Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Jangan Sampai Sahabat Dream Jadi Korban Skimming ATM Ya.
Dream – Belakangan ini, kasus skimming marak terjadi. Beberapa waktu yang lalu, pembobolan rekening nasabah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (Persero) di Kediri, Jawa Timur, menjadi sorotan publik.
Puluhan nasabah berbondong-bondong mendatangi kantor cabang untuk bertanya alasan raibnya duit mereka di tabungan.
Tak lama berselang, kasus diduga skimming dikabarkan menimpa nasabah PT Bank Mandiri Tbk (Persero) di kantor cabang pembantu (KCP) Surabaya, Graha Pena.
Dilansir dari Merdeka.com, Selasa 21 Maret 2018, Direktur Utama Bank Mandiri, Kartika Wirjoatmodjo, mengatakan kerugian yang ditaksir oleh nasabahnya mencapai ratusan juta rupiah.
Sekadar informasi, metode skimming ini memang marak digunakan untuk membobol tabungan saldo. Alat skimming ini mampu menyalin data pada kartu ATM ketika nasabah memasukkan kartu ke lubang ATM. Bentuk alat perekam data nasabah itu memang mirip dengan lubang ATM yang sebenarnya.
Para pelaku juga menggunakan kamera pengintai untuk mendapatkan PIN nasabah. Dengan cara itu, pelaku pun bisa leluasa memakai kartu duplikat untuk mencairkan dana.
Tentu kamu tak mau menjadi korban pembobolan rekening. Meskipun uang nasabah bisa kembali, tetap saja pembobolan rekening bisa mengganggu kondisi finansialmu untuk sementara waktu. Belum lagi, kamu harus merelakan waktu dan energi ekstra untuk mengurus ini itu ketika menjadi korban pembobolan rekening.
Amit-amit deh.
Dilansir dari Cek Aja, ada tiga cara yang bisa dilakukan supaya tidak menjadi korban pembobolan rekening.
Pertama memanfaatkan uang elektronik. Mulailah membiasakan diri untuk bertransaksi dengan uang elektronik dan mengurangi transaksi dengan kartu debit. Ada banyak aktivitas yang bisa dilakukan dengan uang elektronik, mulai dari membayar tiket KRL sampai jajan di minimarket.
Kedua, kamu juga bisa menyimpan dana darurat dalam bentuk logam mulia. Selama ini, instrumen yang digunakan untuk menyimpan dana adalah tabungan. Kini, kamu bisa menyimpan dana ini ke instrumen lain yang lebih aman, misalnya emas batangan.
Sekadar informasi, dana darurat itu jumlahnya mencapai 6-15 kali rata-rata pengeluaran bulanan dan disesuaikan dengan kondisi masing-masing orang. Ketika memerlukan dana darurat, kamu bisa menjualnya di Pegadaian atau toko emas.
Ketiga, kamu juga bisa menyebar simpanan ke beragam instrumen investasi. Sesuaikanlah dengan profil risiko yang diinginkan. Tujuannya agar dana tidak terkumpul di satu tempat saja, yaitu tabungan.
(Sah)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya