Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream – Banyak wanita baik di pedesaan di Tiongkok yang bisa dinikahi. Paras mereka pun tak jelek-jelek amat. Tapi yang mengherankan, para pria di negeri ini memilih untuk menjomblo.
Mengapa?
Dilansir dari Shanghaiist, Selasa 28 Februari 2017, beberapa puluh tahun silam, keluarga mempelai wanita hanya meminta seserahan berupa televisi berwarna, mesin cuci, dan kulkas untuk syarat pernikahan.
Tapi itu fenomena dahulu kala. Kini, dengar saja permintaan keluarga calon pengantin wanita. Mereka meminta mahar lebih dari itu.
Di pedesaan seperti Hebei, Shanxi, pedalaman Mongolia, Xinjian, dan Gansu, “ harga” rata-rata mempelai wanita sebesar 200 ribu yuan (Rp388,41 juta).
Angka ini berdasarkan investigasi harian People Daily yang menemukan “ harga” mempelai wanita naik tiga kali lipat beberapa tahun belakangan ini di banyak tempat. Tentu saja, angka itu belum termasuk mobil, apartemen, dan perhiasan yang harus dicantumkan dalam kesepakatan.
“ Semakin miskin wilayahnya, semakin tinggi harga pengantin wanita,” tulis People Daily.
© Dream
Salah satu kisah miris tentang mahalnya mahar pernikahan bisa menjadi contohnya. Seorang warga Desa Gansu—tidak disebutkan namanya—mencari istri selama tujuh tahun. Bertahun-tahun lamanya, akhirnya dia menemukan seorang wanita yang tepat untuk dinikahi.
Ketika keluarga calon istri meminta mahar 180 ribu yuan (Rp349,47 juta), pria tersebut hanya bisa memenuhi 120 ribu yuan (Rp233,04 juta).
Kisah ini berakhir tragis dengan kandasnya keinginan pria tersebut untuk menikahi wanita yang dipilihnya karena keluarga wanita membatalkan pernikahan itu.
Ternyata, jumlah pria di Tiongkok lebih banyak 33,59 juta orang daripada perempuan. Ketimpangan ini kerap disalahkan untuk kasus-kasus seperti seks bebas dan aborsi. Untuk mengisi gap ini, kerap terjadi perdagangan wanita di mana wanita dari negara tetangga seperti Vietnam, dijual untuk dijadikan pengantin wanita di pedesaan di Tiongkok.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya