Menhub: Tol Gratis Jika Macet Lebih 1 Km

Reporter : Nabila Hanum
Kamis, 21 April 2022 17:13
Menhub: Tol Gratis Jika Macet Lebih 1 Km
Pemerintah jamin tarif tol gratis jika macet lebih dari 1 kilometer

Dream - Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi, menjamin biaya tarif tol gratis jika terjadi antrean kendaraan hingga lebih dari 1 kilometer di gerbang tol selama mudik Lebaran 2022.

Menurut Budi, langkah ini merupakan strategi untuk mengantisipasi macet selama mudik Lebaran 2022.

" Sebenarnya sudah ditetapkan tidak ada diskon, cuman ada satu diskresi apabila antrean mobil lebih dari 1 kilometer, tidak bayar malah. Bablas," ujar Budi dikutip dari Merdeka, Kamis 21 April 2022.

Aturan tersebut, katanya, menjadi pekerjaan rumah bagi pengelola jalan tol agar bekerja lebih keras guna mengantisipasi kemacetan yang terjadi. Sehingga, skema gratis pembayaran tarif tol bisa dihindari.

" Jadi, kita bisa memberikan suatu home work untuk pengelola tol supaya enggak macet. Karena begitu macet gratis," ujarnya.

1 dari 2 halaman

Ia menjelaskan, macet selama mudik lebaran juga bisa diantisipasi dengan melakukan perjalanan lebih awal. Ini dilakukan untuk menghindari macet pada puncak mudik yang diprediksi pada tanggal 28-29 April 2022.

" Jadi, lakukanlah perjalanan lebih awal sekitar tanggal 25-27 April 2022," ucapnya.

Selanjutnya, petugas di lapangan menyiapkan skema one way dan ganjil genap untuk mengurai kemacetan. Mengingat, animo masyarakat untuk melakukan perjalanan mudik di tahun ini cukup tinggi.

" Untuk tanggal pelaksanaan ganjil genapnya akan disampaikan Korlantas dalam waktu dekat ini," katanya.

Ke empat, melarang operasional truk barang di jalur mudik Lebaran yang telah ditentukan baik tol maupun non-tol mulai tanggal 28 April Sampai 1 Mei 2022. Aturan ini untuk memastikan kelancaran arus mudik.

" Tapi, untuk Lebaran boleh. Dan nanti saat arus balik juga ada pengaturan (truk barang)," ungkapnya.

2 dari 2 halaman

Pemerintah sendiri memproyeksikan, jumlah pemudik pada lebaran tahun ini mencapai 85 juta orang. Di mana 47 persen di antaranya akan menggunakan jalur darat baik kendaraan pribadi (mobil dan sepeda motor) maupun bus.

Menhub Budi mencatat, angka tersebut meningkat 45 persen dibandingkan jumlah pemudik 2019 lalu. Diketahui, jumlah pemudik di 2019 mencapai 50 juta orang.

" Jumlah 85,5 juta ini berdasarkan hasi survei Balitbang Kemenhub beberapa bulan lalu. Sudah final," tegas Menhub Budi.

Beri Komentar