Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan
Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
Foto: Ilustrasi/Shutterstock
Dream - Pandemi COVID-19 yang melanda dunia hampir dua tahun telah membuat masyarakat harus berusaha membuat terobosan. Dengan keterbatasan aktivitas, banyak orang mencoba menghabiskan waktu luang dengan memulai hobi baru.
Tak sekadar pengisi waktu, beberapa di antara mereka ada yang sukses mengubah hobi tersebut menjadi sumber penghasilan baru. Saking menjanjikannya ada yang berani keluar dari zona nyamannya dengan membangun bisnis dari hobi tersebut.
“ Dengan membangun bisnis yang didasari oleh hobi, seorang pebisnis bisa melakukan aktivitas kesukaan mereka ataupun passion yang membawa kebahagiaan bagi dirinya dan disaat bersamaan bisa memberikan cuan tambahan,” ucap Eka Nilam, Head of Strategic Merchant Acquisition Shopeepay, dalam webinar virtual, Kamis 27 Januari 2022.
Shopeepay menyadari bahwa membangun bisnis dari hobi tentu dibutuhkan perencanaan yang matang, strategi berkelanjutan serta profesionalitas.
Shopeepay talk kali ini mengupas seputar tantangan dalam menjalankan bisnis berbasis hobi, strategi melihat peluang pasar, serta kiat kiat mendirikan bisnis dan menekuni hobi agar tetap berjalan seimbang.
“ Buat saya dulu disebut happynomics, dimana kita ngerjain sesuatu yang bikin happy tetapi ada uangnya. Hobi saya jalan-jalan ketika di Tokyo saya menemukan kata Ikigai. Buat saya yang tadinya happynomics hanya ada 2 poin dan di ikigai ada 4 poin pertanyaan,” kata Founder of OMG & Co-Founder of Inspigo, Yoris Sebastian, dalam webinar virtual, Kamis, 27 Januari 2022.

Keempat poin pertanyaan dari Ikigai ini, lanjut Yoris Sebastian, adalah apa kekuatan kita? Apa yang kita sukai? Apakah dunia membutuhkannya? Dan pertanyaan terakhir yang paling penting adalah apakah dijalankan secara konsisten dan uang yang dihasilkan membua bahagia atau tidak.

Strategi dalam bisnis yang berawal dari hobi tersebut bisa menjadi bisnis yang sustainable terutama dengan memanfaatkan teknologi digital. Bahkan di jaman pandemi ini peluang dengan teknologi digital banyak sekali dan akan banyak menghasilkan peluang baru.
“ Sekarang kita harus memilah ada yang namanya good opportunity dan great opportunity,” ujar Yoris Sebastian.
Setiap orang mempunyai ikigai yang berbeda-beda, yang terpenting kita harus bisa memilah antara good opportunity dan great opportunity.
Great opportunity bisa saja lahir dari hobi kita, lahir di masa pandemi, menjadi besar dengan teknologi digital tetapi kita lihat sampai lima tahun ke depan yang masih mempunyai dampak untuk terus membesar.

Rumus sustainable dalam berbisnis menurut Yoris Sebastian sangat sederhana tetapi tidak mudah untuk menjalankannya.
Rumus sederhana ini cuma dua, yang pertama bagaimana bikin konsumen kita berhasil dengan produk kita, dan bagaimana membuat karyawan kita berhasil dengan bisnis yang dijalankan dimana kita juga pasti akan berhasil.
Laporan: Amanda Putri Ivana
Advertisement

3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi

Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026

Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya

Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil


Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?