Dream - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan Indonesia mencatat deflasi 0,09 persen sepanjang Februari 2016. Penurunan harga bahan makanan menjadi pemicu utama.
Mengutip keterangan tertulis BPS, Selasa, 1 Maret 2016, Indeks Harga Konsumen (IHK) bulan lalu mencapai 123,51. Dari 82 kota yang disurvei, sebanyak 52 kota mengalami deflasi dan sisanya masih mencatat inflasi.
BPS melaporkan kelompok bahan makanan menunjukan penurunan harga 0,58 persen, disusul kelompok perumahan, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,45 persen, dan kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan 0,15 persen.
Sementara kelompok pengeluaran yang mencetak inflasi yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,63 persen, kelompok sandang 0,64 persen, kelompok kesehatan 0,26 persen, dan kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,06 persen.
Dengan pencapaian hingga Februari, tingkat inflasi tahun kalender (Januari-Februari 2016) mencapai 0,42 persen. Sementara inflasi tahunan (februari 2016 terhadap Februari 2015) sebesar 4,42 persen.
Komponen inti pada Februari 2016 masih mencetak inflasi sebesar 0,31 persen dengan tingkat inflasi tahun kalender 0,60 persen.
Seperti diketahui, PT PLN pada 5 Januari 2016 memang memutuskan menurunkan tarif listrik. Penurunan juga dilakukan pemerintah untuk harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium.
Advertisement



OPPO Reno15 Hadir sebagai Ikon Hangout Baru, Kamera Makin Canggih dan Performa Makin Gaming!

Modinity Fashion Parade 2026 at Borobudur: Tonggak Penting Fashion Asia Tenggara

Modinity Fashion Parade 2026 at Borobudur: Tonggak Penting Fashion Asia Tenggara

OPPO Reno15 Hadir sebagai Ikon Hangout Baru, Kamera Makin Canggih dan Performa Makin Gaming!
