Uang Cetakan Rupiah
Dream - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS jelang penutupan akhir tahun 2014 benar-benar berantakan. Rupiah bahkan ambruk ke level terendahnya sejak Krisis Moneter 1998.
Mengutip Bloomberg, Senin, 15 Desember 2014, rupiah sore ini tercatat sempat anjlok 1,9 persen ke level 12.698 per dolar AS. Level ini merupakan yang terendah sejak Agustus 1998.
Di pasar luar negeri, kurs rupiah di pasar forward turun lebih tajam lagi hingga 1,4 persen ke level 12.919 per dolar AS.
Sejumlah kalangan menilai, koreksi tajam yang dialami rupiah tak terlepas dari aksi beli dolar yang dilakukan perusahaan lokal.
Sejak 11 Desember lalu, investor asing juga tercatat telah menarik dananya di surat utang lokal hingga Rp 10,09 triliun.
Para investor khawatir, kenaikan suku bunga Amerika Serikat bakal merontokan sejumlah aset dari negara-negara berkembang termasuk Indonesia.
" Permintaan dolar oleh korporasi lokasi jelang akhir tahun serta arus keluar asing menekan nilai tukar rupiah," kata Chief TRade dari Asian and Emerging Market Team dari Mizuho Bank Ltd, Tokyo, Shigehisa Shiroki.
Sementara itu, Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Mirza Adityaswara menegaskan, bank sentral akan selalu hadir di pasar untuk menstabilkan nilai tukar rupiah.
Mirza bahkan memastikan BI telah hadir di pasar obligasi pada hari ini. (Ism)