AASI Luncurkan Cetak Biru Asuransi Jiwa Syariah

Reporter : Okti Nur Alifia
Kamis, 1 Desember 2022 19:36
AASI Luncurkan Cetak Biru Asuransi Jiwa Syariah
Seluruh pemangku kepentingan dapat memanfaatkan dokumen tersebut untuk mengakselerasi kemajuan asuransi jiwa syariah melalui peranannya masing-masing.

Dream - Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) mengaku pertumbuhan industri asuransi berbasis prinsip Islami di Indonesia masih menghadapi banyak tantangan. Upaya menghadapi kendala itu salah satu berusaha diurai dengan menghadirkan Cetak Biru Asuransi Jiwa Syariah.

Blueprint ini diharapkan dapat membantu memajukan industri sekaligus mendorong pertumbuhan asuransi syariah di Tanah Air.

Ketua Umum AASI, Tatang Nurhidayat, dalam peluncuran cetak biru asuransi jiwa syariah di Jakarta, Kamis, 1 Desember 2022 mengatakan asuransi jiwa syariah telah hadir di Indonesia sejak 1994 dan terus berkembang hingga sekarang.

" Namun memang industri kita ini masih dihadapkan oleh sejumlah tantangan, di antaranya terkait literasi, saluran distribusi, kurang beragamnya produk dan layanan, hingga perangkat-perangkat penentu seperti kebijakan atau peraturan yang masih perlu diperkuat," katanya.

Peluncuran cetak biru ini tak lepas dari kondisi penetrasi asuransi di Indonesia yang saat ini masih cukup rendah, apabila dibandingkan dengan negara lain. Tak terkecuali asuransi syariah.

Dengan status sebagai negara yang memiliki penduduk muslim terbesar di dunia, porsi muslim yang memilih asuransi jiwa syariah baru mencapai 12 persen. Angka tersebut masih lebih rendah dibandingkan masyarakat yang memilih menggunakan asuransi jiwa konvensional sebesar 26 persen.

Sementara penduduk muslim lainnya yang mengaku tidak memiliki asuransi sebesar 61 persen.

1 dari 2 halaman

Menurut Tatang, tantangan tersebut menjadi tugas yang perlu digaungkan kepada pelaku industri asuransi dan pemangku kebijakan.

Cetak Biru Asuransi Jiwa Syariah© Dream.co.id/Okti Nur Alifia

Dia mengharapkan Cetak Biru Asuransi Jiwa Syariah yang diterbitkan hari ini akan menjadi panduan dalam mengembangkan, memberdayakan, dan mengatasi berbagai kendala dalam industri asuransi jiwa syariah di Indonesia.

Tak hanya pelaku industri asuransi jiwa syariah, Tantang mengatakan, seluruh pemangku kepentingan dapat memanfaatkan dokumen tersebut untuk mengakselerasi kemajuan asuransi jiwa syariah melalui peranannya masing-masing. 

AASI berharap asuransi jiwa syariah dapat diadopsi secara universal dan mendorong kemakmuran serta perlindungan bagi seluruh rakyat Indonesia, di masa kini dan mendatang.

 

 

2 dari 2 halaman

Tiga Pilar Cetak Biru Asuransi Jiwa Syariah

Taskforce Cetak Biru Asuransi Jiwa Syariah, Yoga Prasetyo memaparkan Cetak Biru Asuransi Jiwa Syariah’ memiliki tiga pilar fokus penting dalam upaya mengembangkan industri keuangan non-bank ini .

Ketika prinsip yang tercantum dalam Cetak Biru Asuransi Jiwa Syariah adalah mengomunikasikan nilai-nilai asuransi jiwa syariah dan membangun kepercayaan, meningkatkan dan mengembangkan cara kerja, serta berinovasi dalam produk, bisnis, dan distribusi.

AASI bersama Prudential Syariah meluncurkan Cetak Biru Asuransi Jiwa Syariah© AASI

“ Insyaa Allah cetak biru ini dapat diimplementasikan bersama-sama oleh seluruh pemangku kepentingan sesuai jangka waktu yang telah diatur selama 2022-2028," kata Taskforce Cetak Biru Asuransi Jiwa Syariah, Haryo Pamungkas.

Untuk mengetahui informasi lebih lengkap tentang “ Cetak Biru Asuransi Jiwa Syariah”, Sahabat Dream dapat melihatnya melalui www.aasi.or.id atau www.salingtolong.id.

Beri Komentar