Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Cofounder WhatsApp, Brian Acton. (Foto: Recode)
Dream – Di saat Facebook sedang dirundung kasus kebocoran data pengguna, salah satu pendiri WhatsApp, Brian Acton, mencuit pernyataan mengejutkan. Dia mengajak warganet untuk menghapus akun Facebook mereka.
“Ini waktunya,” cuit Acton pada akun Twitternya, @brianacton, Rabu 21 Maret 2018. Acton membubuhkan tanda pagar (tagar) #deletefacebook di akhir cuitannya.
It is time. #deletefacebook
— Brian Acton (@brianacton)March 20, 2018
Dikutip dari The Verge, mantan petinggi Facebook ini tak memberikan tanggapan terhadap cuitannya. Tak jelas apa penyebabnya Acton sampai memberikan cuitan ini.
Unggahan ini muncul lima hari setelah kasus data pengguna bocor mencuat ke publik. Kasus ini membuat saham Facebook anjlok dan harta pendiri Facebook, Mark Zuckerberg, amblas hingga Rp123 triliun.
Sekadar informasi, Acton bukanlah satu-satunya mantan eksekutif yang resah terhadap perusahaan Facebook setelah meninggalkannya.
Tahun lalu, mantan petinggi Facebook lainnya, Chamath Palihapitiya, mengungkapkan hal serupa. “Kami telah membuat tools yang bisa merobek-robek masyarakat,” kata Palihapitiya.
Advertisement

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

3 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Olahraga, Menurut Ahli Gizi

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya