata-rata industri yang mencapai 4,77 persen.

Untuk komposisi Dana Pihak Ketiga (DPK), BNI Syariah menghimpun dana Rp29,38 triliun yang didominasi dana murah (Giro dan Tabungan) yang mencapai 51,60 persen melalui kerjasama institusi, universitas, serta perusahaan fintech.

Dari sisi efisiensi, tercatat per Desember 2017 rasio BOPO dan CIR BNI Syariah di bawah rata-rata industri perbankan syariah. Rasio BOPO BNI Syariah sebesar 87,62 persen lebih rendah dibandingkan rata-rata industri sebesar 89,62 persen. Selain itu rasio CIR (Rasio Cost to Income) BNI Syariah sebesar 55,74 persen lebih rendah dibandingkan rata-rata industri sebesar 69,56 persen.

Firman mengatakan fokus di ekosistem halal menjadi salah satu langkah yang diambil untuk menggenjot kinerja BNI Syariah dengan menggandeng stakeholders dan para pelaku industri halal dalam sisi pendanaan dan pembiayaan griya, bisnis haji dan umroh, serta sinergi dengan induk dengan cara sindikasi dan supply chain financing kepada perusahaan-perusahaan BUMN.

Beri Komentar