Menilik Peluang Kerja Baru di Indonesia Pasca Gelombang PHK Start Up

Reporter : Alfi Salima Puteri
Rabu, 1 Juni 2022 13:45
Menilik Peluang Kerja Baru di Indonesia Pasca Gelombang PHK Start Up
Pekerjaan di bidang Informasi dan Teknologi (IT) saat ini sangat dibutuhkan seiring dengan lanskap digital yang berkembang pesat di Indonesia.

Dream - Beberapa waktu belakangan ini cukup ramai pemberitaan terkait sejumlah perusahaan startup yang terkenal di Indonesia melakukan PHK massal terhadap karyawan.

Menurut Founder Refocus Education Project, Roman Kumar Vyas, faktor makro ekonomi secara global yang penuh ketidakpastian selama pandemi Covid-19 dua tahun terakhir ini dianggap sebagai salah satu faktor utama.

Selain itu, pesatnya perkembangan teknologi digital, seperti otomatisasi juga dapat menggantikan 23 juta pekerjaan di Indonesia pada tahun 2030 mendatang.

" Sehingga pekerjaan di bidang Informasi dan Teknologi (IT) saat ini sangat dibutuhkan seiring dengan lanskap digital yang berkembang pesat di Indonesia," ujar Roman, dalam konferensi pers, Selasa, 31 Mei 2022.

1 dari 2 halaman

Untuk itu, platform pendidikan online Refocus siap mencetak satu juta tenaga kerja di bidang IT.

Dalam menciptakan tenaga kerja yang menguasai bidang IT, Refocus akan menyediakan kursus online dan dukungan karir bagi masyarakat di Asia Tenggara untuk memulai karir IT-nya.

Roman menjelaskan, tim founder Refocus sendiri memiliki empat lulusan yang sukses dan tim jarak jauh internasional yang terdiri dari 50 spesialis.

“ Pelanggan kami meningkatkan pendapatan bulanan rata-rata dari Rp4 juta menjadi Rp14 juta per bulan setelah selesai kursus di Refocus dan melalui dukungan karir,” ungkap Roman.

2 dari 2 halaman

Refocus menyasar target peserta pendidikan di rentang usia 20 hingga 40 tahun. Untuk biaya pendidikan berkisar Rp12 juta yang dapat dicicil hingga 12 bulan sehingga makin banyak orang yang bisa belajar.

Refocus merupakan platform pendidikan online yang dapat mengubah siapa pun menjadi spesialis digital dalam delapan bulan.

Refocus menerima tenaga kerja yang berpenghasilan tidak lebih dari US$300 hingga US$400 per bulan, mempelajari dan membantu mereka mendapatkan pekerjaan di bidang digital.

Tim mentor Refocus terdiri dari pakar luar negeri terkemuka dengan pengalaman global, serta profesional lokal dari perusahaan seperti LingoTalk, Tokopedia, Borzo dan Traveloka, dan AlKautsar Cater.

Beri Komentar