Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Presiden Joko Widodo Berpesan Kepada Selandia Baru Untuk Mencicipi Kopi Indonesia. (Foto: Biro Setpres Pers)
Dream – Selain sebagai presiden, Joko Widodo (Jokowi) dikenal juga aktif menjadi seorang `salesman`. Profesi ini ditunjukan Jokowi saat mempromosikan kopi Indonesia kepada pemimpin Selandia Baru.
“ Jangan lupa, jika minum kopi, minumlah kopi Indonesia,” kata dia ketika menghadiri santap siang bersama Gubernur Jenderal Selandia Baru, Dame Patsy Reddy di Government House, Wellington, Selandia Baru, dilansir dari setkab.go.id, Selasa 20 Maret 2018.
Dia mengatakan insting bisnisnya muncul setelah mengetahui masyarakat Selandia Baru gemar minum kopi. Jokowi berpikir Indonesia harus lebih banyak mengekspor kopi ke negara ini. Dia berkata, Indonesia merupakan salah satu produsen kopi terbesar di dunia dan memiliki beraneka ragam kopi, mulai dari kopi bali, kopi sumatera, sampai kopi luwak.
“ Masing-masing kopi punya cita rasa keunikan yang berbeda. Saya mendengar kopi sumatera dan kopi jawa barat cukup populer di sini,” kata dia.
Jokowi berharap diplomasi kopi ini bisa menjadi perekat baru hubungan bilateral Indonesia dan Selandia Baru. “ Diplomasi kopi akan menjadi perekat baru hubungan bilateral kita. Hubungan bilateral yang baik yang sudah terjalin selama 60 tahun,” kata dia.
Dalam jamuan santap siang Jokowi dan Ibu Negara, Iriana Jokowi, didampingi juga oleh Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Wiranto, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, Kepala Badan Koordinator Penanaman Modal (BPKM), Thomas Lembong, Duta Besar RI untuk Selandia Baru, Tantowi Yahya, dan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Rosan Perkasa Roeslani.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya