Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan
Dream - Pemerintah akhirnya menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis premium dan solar. Kedua BBM tersebut turun masing-masing Rp 500 per liter.
Harga baru ini akan mulai berlaku pada lusa, Jumat (1 April 2016). Dengan demikian, masyarakat kini bisa membeli premium di harga Rp 6.450 per liter sementara solar Rp 5.650 per liter.
Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengutip laman Setkab, Jumat, 31 Maret 2016, menjelaskan penurunan ini dilakukan karena regulasi meminta Pemerintah untuk tidak melepaskan harga BBM sepenuhnya pada mekanisme pasar.
Tugas Pemerintah dalam hal ini adalah menjaga supaya ada stabilitas, naik turunnya harga tidak terlalu tinggi.
“ Pemerintah akan menjaga bahwa setiap 3 bulan, harga akan direview kembali dan dipertahankan hingga 6 bulan ke depan,” jelas Sudirman.
Dalam keterangan tertulisnya, Kementerian ESDM menjelaskan, penurunan harga BBM bersubsidi sebesar Rp 500 per liter diputuskan setelah memperhatikan kecenderungan meningkatnya harga minyak bumi pada satu bulan terakhir. Pemerintah juga melihat proyeksi harga dalam tiga bulan ke depan.
Selain itu, kenaikan juga juga sebagi antisipasi harga BBM pada periode bulan Juli yang bertepatan dengan bulan puasa dan Hari Raya Idul Fitri. Serta perlunya menjaga kestabilan harga.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung menambahkan, harga premium dan solar di Indonesia masih lebih murah jika dibandingkan dengan harga di negara-negara ASEAN seperti Vietnam, Filipina, Kamboja, Singapura, Laos, dan sebagainya.
“ Hanya Malaysia saja yang lebih murah dari Indonesia,” kata Pramono.
Lebih lanjut Seskab menyampaikan bahwa arahan Presiden terkait penetapan harga ini adalah fokus menjaga apa yang menjadi fundamental kebijakan dasar pemerintah agar harga terjangkau dalam jangka panjang.
“ Terlebih mendekati lebaran dan puasa," ujarnya.
Lebih jauh, Presiden juga memerintahkan Menteri Perhubungan untuk dapat menurunkan biaya transportasi, terutama angkutan publik yang dipakai oleh masyarakat banyak
Berikut adalah harga baru BBM bersubsidi untuk daerah di luar Jawa-Madura-Bali (Jamali):
No . Komoditi Harga Lama Harga Baru
(Rp/Liter) (Rp/Liter)
1 Minyak Tanah 2.500 2.500
2 Minyak Solar Subsidi 5.650 5.150
3 Bensin Premium RON 88 Penugasan Luar Jamali 6.950 6.450
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli


Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
