Dream - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) siap melakukan sosialisasi kembali mengenai perbankan syariah di Bali. Hal ini guna mengurangi kesalahpahaman beberapa golongan mengenai industri keuangan tersebut.
Demikian disampaikan Deputi Komisioner OJK Bidang Pengawasan Perbankan I Mulya E Siregar di Jakarta, menjawab pertanyaan adanya penolakan perbankan syariah oleh Rektor Universitas Mahendradatta, Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa.
" Mungkin saja karena sosialisasi kurang lengkap di Bali, tapi kita sudah lakukan sosialisasi, bahkan waktu acara perbankan syariah di Bali tahun 2013, gubernur Bali hadir. Kita juga punya bank syariah di Bali, yang pelanggannya dan kepala kantornya juga dari non muslim," ungkapnya.
Mulya menilai adanya protes tersebut karena masalah kesalahpahaman mengenai sistem perbankan syariah. Dia menegaskan dalam perbankan syariah tidak ada misi Islamisasi atau keagamaan.
" Mungkin rektor tersebut merasa ini misi agama, padahal ini alternatif masyarakat untuk berbisnis dengan cara Islami yang memang sejalan dengan budaya nenek luhur kita. Kalau ada penentangan, kita cari waktu untuk sosialisasi, berdiskusi dengan Rektor Mahendratta," tambahnya.
Hal senada juga disampaikan Kepala Departemen Perbankan Syariah Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Edi Setiadi. Menurutnya, pihak OJK akan lebih bersungguh-sungguh melakukan sosialisasi mengenai sistem perbankan syariah di Bali sehingga tidak terjadi kesalahpahaman yang justru akan merugikan perekonomian nasional.
" Jadi itu terjadi di sebagian Bali saja, mungkin karena kita kurang bersungguh-sungguh dalam soialisasi," tandasnya.