Kotak Makan Stylish Berkelir Emas, Berapa Harganya?

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 9 Maret 2020 08:46
Kotak Makan Stylish Berkelir Emas, Berapa Harganya?
Apa saja rinciannya?

Dream - Kotak makan acapkali digunakan untuk membawa bekal ketika bepergian, baik wisata ataupun bekerja. Bentuknya pun terkesan membosankan.

Namun, kotak makan yang satu ini membuatmu terlihat trendy dan kece abis. Harganya juga wow abis.

Dikutip dari Mamamia, Minggu 8 Maret 2020, sang pendiri Inka Luncbbox Kit, Leah Naomi, membuat kotak makan yang stylish.

Tempat makannya berbasis plastik bebas BPA dan tahan air. Kotak makan itu dibalut dengan “ sarung” tas kulit. Finishing tas terbuat dari emas.

Peralatan makannya terbuat dari stainless steel. Tali tas bisa dilepas dan dipasang serta ada serbet yang terbuat dari sutra. Tempat makan itu juga menyediakan ruang bagi telepon genggam dan kunci kendaraan.

Harganya? Satu unit tempat makan dibanderol seharga US$369 (Rp5,20 juta). Harga ini belum termasuk biaya pengiriman.

1 dari 5 halaman

Virus Corona di Indonesia, Satu Pak Masker Termahal Sentuh Rp1,5 Juta

Dream - Setelah pengumuman dua Warga Negara Indonesia (WNI) positif terjangkit virus corona (Covid-19), kepanikan menyerbu masyarakat. Warga Jakarta dan sekitarnya beramai-ramai memadati toko-toko alat kesehatan yang menjual masker.

Salah satunya terlihat di pusat penjualan obat dan alat kesehatan di Pasar Pramuka, Jakarta Timur.

Dilaporkan Liputan6.com, Selasa 3 Maret 2020, seorang warga Cakung, Lisa Pradianti, tak keberatan harga masker naik hingga 10 kali lipat. Lisa mengatakan lebih baik mencegah daripada mengobati.

 

 © Dream

 

" Mahal juga tak masalah, asal punya (masker) supaya enggak ketularan (tertular virus corona)," ujar dia kepada Liputan6.com di Jakarta.

Lisa mengaku membeli masker untuk dipakai oleh suami yang memang sering bepergian ke luar kota karena tugas dari kantor.

2 dari 5 halaman

Langsung Stok Masker

Setelah membaca berita bahwa di Pasar Pramuka masih menyimpan stok masker, Lisa langsung bergegas untuk membelinya.

" (Mencari masker) buat suami. Buat saya pakai juga. Beli di mana-mana habis mas," kata dia.

Tak hanya Lisa, pemburu masker lainnya, yakni Setiawan mengaku membutuhkan masker karena terbiasa menggunakannya saat berkendara. Saat isu virus corona menyebar, dia harus rela merogoh kantong lebih dalam guna membeli salah satu yang menjadi kebutuhannya.

" Saya sudah biasa pakai masker itu, mas, yang merknya Sensi Mask, yang hijau itu. Biasa buat di motor, biar enggak kena debu," kata dia.

Berdasarkan pantauan Liputan6.com, Pasar Pramuka yang menjajakan masker dan obat-obatan ramai dikunjungi pembeli. Lorong-lorong sempit di Pasar ini semakin sesak dengan banyaknya warga yang mencari masker. Kebanyakan dari mereka mencari masker untuk digunakan sendiri.

Sementara itu, terlihat juga tak semua toko menjual masker. Hanya beberapa kios saja yang masih memiliki stok masker.'


3 dari 5 halaman

Harga Masker Hingga Rp1,5 Juta

Harga masker di Pasar Pramuka ini berkisar dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Untuk masker tiga lapis dengan berbagai merk dijual dikisaran harga Rp300 hingga Rp350 ribu per-box dengan isi 50 buah. Sementara masker N95 dibanderol dengan harga mencapai Rp1,5 juta.

Menurut Jhony, pemilik kios di Pasar Pramuka mengatakan stok masker mulai menipis lantaran diserbu pembeli pada, Senin (2/3/2020) atau usai Jokowi mengumumkan adanya dua WNI terjangkit virus corona.

