Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ternyata, Pekerjaan Pertama Bisa Berpengaruh Terhadap Karier Jangka Panjang. (Foto: Shutterstock)
Dream – Di era global dengan kemajuan teknologi secanggih seperti saat ini, pekerjaan tidak berpatok pada jenis yang sudah ada. Banyak pekerjaan baru -dan mungkin terdengar aneh- bisa digeluti sebagai mata pencaharian.
Apapun profesi Sahabat Dream saat ini, survei yang dilakukan LinkedIn memperlihatkan jika pekerjaan pertama sangat berpengaruh dalam perjalanan karir jangka panjang seseorang.
“ Memiliki sikap dan pola pikir yang benar terhadap pekerjaan pertama, akan membuka jalan menuju perjalanan dan pembelajaran sepanjang karir,” kata CEO Home Credit Indonesia, Jaroslav Gaisler, di Jakarta, Selasa 20 Maret 2018.
Menurut Gaisler, pekerjaan baru bisa membantu seorang lulusan baru untuk meraih kesuksesan.
Tak hanya lewat cara konvensional, kini para pencari kerja mulai menggunakan teknologi dalam menemukan karier impian. Survei LinkedIn menunjukan lebih dari 65 persen kaum milenial mencari pekerjaan melalui internet.
Survei tersebut dilakukan terhadap seribu orang milenial dengan mengambil data pada kuartal IV 2017 yang dilakukan secara online.
Permudah Pencari Kerja
Director LinkedIn untuk Asia Pacific dan Jepang, Olivier Legrand mengklaim jaringan profesionalnya selama ini telah mempermudah lulusan baru dan profesional muda mencari pekerjaan.
Melihat antusiasme generasi milenial, LinkedIn mengeluarkan produk anyarnya, LinkedIn Dream Jobs. Platform ini memfasilitasi para pencari kerja yang ingin mendapatkan informasi karier di perusahaan ternama.
“ Anak muda adalah penggerak ekonomi digital di Indonesia. Kami sangat optimis LinkedIn dapat membantu mereka terhubung ke peluang karir yang tepat di beberapa perusahaan internasional dan nasional terbaik,” kata Managing
Managing Director GrabPay Indonesia, Ongki Kurniawan, mengatakan Indonesia merupakan wilayah yang masih relatif baru dalam ekosistem baru. Ongky berharap platform baru ini bisa memperluas koneksi dan memahami bakat muda untuk memahami lingkungan, budaya kerja, dan peran pada masa depan.
Dalam program LinkedIn Dream Jobs, ada sembilan perusahaan yang menyediakan beberapa posisi, perusahaan itu yakni Grab, Bank Danamon, Habitat for Humanity, Kalbe Pharmaceusticals, Ogilivy & Mather, Procter and and Reckitt Benckiser. Jenis pekerjaan itu antara lain management trainee, partner acquisition, account management, dan employer branding.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya