Mendorong Penguatan Inklusi Keuangan dengan Peningkatan Literasi

Reporter : Ahmad Baiquni
Minggu, 24 Oktober 2021 18:15
Mendorong Penguatan Inklusi Keuangan dengan Peningkatan Literasi
Pemahaman akan tata kelola produk keuangan menjadi unsur penting bagi masyarakat.

Dream - Tingkat literasi diakui menjadi kunci dari kuatnya pertumbuhan inklusi keuangan pada masyarakat. Dengan literasi yang mumpuni, masyarakat menjadi melek dan menyadari pentingnya membuat keputusan yang tepat dalam pengelolaan keuangan.

Saat ini, Indeks Inklusi Keuangan Indonesia dilaporkan mencapai 76.19 persen. Angka ini melampaui target yang ditetapkan dalam Strategi Nasional Keuangan Inklusif sebesar 75 persen.

Meski demikian, masih terjadi kesenjangan mengenai produk keuangan. Masih cukup banyak masyarakat menggunakan produk keuangan tanpa pengetahuan memadai mengenai tata kelolanya.

" Masih terdapat kesenjangan yang cukup besar antara indeks inklusi dan literasi keuangan," ujar Chief Human Resources and Community Invesment Officer Prudential Indonesia, Indrijati Rahayoe.

Hal ini terlihat dari Indeks Literasi Keuangan Indonesia yang baru mencapai 38,03 persen. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan Indeks Inklusi Keuangan.

" Kita perlu mengatasinya dengan membekali masyarakat pengetahuan untuk membuat keputusan keuangan yang cerdas dan memahami berbagai pilihan perencanaan keuangan yang tersedia, seperti perlindungan asuransi untuk keluarga," kata Indri.

 

1 dari 1 halaman

Terhindar dari Kerapuhan Ekonomi

Indri mengatakan pemahaman pentingnya meningkatkan literasi keuangan di Indonesia dapat membantu individu terhindari dari kerapuhan ekonomi di masa depan. Hal itu dapat dilakukan melalui pendidikan yang menjadi salah satu pilar utama inisiatif Community Investment Prudential dalam memberdayakan masyarakat.

" Prudential Indonesia melalui berbagai program Community Investment terus melatih kemampuan pengelolaan uang bagi para perempuan, anak-anak sebagai generasi penerus, komunitas ekonomi Syariah, hingga pelaku UMKM agar mereka dapat memiliki perencanaan keuangan yang sehat dan bisa mendapatkan yang terbaik dalam hidupnya," kata dia.

Program ini dijalankan sejak 2009 dengan menyasar kaum perempuan, anak, komunitas ekonomi syariah, serta pelaku UMKM. Selama Bulan Inklusi Keuangan, seluruh kegiatan edukasi secara intensif dilakukan bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam format virtual di lingkup nasional.

Selain itu, sejak akhir Desember 2020, Prudential Indonesia secara aktif melakukan edukasi literasi keuangan, khususnya yang terkait dengan literasi asuransi melalui sosial media dan media online. Hingga kini, inisiatif literasi asuransi tersebut telah menjangkau lebih dari 2,38 juta masyarakat Indonesia.

" Edukasi tidak akan pernah lepas sebagai bagian dari strategi Prudential Indonesia dalam menjalankan bisnis, dan memberikan dampak yang positif bagi masyarakat luas," tutup Indri.

Beri Komentar