" Semalam yang ramai mas. Ini stok sudah mulai menipis. Kalau nanti malam ramai lagi, ya enggak tahu (stok habis atau tidak)," kata dia.

Menurut Jhony, kebanyakan masyarakat membeli masker biasa, seperti merk Sensi Mask yang harganya mencapai Rp 350 ribu per-box. " Yang jenis N95 sudah langka soalnya mas," kata dia.

Menurutnya, sejak awal muncul berita di China warganya terjangkit virus Corona, harga masker mulai naik di pasaran. Masker biasa yang awalnya dibanderol Rp30 ribu kini naik menjadi sekitar Rp350 ribu.

(Sumber: Liputan6.com/Fachrul Rozie)

4 dari 5 halaman

Sepatu Bekas Nike Termahal di Dunia, Terjual Rp2 Miliar

Dream – Sebanyak 100 sepatu sneaker terlangka di New York, Amerika Serikat dilelang di rumah lelang Sotheby. Koleksi sepatu itu berasal dari Nike, Adidas, dan Air Jordan.

Dari 100 pasang sepatu yang dilelang, sepasang alasa kaki mencuri perhatian masyarakat. Sepatu ini berhasil dijual dengan harga selangit.

Dikutip dari Yahoo Sport, Selasa 23 Juli 2019, sepatu itu adalah Nike Waffle Racing Flat Moon Shoe. Harga sepatu ini mencapai US$160 ribu atau sekitar Rp2,23 miliar. Seperti pada lelang-lelang sebelumnya, harga miliaran tersebut tentu setara dengan cerita di baliknya.

Sepatu “ Moon Shoe” ternyata didesain oleh Cofounder Nike, Bill Bowerman.

 

 © Dream

 

Sepatu yang dibuat pada 1972 ini terinspirasi dari panggangan wafel milik istrinya, dikutip dari Yahoo Sport. Hanya ada 12 pasang yang dibuat oleh Bowerman.

Sepatu ini memulai debutnya pada Olimpiade 1972 di Eugene, Oregon, Amerika Serikat. Atlet yang memakai sepatu ini adalah Dave Russell seorang atlet pelari marathon.

Russell adalah segelintir atlet yang memilih sepatu dari toko atletik sebelum uji coba. Sepatu ini punya sol yang lembut. Biasanya, pelari maraton terbiasa menggunakan sepatu dengan sol keras sebelum tahun 1972.  

5 dari 5 halaman

Anggur Mahal, Sekali Beli Habis Uang Buat Beli Rumah

Dream – Anggur yang satu ini bukan sembarang buah. Harganya pun lebih tinggi dari yang lain. Harga satu tandan anggun ini dijual setara satu unit sepeda motor.

Dikutip Japan Times, Senin 15 Juli 2019, anggur mahal itu adalah buah varietas Ruby Roman. Buah itu dikembangkan oleh pemerintah Perfektur Ishikawa, Jepang. Buah ini sangat juicy dengan sedikit asam dan kandungan gula yang tinggi. Setiap buahnya seberat lebih dari 20 gram.

Buah anggur merah ini menjadi yang termahal setelah varietas itu muncul ke pasar sejak 12 tahun yang lalu.

“ Kami menawarkan anggur senilai 1,2 juta yen untuk menandai 12 tahun (kelahiran varietas ini) dan merayakan lelang pertama zaman Reiwa,” kata Takashi Hosokawa.

 

 © Dream

 

Hosokawa merupakan manajer Ryokan (penginapan tradisional Jepang). Dia membeli anggur itu dari pedagang grosir di Jepang.

“ Kami ingin menyampaikan kegembiraan ketika memegang anggur,” Hosokawa.

" Kami ingin menyampaikan kepada para pelanggan tentang kegembiraan kami ketika kami memegang (kotak) anggur," tambah Hosokawa.

Sekadar informasi, ada 26 ribu tandan anggur Ruby Roman yang akan dikirimkan pada September ini, menurut Koperasi Pertanian JA Zennoh di Ishikawa. Sempat muncul kekhawatiran tentang kualitas anggur karena cuaca buruk. Tapi, kecemasan ini hilang karena suhunya mulai naik awal bulan ini.

Beri Komentar